UNG Akan Menggelar Program Mengajar di Pesisir Teluk Tomini

Tim Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Negeri Gorontalo saat melakukan survei di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara. FOTO: LP3M UNG

Darilaut – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) akan menggelar Program Mengajar di Sekolah (PMS) di kawasan pesisir Teluk Tomini.

Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di wilayah pesisir Teluk Tomini tersebut, antara lain, untuk mengatasi kekurangan guru di sejumlah sekolah.

Sebagai langkah awal, Tim Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) UNG melakukan survei di sekolah yang berada di pesisir Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, dan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara.

Ketua LP3M UNG, Prof. Dr. Elya Nusantari, mengatakan, Program Mengajar di Sekolah bermanfaat bagi mahasiswa, sekolah, dan masyarakat.

Mahasiswa dapat mengasah kompetensi sosial, kreativitas, kepemimpinan, dan kemampuan interpersonal lainnya melalui pengalaman selama kegiatan persekolahan, kata Prof. Elya.

Sekolah dapat terbantu dalam berbagai aktivitas, karena ada penambahan tenaga pengajar dan peningkatan kualitas pembelajaran literasi dan numerasi. Selain itu, sekolah merasakan dampak positif dari kehadiran mahasiswa.

Prof. Elya menjelaskan bahwa program tersebut merupakan salah satu bentuk implementasi kebijakan MBKM yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa belajar dan mengembangkan diri melalui aktivitas di luar kelas perkuliahan.

Di pesisir Kabupaten Bone Bolango tim survei mengunjungi 27 calon sekolah mitra yang tersebar di lima kecamatan.

Mahasiswa direncanakan akan menempati tempat penugasan di SD, SMP, SMA, SMK, MTs dan MA yang ada di Kecamatan Kabila Bone, Bone Pantai, Bulawa, Bone Raya dan Bone.

Nantinya mahasiswa akan berada di setiap lokasi di pesisir Teluk Tomini selama empat bulan.

Di pesisir Bolaang Mongondow Selatan, tim melakukan survei pada tanggal 15-16 Agustus 2023. Tim mengunjungi 24 sekolah dan madrasah, mulai jenjang pendidikan dasar dan menengah di Kecamatan Posigadan, Tomini, Helumo dan Bolaang Uki.

Melalui hasil survei ini akan menentukan sekolah yang memenuhi syarat dan berminat untuk menjadi mitra UNG dalam pelaksanaan program tersebut.

Program MBKM mandiri UNG ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi mahasiswa, sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran digital.

Tim UNG telah melakukan program ini sejak tahun 2022 di Kawasan Teluk Tomini. Program Mengajar di Sekolah angkatan sebelumnya telah menghasilkan berbagai inovasi pembelajaran digital yang dibutuhkan sekolah.

Kepala Pusat Pengalaman Lapangan yang juga Ketua Panitia Program Mengajar di Sekolah, Dr. Muhammad Yusuf, menjelaskan pelaksanaan survei calon sekolah mitra akan menilai sejumlah aspek.

Seperti profil sekolah, sarana dan prasarana, sumber daya manusia, serta potensi dan tantangan yang ada di sekolah.
Hasil survei, kata Yusuf, akan menjadi bahan pertimbangan dalam menetapkan sekolah mitra Program Mengajar di Sekolah.

“Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak, serta mendukung pengembangan pendidikan kawasan Teluk Tomini,” kata Yusuf.

Exit mobile version