Abad 10 Masehi Kapal Indonesia Telah Berlayar ke Persia

Situs kapal kuno di desa Lambur, Jabung Timur, Provinsi Jambi. FOTO: UI.AC.ID

Darilaut – Dosen Departemen Arkeologi, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (UI) Ali Akbar, menemukan bukti bahwa kapal asal Indonesia telah berlayar ke Persia sejak abad 10 Masehi.

“Penemuan kapal ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia telah mampu membuat kapal besar yang mampu menjelajah sangat jauh di lautan lepas, bahkan sebelum kedatangan bangsa Eropa,” ujar Ali seperti dikutip dari Ui.ac.id.

Kapal kuno yang telah berlayar hingga ke Persia tersebut ditemukan di Desa Lambur, Jabung Timur, Provinsi Jambi.

Dengan adanya temuan ini kapal Indonesia telah menjelajah sangat jauh di lautan lepas, sebelum kedatangan pelaut-pelaut dari Eropa. Bangsa Eropa dikenal sebagai penjelajah dunia pada sekitar abad ke-14 Masehi.

Ali mempresentasikan hasil penelitiannya pada Selasa (27/4). Presentasi secara virtual ini dengan judul “The Lambur Shipwreck: Archaeological excavation in Tanjung Jabung Timur, Jambi, Indonesia” pada kegiatan seminar “Watercraft of the Islamicate World.”

Kegiatan ini diikuti oleh berbagai negara di dunia, dan Ali Akbar merupakan satu-satunya pembicara yang mewakili Indonesia.

Berdasarkan riset, panjang kapal kuno tersebut ini 24 meter dengan lebar 5,5 meter. Kapal ini diperkirakan dibuat pada awal abad ke-16 Masehi.

Sebagai perbandingan, pada akhir abad ke-16, tepatnya tahun 1596, Cornelis de Houtman, pelaut Belanda yang pertama mendarat di Indonesia.

Cornelis de Houtman membawa empat kapal berukuran panjang 24 meter yang mampu mengarungi samudra dari Eropa sampai ke Nusantara.

Hal ini menunjukkan bahwa teknologi perahu kuno di Jambi ini dapat menyamai kemampuan kapal-kapal Eropa tersebut.

Penyusunan papan-papan perahu kuno tersebut menggunakan teknik papan ikat dan kuping pengikat (sewn plank and lashed-lug technique).

Teknik ini merupakan ciri khas teknik pembuatan kapal masyarakat Asia Tenggara atau Austronesia dan diterapkan mulai dari sekitar abad ke 1 Masehi. Kapal kuno dengan teknik ini antara lain ditemukan di Malaysia, Filipina, Vietnam, dan Indonesia.

Kapal ini diyakini merupakan sisa peradaban Kerajaan Zabaj (Sabak) yang terletak di antara India dan Cina serta berada di garis ekuator.

Kerajaan maritim berbudaya Islam ini terkenal dengan kemampuan penjelajahan kapal-kapal mereka. Berdasarkan catatan kuno, perahu-Zabaj juga telah sanggup berlayar ke Persia yakni ke Pelabuhan Siraf di Iran.

Penelitian ini merupakan hasil kerja sama antara UI dengan Pemerintah Daerah Tanjung Jabung Timur. Tujuan penelitian untuk peningkatan kualitas pariwisata di lokasi Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Provinsi Jambi.

Menurut Ali, situs kapal kuno tersebut terletak di lokasi transmigrasi yang terbilang cukup sepi. Diharapkan berdasarkan penelitian ini, pengolahan pariwisata daerah tersebut dapat dilakukan dan situs ini dapat menjadi media pembelajaran bagi masyarakat umum.

Seminar “Watercraft of the Islamicate World” merupakan kegiatan yang digelar oleh The Centre for Islamic Archaeology of the Institute of Arab & Islamic Studies (IAIS) University of Exeter.

Universitas di Inggris ini merupakan salah satu universitas terkemuka dunia yang memiliki ranking 164 menurut QS World University Rankings pada tahun 2020.

Exit mobile version