Darilaut – Sebanyak 11 wisatawan mancanegara (wisman) dan dua anak buah kapal (ABK) hilang kontak di perairan Teluk Tomini, pada Jumat (24/7).
Kapal cepat (speed boat) yang berangkat dari Pulau Una-Una Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, dengan tujuan Marisa Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo.
Mukmin Badu, pengelola Hari-Mimin Homestay, mendapatkan informasi hilangnya kapal cepat yang membawa wisatawan mancanegara tersebut dan meneruskan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Gorontalo.
”Dive resort menyampaikan kapal berangkat pukul 07.00 pagi,” ujar Mukmin biasa disapa Mimin, seraya menambahkan biasanya perjalanan laut ke Marisa ditempuh tiga sampai empat jam. ”Bila cuaca bagus hanya dua jam.”
Hingga Jumat malam tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) Gorontalo masih melakukan koordinasi mengenai 11 wisman dan dua anak buah kapal yang hilang kontak di perairan Teluk Tomini.
”Kami dapat informasi 13 orang (wisatawan mancanegara) dengan ABK,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo, Heriyanto.
Tim Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo belum memperoleh titik koordinat hilangnya kapal cepat yang berangkang dari Tojo Una-Una Sulawesi Tengah menuju Marisa, Kabupaten Pohuwato Provinsi Gorontalo.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo telah melakukan komunikasi dengan dive centre di Tojo Una-Una untuk jumlah penumpang dan ABK,
“Kami tadi telpon langsung” sekira jam 20.08 Wita, kata Heriyanto, untuk menanyakan kepastian jumlah penumpang yang ada di kapal cepat tersebut.
Tim Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo masih melakukan koordinasi dengan Basarnas Palu, Lanal Gorontalo, Polairud dan pemandu wisata.
