Universitas Negeri Gorontalo Ikut Berkontribusi Untuk Layanan Identitas Kependudukan Digital

Layanan registrasi penggunaan identitas kependudukan digital. FOTO: HUMAS UNG

Darilaut (UNG) – Untuk memperluas penggunaan identitas kependudukan digital, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) ikut berkontribusi dengan mendorong civitas akademika untuk melakukan registrasi.

Regisrasi dilakukan dengan membuka fasilitas layanan mobile aplikasi identitas kependudukan digital dalam smartphone Android. Kegiatan registrasi berlangsung selama delapan hari hingga Rabu 24 Mei 2023.

Program Kementerian Dalam Negeri ini kerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil – Pemberdayaan Masyarakat Desa dan UNG.

Fasilitas pelayanan secara khusus melayani ratusan dosen dan tenaga kependidikan dalam penggunaan aplikasi tersebut.

Kepala Biro Umum dan Keuangan Arief Rachman Hakim Abdul, mengatakan, fasilitas pelayanan yang dihadirkan UNG merupakan bentuk komitmen untuk ikut serta menyukseskan identitas kependudukan digital di Provinsi Gorontalo.

Untuk melayani ratusan dosen dan tenaga kependidikan dapat terdaftar seluruhnya, pelayanan mobile registrasi dibuka selama 8 hari hingga tanggal 24 Mei.

“Secara khusus kita telah membuatkan jadwal pelayanan untuk masing-masing unit kerja di lingkungan setiap harinya, sehingga proses pelayanan mobile registrasi dapat berjalan optimal,” ujar Arief.

Arief berharap dengan dimanfaatkannya fasilitas pelayanan mobile registrasi aplikasi identitas kependudukan digital, civitas akademika UNG dapat terdaftar seluruhnya sehingga penggunaan aplikasi tersebut dapat berlaku secara masif khususnya di Provinsi Gorontalo.

Pengelolaan Arsip

Sementara itu, untuk pengelolaan arsip yang baik, unit pelaksana teknis (UPT) Kearsipan menggelar bimbingan teknis (bimtek) di lingkungan UNG.

Bimtek ini fokus pada penataan arsip yang masih bercampur dengan menghadirkan narasumber dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

Menurut Kepala UPT Kearsipan Yenny Mohammad, pelaksanaan bimtek bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pengelola arsip dalam melakukan penataan arsip kacau di setiap unit kerja.

Kemudian meningkatkan kualitas penataan arsip in-active secara internal, dengan menggunakan sarana prasarana penunjang kearsipan.

“Ini juga untuk mengembalikan kembali susunan arsip sebagaimana kegiatan administrasi kearsipan, dalam menunjang tugas dan fungsi sebuah organisasi,” ujar Yenny.

Rektor UNG yang diwakili Dekan Fakultas Teknik Dr. Sardi Salim, mengatakan, bimtek ini menjadi sangat penting, untuk terus membenahi pengelolaan arsip UNG.

Sardi berharap pengelola arsip akan memiliki kompetensi yang semakin mampu dalam melakukan penataan arsip sesuai dengan norma, standar, prosedur serta kriteria yang berlaku.

Exit mobile version