Jumat, Juni 19, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

100 Ribu Bangkai Ikan Mengambang di Lepas Pantai Prancis

redaksi
12 Februari 2022
Kategori : Berita
0
100 Ribu Bangkai Ikan Mengambang di Lepas Pantai Prancis

Lebih dari 100 ribu bangkai ikan yang mengambang di lepas pantai Prancis, Samudra Atlantik. FOTO: SEA SHEPHERD

Darilaut – Lebih dari 100.000 ikan mati mengambang di lepas pantai Prancis, Samudra Atlantik. 100 ton ikan in berasal dari kapal pukat milik Belanda FV Margiris.

Kapal penangkap ikan terbesar kedua di dunia tersebut, membuang lebih dari 100.000 ikan mati, awal Februari ini. Bangkai ikan ini mengambang seperti karpet di lautan.

Mengutip Reuters.com (4/2), tumpahan yang terjadi pada Kamis pagi disebabkan pecahnya jaring pukat, kata kelompok industri perikanan PFA, mewakili pemilik kapal.

Dalam sebuah pernyataan, kelompok itu mengatakan tumpahan itu sebagai “kejadian yang sangat langka”.

Sebuah kelompok lingkungan membantah akun itu, mengatakan itu adalah pembuangan ilegal lebih dari 100.000 ikan yang tidak diinginkan.

Kelompok pegiat pelestarian laut, Sea Shepherd Prancis pertama kali menerbitkan gambar tumpahan, menunjukkan permukaan laut ditutupi oleh lapisan kapur-kapur biru yang padat, sub-spesies ikan kod, yang digunakan untuk memproduksi secara massal fish finger, minyak ikan, dan makanan.

Sea Shepherd Prancis mengatakan tidak percaya atas insiden yang tidak disengaja tersebut. Namun kejadian ini karena kapal perikanan ingin membuang jenis ikan yang tidak diproses. Praktik ini dikenal sebagai hasil tangkapan sampingan yang dilarang di bawah aturan penangkapan ikan UE.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: kapal perikananPrancisSea ShepherdTangkapan Sampingan
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Populasi Rendah, Ikan Napoleon Masuk Daftar IUCN dan CITES

Next Post

UNEP: Kurangi Produksi Plastik Murni 55 Persen

Postingan Terkait

Teknologi Menanam Bawang Merah di Pesisir

Teknologi Menanam Bawang Merah di Pesisir

19 Juni 2026
Korban Tewas Gempa Sarangani di Mindanao Meningkat Menjadi 37 Orang

Korban Tewas Gempa Sarangani Bertambah Menjadi 78 Orang, 30 Hilang

19 Juni 2026

703 Kali Gempa Susulan di Sulawesi Tengah

Korban Tewas Gempa Sulawesi Tengah Tiga Orang, 108 Terluka

Gempa Sulawesi Tengah Mengakibatkan 6.458 Orang Terdampak, Rumah Rusak 1.615 Unit

BNPB Kirim Dukungan Logistik Korban Gempa di Sulawesi Tengah

Dosen Fakultas Kelautan UNG Salah Satu Peserta Akuakultur Berkelanjutan Indonesia di Shanghai Cina

Dasar Laut yang Terangkat Akibat Gempa Sarangani M7,8 di Mindanao Akan Dijadikan Monumen Geologi

Next Post
Ancaman Sampah Laut: Perubahan Perilaku dan Penyakit Aneh

UNEP: Kurangi Produksi Plastik Murni 55 Persen

Komentar tentang post

TERBARU

Teknologi Menanam Bawang Merah di Pesisir

Korban Tewas Gempa Sarangani Bertambah Menjadi 78 Orang, 30 Hilang

703 Kali Gempa Susulan di Sulawesi Tengah

Korban Tewas Gempa Sulawesi Tengah Tiga Orang, 108 Terluka

Gempa Sulawesi Tengah Mengakibatkan 6.458 Orang Terdampak, Rumah Rusak 1.615 Unit

BNPB Kirim Dukungan Logistik Korban Gempa di Sulawesi Tengah

AmsiNews

REKOMENDASI

Topan Talim Mendekati Guangdong dan Hainan, Hong Kong Umumkan Sinyal Badai

Siklon Tropis Alfred Terbentuk di Laut Koral Australia

Topan Wipha Mendarat Dekat Makao dan Terus Menjauh Dari Hong Kong

Kisah Nelayan Ban Penangkap Lobster

Indonesian Olympiad Of Science 2025, Mahasiswa Teknik Geologi UNG Raih 57 Penghargaan

Rantai Makanan dalam Ekosistem Mangrove di Pohuwato Tercemar Merkuri

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.