Darilaut – Peneliti Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menemukan 12 jenis ikan ekonomis penting di Teluk Tomini telah terkontaminasi mikroplastik. Hasil penelitian tersebut telah dipublikasi di Egyptian Journal of Aquatic Biology & Fisheries, edisi Januari 2026.
Penelitian ini berlokasi di Torosiaje, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo. Hasil penelitian ini mengonfirmasi keberadaan mikroplastik yang meluas di semua sampel ikan yang dikumpulkan di Torosiaje.
Hasil riset ini dilakukan oleh Syam S. Kumaji, Dewi Wahyuni K. Baderan, Hasim, Zuliyanto Zakaria, Djuna Lamondo, dan Femy Mahmud Sahami dari UNG.
Penelitian ini berlangsung dari Juni hingga Agustus 2025 di tiga lokasi masing-masing Torosiaje Mainland (TM), Torosiaje Island (TI), dan Torosiaje Settlement (TS). Sebanyak 12 jenis ikan diteliti dari 15 sampel yang dikumpulkan dari tiga lokasi.
Semua sampel ikan yang terkontaminasi mikroplastik di lokasi Daratan Torosiaje (TM) menunjukkan kontaminasi tertinggi, dengan mencatat rata-rata kelimpahan 59,4±20,43 partikel per individu ikan, khususnya pada spesies Craterognathus plagiotaenia (86 partikel/individu), Lutjanus ehrenbergii (72 partikel/individu), dan Mugil cephalus (59 partikel/individu).
Area TI 39.4 ± 6.66 partikel per individu, serta kelimpahan terendah tercatat di TS 32.6 ± 12.66 partikel/individu).
Temuan lebih lanjut mengungkapkan dominasi signifikan partikel berwarna biru, yang mencakup 83,0% (524 unit) dari total temuan, diikuti oleh varietas transparan (9,2%) dan hitam (3,0%).
Dari 15 sampel yang diteliti, terdapat 12 jenis ikan yang dikumpulkan dari tiga lokasi penelitian.
Puluhan jenis ikan yang diteliti tersebut masing-masing: Mugil cephalus, Lutzanus ehrenbergii, Craterognathus plagiotaenia (Sinonim: Carangoides plagiotaenia, Red), Epinephelus faveatus, Scolopsis sp., Scarus cf.globiceps, Lethrinus sp, Lutjanus Lutjanus, Parupeneus barberinus, Lethrinus rubrioperculatus, Siganus guttatus, dan Caesio cuning.
Penelusuran Darilaut.id, 12 jenis ikan ini hidup di perairan pantai, berlamun, dan terumbu karang. Data nama-nama jenis ikan tersebut, antara lain, dari Teguh Peristiwady (2006) ”Ikan-ikan Laut Ekonomis Penting di Indonesia”, Fishbase.se, lib.ui.ac.id dan Reefguide.org.
Ikan Belanak (Mugil cephalus) atau flathead grey mullet habitatnya di perairan pantai. Kakap garis (Lutzanus ehrenbergii) atau Blackspot snapper hidup di terumbu karang. Ikan Kuwe atau bobara (Craterognathus plagiotaenia; Sinonim: Carangoides plagiotaenia, Red) atau barcheek trevally hidup di perairan dekat pantai dan sekitar terumbu karang. Kerapu/ goropa (Epinephelus faveatus) atau Barred-chest grouper habitatnya di ekosistem terumbu karang.
Ikan kurisi (Scolopsis sp) hidup di dasar pasir dan sekitar terumbu karang. Kakatua (Scarus cf.globiceps) atau parrotfish hidup di sekitar terumbu karang. Ketamba (Lethrinus sp) atau emperor hidup di perairan dangkal berpasir, berlamun dan terumbu karang.
Ikan kakap mata besar (Lutjanus lutjanus) atau bigeye Seaperch/ bigeye snaper hidup di terumbu karang dan pantai berpasir. Biji nangka (Parupeneus barberinus) atau Dash-dot Goatfish / Dot-dash goatfish habitatnya di perairan dangkal.
Ikan Dusu, Ketamba (Lethrinus rubrioperculatus) atau spotcheck emperor hidup di perairan dangkal dekat pantai. Baronang totol (Siganus guttatus) atau rabbitfish hidup di padang lamun. Ikan lolosi papan, lolosi kuning (Caesio cuning) atau red-bellied fusilier hidup di sekitar terumbu karang.
