130 Orang Penumpang KMP Virgo Transport 8 Dalam Pencarian di Perairan Masalembo

Kapal Roro Penumpang KMP Virgo Transport 8. FOTO: KEMENHUB

Darilaut – Kapal Roro Penumpang KMP Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan laut akibat cuaca buruk di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu (13/9) dini hari.

Sebanyak 113 orang telah dievakuasi, terdiri atas 107 orang korban selamat dan enam orang meninggal dunia. Tim SAR (Search and Rescue) gabungan masih melakukan pencarian 130 orang di atas kapal.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menginstruksikan seluruh jajaran dan pihak terkait untuk memprioritaskan pada pencarian, evakuasi, serta pendataan penumpang KMP Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa.

“Atas nama Pemerintah, kami mengungkapkan duka cita yang mendalam atas tragedi ini. Bagi korban yang meninggal dunia, semoga mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” kata Menhub Dudy dalam konferensi pers yang digelar di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu.

“Kepada korban selamat, saya berharap dapat segera pulih dan bisa kembali beraktivitas seperti sedia kala.”

Menhub Dudy mengatakan prioritas saat ini adalah mencari dan menyelamatkan sebanyak mungkin penumpang beserta awak kapal KMP Virgo Transport 8. Adapun bagi penumpang yang telah berhasil ditemukan, kami akan segera memberikan pertolongan semaksimal mungkin.

Menhub Dudy menyampaikan KMP Virgo Transport 8 yang dinakhodai oleh Arief Yunianto bertolak dari Pelabuhan Surabaya pada 12 September 2026 pukul 06.52 dengan tujuan Pelabuhan Banjarmasin.

Berdasarkan data manifest, kapal tersebut mengangkut sebanyak 243 orang.

Terkait penyebab kecelakaan, Menhub Dudy menyerahkan proses investigasi kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Ia meminta seluruh pihak untuk bersabar dan memberikan kesempatan kepada KNKT untuk bekerja secara profesional, independen, dan berbasis fakta.

Korban selamat Kapal Roro Penumpang KMP Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan laut di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu (13/9) dini hari. FOTO: KEMENHUB

“Kami tidak ingin mendahului investigasi KNKT. Yang terpenting, semoga penyebab kecelakaan ini dapat diketahui secara jelas dan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan keselamatan pelayaran di kemudian hari,” ujar Menhub.

Menhub Dudy mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Basarnas, TNI/Polri, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, tenaga kesehatan, para operator kapal, serta seluruh unsur terkait yang telah bekerja sama dalam operasi kemanusiaan ini.

Kementerian Perhubungan telah membuka Posko Terpadu di Pelabuhan Trisakti guna mempermudah koordinasi, penyelamatan, dan pendataan.

“Terima kasih kepada Pelindo yang telah membantu menyiapkan Posko Terpadu ini. Saya berharap seluruh proses dapat berjalan dengan lancar dan bagi masyarakat yang merasa kehilangan keluarga, diharapkan segera melaporkan informasi tersebut kepada petugas posko,” kata Menhub.

Turut hadir dalam konferensi pers ini, Dirjen Perhubungan Laut Muhammad Masyhud serta Kepala BASARNAS Marsekal Madya TNI Muhammad Syafi’i.

Kapal Roro Penumpang KMP Virgo Transport 8 dengan bendera Indonesia berukuran 8.540 GT dioperasikan oleh PT. Virgo Karya Shipping.

Data sementara, berdasarkan manifes, terdapat total 243 orang di atas kapal (30 kru, 27 mitra kerja kapal, 59 penumpang dewasa, 1 anak-anak, serta 126 sopir dan kernet) beserta 89 unit muatan kendaraan.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banjarmasin, Heri Purwanto, menjelaskan bahwa kronologi awal kejadian kapal tersebut mengalami kondisi listing (kemiringan) dan kehilangan kontak (lost contact) di sekitar perairan Masalembo, Laut Jawa, Minggu sekira pukul 02.00 Local Time atau waktu setempat.

Exit mobile version