Darilaut (UNG) – Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus menyiapkan sumber daya manusia dan mengoptimalkan pelayanan akademik untuk mahasiswa difabel.
Salah satunya melalui workshop teknologi informasi untuk mahasiswa difebel yang diikuti dosen di lingkungan Fakultas Sastra dan Budaya (FSB) UNG khususnya jurusan Seni Drama, Tari Dan Musik (Sendratasik).
Dekan Fakultas Sastra dan Budaya UNG, Prof. Dr. Nonny Basalama, mengatakan, workshop sangat dibutuhkan dalam rangka memberikan disability awareness.
Tahun ini Fakultas Sastra dan Budaya khususnya jurusan Sendratasik telah menerima mahasiswa tunarungu yang akan mengikuti rangkaian proses pendidikan dan pembelajaran.
Nonny mengatakan Fakultas Sastra dan Budaya sangat membuka diri dengan pendidikan inklusif untuk mahasiswa difabel, sesuai dengan ketentuan undang-undang.
“Tentunya dengan pelatihan ini, dosen akan siap memberikan melayanan kepada mahasiswa difabel yang ada di jurusan Sendratasik,” ujar Nonny.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sma dan Sistem Informasi UNG, Dr. Harto Malik, menjelaskan tentang pelayanan terhadap difabel. Pertama yang perlu disiapkan adalah sumberdaya manusia, yaitu dosen.
Menurut Harto unsur yang bersentuhan langsung dengan layanan akademik terhadap mahasiswa difabel adalah dosen. Pemahaman dosen terkait layanan difabel harus diperkuat sehingga pelayanan dapat berjalan optimal.
“Proses evaluasi dan perbaikan layanan harus terus dilakukan agar relevan dengan kebutuhan mahasiswa khususnya difabel,” kata Harto.
Sebelumnya, Wakil Rektor Bidang Akademik UNG Dr. Abdul Hafidz Olii, menyampaikan pesan penting untuk mahasiswa baru tahun akademik 2024-2025.
Hafidz mengatakan mahasiswa baru dapat mengikuti seluruh rangkaian pendidikan untuk dapat menyelesaikan pendidikan tepat waktu.
Untuk itu diharapkan mahasiswa dapat melaksanakan perencanaan akademik yang baik, serta dapat menjalankan seluruh kegiatan perkuliahan dengan disiplin.
“Mahasiswa baru harus memanfaatkan waktu sebaik mungkin selama menempuh pendidikan di UNG. Selalu patuhi jadwal kuliah, jangan menunda-nunda tugas, dan aktiflah dalam kegiatan akademik maupun non-akademik. Dengan begitu, target untuk lulus tepat waktu bukanlah hal yang mustahil,” ujarnya.
Menurut Hafidz, UNG akan terus memberikan dukungan kepada mahasiswa melalui berbagai program pendampingan dan bimbingan akademik, sehingga mereka dapat mengatasi berbagai tantangan yang mungkin dihadapi selama masa studi.
“Akan ada beragam tantangan besar yang dihadapi selama empat tahun kuliah di UNG. Kami berharap mahasiswa baru dapat menyesuaikan diri dengan cepat dan fokus pada tujuan utama, yaitu menyelesaikan pendidikan dengan baik dan tepat waktu,” ujarnya.
