Darilaut – Empat media arus utama Indonesia, yaitu Tempo, Kompas, Republika, dan HukumOnline, resmi bergabung sebagai mitra media dalam inisiatif strategis penguatan model bahasa besar (Large Language Model/LLM) Sahabat-AI.
Ke-4 media ini menyumbangkan materi pemberitaan sebagai bagian dari pelatihan data yang digunakan untuk menyempurnakan kapabilitas bahasa dan konteks lokal dalam LLM buatan dalam negeri.
Pengembangan Sahabat-AI dijalankan dengan semangat gotong royong yang menyatukan institusi riset, organisasi media, lembaga pemerintah, dan mitra lain seperti lembaga pendidikan.
Selain dengan media arus utama, kolaborasi saat ini terus berjalan dengan enam perguruan tinggi terkemuka seperti Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, IPB University, Universitas Udayana, dan Universitas Sumatera Utara guna memastikan Sahabat-AI optimal sesuai dengan konteks lokal dan relevansi budaya.
Sahabat-AI, yang dikembangkan oleh GoTo dan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), merupakan terobosan dalam teknologi kecerdasan buatan Indonesia dengan kemampuan chat multibahasa, termasuk bahasa daerah Jawa, Sunda, Bali, dan bahasa Batak.
Chief Executive Officer (CEO) Tempo Digital, Wahyu Dhyatmika, mengatakan, kolaborasi media dengan platform AI buatan bangsa sendiri ini tak hanya merupakan simbol kedaulatan digital Indonesia, namun juga bisa jadi benchmark bagaimana jurnalisme bisa beradaptasi di era AI.
“Kami yakin jurnalisme berkualitas akan berkontribusi pada kejernihan hasil kecerdasan buatan di Sahabat-AI karena berita yang kami produksi telah melalui tahapan verifikasi dan konfirmasi berlapis. Selain itu, gaya menulis berita khas Tempo bisa memberi kekayaan berbahasa untuk Sahabat-AI,” ujar Wahyu.
Menurut CEO KG Media, Andy Budiman, kolaborasi antara KG Media dan GoTo dalam menghadirkan Sahabat-AI adalah contoh nyata bagaimana perusahaan teknologi dapat bertindak secara bertanggung jawab dan beretika, dengan menggandeng perusahaan media untuk membangun AI yang tidak hanya cerdas, tetapi juga bijak secara nilai.
Di tengah maraknya praktik pengembangan AI yang mengabaikan etika, seperti pengambilan konten media tanpa izin, kerja sama ini menunjukkan arah yang berbeda—menghargai hak cipta, kredibilitas informasi, dan kepentingan publik, kata Andy.
“Kami berharap Sahabat-AI dapat menjadi fondasi bagi ekosistem AI Indonesia yang berdaulat, etis, dan berpihak pada masyarakat luas,” ujarnya.
Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, mengatakan, Sahabat-AI adalah bagian penting transformasi jurnalisme di era kecerdasan buatan. Bagi media, AI harus dimanfaatkan secara strategis untuk memperkuat kualitas liputan, mempercepat distribusi informasi, dan tetap berpihak pada kepentingan publik.
”Adaptasi ini bukan hanya tentang teknologi, juga tentang menjaga relevansi, akurasi, dan integritas media dalam menyampaikan suara masyarakat,” ujarnya.
Sementara CEO HukumOnline, Arkka Dhiratara, menjelaskan bahwa dalam waktu dekat, AI akan menjadi utilitas esensial yang menyatu dengan aktivitas kita sehari-hari.
Karena itu, pengembangan LLM yang memahami konteks dan kompleksitas Indonesia sangat mendesak.
”Hukumonline berbangga menjadi mitra media dari Sahabat-AI dan mendukung penuh ekosistem AI lokal yang inklusif, relevan, dan berdaulat,” kata Arkka.
Platform ini tidak hanya menjadi wujud komitmen terhadap kedaulatan digital, tapi juga sarana pemberdayaan talenta lokal serta penyediaan layanan publik berbasis AI yang aman, relevan, dan inklusif.
Diperkenalkan pertama kali di forum Indosat Indonesia AI Day pada November 2024, Sahabat-AI diharapkan bisa memperkuat kedaulatan digital Indonesia.
Seiring peningkatan kapasitas menjadi 70 miliar parameter, Sahabat-AI kini menawarkan akurasi lebih tinggi, sehingga dapat meluncurkan layanan chat terbaru yang bisa diakses melalui situs sahabat-ai.com maupun aplikasi GoPay pada menu “Layanan Favorit Warga”.
Layanan itu dilengkapi kemampuan penalaran canggih sehingga memudahkan pengguna untuk bertanya dan mendapatkan jawaban informatif dengan bahasa yang alami.
Sejak peluncuran model berkapasitas 8 dan 9 miliar parameter, Sahabat-AI telah diunduh lebih dari 35.000 kali di platform kolaborasi pengembangan AI, Hugging Face. Untuk para pengembang teknologi di Hugging Face dan situs Sahabat-AI.
Akses terbuka ini memberdayakan ekosistem AI Indonesia yang lebih luas untuk membangun, bereksperimen, dan berkolaborasi sehingga mendorong terciptanya berbagai aplikasi AI sesuai dengan kebutuhan lokal.
