Guru Besar UNM Bahas Implementasi Kebijakan Publik di UNG

Guru Besar Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof. Dr. Haedar Akib memberikan kuliah umum dengan tema "Check and Balance dalam Implementasi Kebijakan Publik" di Universitas Negeri Gorontalo (UNG). FOTO: HUMAS UNG

Darilaut (UNG) – Guru Besar administrasi publik dari Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof. Dr. Haedar Akib, membahas pentingnya mekanisme check and balance dalam proses implementasi kebijakan public.

Kegiatan dalam bentuk kuliah umum tersebut diikuti mahasiswa program sarjana, magister dan doktor administrasi publik di Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

Prof. Haedar menjelaskan bahwa check and balance sangat penting untuk memastikan bahwa kebijakan yang dijalankan oleh pemerintah dapat berjalan dengan efektif, adil, dan transparan.

Check and Balance penting dalam implementasi kebijakan publik untuk beberapa alas an, yakni mencegah penyalahgunaan kekuasaan, mendorong transparansi dan akuntabilitas serta menjamin partisipasi Masyarakat, kata Prof. Haedar, yang pada akhirnya membuat kebijakan lebih responsif terhadap kebutuhan dan keinginan publik.

Menurut Prof. Haedar, check and balance bukan hanya sebuah konsep teoritis, tetapi merupakan alat yang penting untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan dan memastikan bahwa kebijakan publik benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.

Keterlibatan semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun akademisi, sangat diperlukan untuk menjaga keseimbangan dalam pelaksanaan kebijakan publik.

Check and balance dalam konteks kebijakan publik penting dipahami karena mampu mencegah penyalahgunaan kekuasaan oleh pemerintah atau lembaga tertentu secara tidak sah atau tidak etis,” ujarnya.

Prof. Haedar mengatakan jika melihat situasi dan kondisi ekonomi-politik-hukum di Indonesia yang “tidak baik-baik saja” maka tantangan dalam penerapan check and balance adalah ketimpangan kekuatan antar-lembaga, korupsi dan kepentingan politik yang dapat melemahkan fungsi pengawasan dan akuntabilitas.

Selain itu, kata Prof. Haedar, kurangnya partisipasi publik dalam pengawasan eksternal terhadap implementasi kebijakan.

Kuliah umum dengan tema “Check and Balance dalam Implementasi Kebijakan Publik” dibuka Dekan Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Dr. Zuchri Abdussamad, dihadiri Ketua Program Studi (Kaprodi) S1, S2, dan S3 Administrasi Publik, dosen, serta mahasiswa baru.

Zuchri menyampaikan apresiasi kepada narasumber atas ilmu dan wawasan yang diberikan kepada para mahasiswa. Kuliah umum diharapkan dapat memperkaya pemahaman mahasiswa tentang dinamika implementasi kebijakan publik, sehingga mereka dapat menjadi agen perubahan yang kritis dan konstruktif di masa depan.

Ini tentunya menjadi awal yang inspiratif bagi mahasiswa baru Program Administrasi Publik UNG, “yang diharapkan dapat terus mengembangkan kemampuan analitis dan kritis mereka dalam bidang administrasi publik,” kata Zuchri.

Exit mobile version