19 Ribu Kapal di Korea Selatan Dipindahkan ke Tempat Aman

Ribuan kapal diperintahkan mencari tempat yang aman untuk menghindari Topan Hinnamnor yang akan mendekati dan melintasi beberapa wilayah pesisir di Korea Selatan, Senin (5/9) dan Selasa (6/9). FOTO: YONHAP NEWS VIA AP

Darilaut – Sebanyak 19.000 kapal dipindahkan ke tempat yang aman menjelang Topan Hinnamnor mendekati dan akan melintasi pesisir Korea Selatan Senin dan Selasa, pekan ini. Operasi pelayanan pelayaran 52 kapal ferry yang melayani 37 rute juga telah ditangguhkan.

“Pemerintah daerah Jeju, Provinsi Jeolla Selatan dan kotamadya terdekat lainnya telah memerintahkan sekitar 19.000 kapal untuk pindah ke tempat yang aman, tulis Yonhap News, En.yna.co.kr.

Selain itu, lebih dari 600 jalur di taman nasional di seluruh Korea Selatan ditutup hari Minggu mulai pukul 15.00 waktu setempat.

Presiden Koreas Selatan, Yoon Suk-yeol, mengatakan bencana alam menyebabkan kerusakan dan penderitaan yang lebih besar bagi masyarakat yang lemah secara sosial.

“Kita harus mengutamakan keselamatan masyarakat dan melakukan yang terbaik untuk meminimalkan kerusakan akibat topan,” kata Presiden Yoon.

Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol memimpin pertemuan untuk kesiapan pemerintah melawan Topan Hinnamnor di pusat manajemen krisis kantor kepresidenan di Seoul Minggu 4 September 2022. FOTO: YONHAP NEWS

Sementara itu, tiga operator telekomunikasi utama Korea Selatan telah menyiapkan langkah-langkah darurat untuk menangani potensi gangguan jaringan yang disebabkan oleh Topan Hinnamnor, saat negara itu bersiap menghadapi badai paling kuat yang pernah ada.

Menurut Administrasi Meteorologi Korea (KMA) topan Hinnamnor diklasifikasikan sebagai topan “sangat kuat”. Hinnamnor secara bertahap bergerak ke utara menuju perairan di selatan Pulau Jeju pada hari Senin.

Selanjutnya, diperkirakan topan Hinnamnor akan mendarat 80 km utara-barat laut kota pelabuhan selatan Busan pada Selasa pukul 09.00.

Hinnamnor diperkirakan akan menjadi topan terkuat yang pernah mendarat di Korea Selatan.

Mengutip NHK (Nippon Hoso Kyokai) Badan Meteorologi Jepang mengatakan Topan Hinnamnor yang besar dan kuat sedang menuju utara dari Pulau Kume di Prefektur Okinawa.

Topan tersebut diperkirakan akan berkembang dan mengubah arahnya ke timur mendekati Kyushu pada hari Selasa.

Udara lembab dari topan dan hujan membentang dari Semenanjung Korea ke Laut Jepang.

Curah hujan dalam periode 24 jam hingga Senin sore dapat mencapai 180 milimeter di selatan Kyushu dan Shikoku; 150 milimeter di wilayah Amami dan Tokai; dan 120 milimeter di Kyushu utara.

Angin kencang diperkirakan akan terjadi, terutama di Kyushu, dari Senin hingga Selasa.

Kecepatan angin maksimum diperkirakan mencapai 90 kilometer per jam di Kyushu utara, 83 kilometer per jam di Kyushu selatan dan 72 kilometer per jam di Amami.

Angin kencang diperkirakan akan terjadi di Kyushu utara pada hari Selasa, dengan kecepatan angin sesaat maksimum 144 hingga 216 kilometer per jam.

Pejabat cuaca mendesak agar berhati-hati terhadap tanah longsor dan banjir di daerah dataran rendah. Selain itu, waspada dengan sungai yang meluap, gelombang tinggi serta sambaran petir, angin kencang dan angin berpusar.

Prakiraan Joint Typhoon Warning Center (JTWC) tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 14 meter (46 feet).

Topan yang sangat kuat tersebut terletak 707 km barat daya Busan, dan dalam enam jam terakhir telah bergerak ke utara dengan kecepatan 22 km per jam (12 knot) selama 6 jam terakhir.

Kecepatan pada lintasan sekarang mencapai 20 km per jam (12 knot) dan sistem bergerak sedikit dari utara ke timur.

Prediksi JTWC tren ini akan berlanjut selama 12 jam ke depan dan dalam 12 jam sistem akan berada tepat di tenggara Cheju Do, bergerak cepat ke timur laut menuju daerah Busan.

Pendaratan di sekitar Busan diantisipasi selama 18 hingga 21 jam ke depan. Setelah memotong tenggara Korea, sistem bergerak cepat ke Laut Jepang saat transisi ke siklon ekstra-tropis.

Sumber: Yonhap (en.yna.co.kr), Nhk.or.jp dan Zoom.earth/JTWC

Exit mobile version