Rabu, Maret 11, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Ada Cahaya Kehijauan di Langit Pontianak

redaksi
3 Juni 2022
Kategori : Berita
0
Hari Ini Kementerian Agama Gelar Rukyatul Hilal di 101 Titik

Ilustrasi observasi astronomi. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Cahaya kehijauan yang muncul di langit Kota Pontianak, Kalimantan Barat, ramai diperbincangkan warga setempat.

Peneliti Pusat Riset Antariksa, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Andi Pangerang mengatakan fenomena cahaya kehijauan terjadi di langit Kota Pontianak pada Senin (30/5) sekitar pukul 23.00 WIB.

Cahaya kehijauan yang muncul tersebut seperti bintang jatuh (meteor) dengan durasi 1 hingga 2 detik ini diduga merupakan serpihan dari satelit COSMOS 1408.

Menurut Andi, berdasarkan pengamatan di laman pemantauan benda jatuh antariksa milik Pusat Riset Antariksa BRIN (orbit.brin.go.id), cahaya kehijauan yang melintasi kota Pontianak ini diduga merupakan serpihan dari satelit COSMOS 1408.

Serpihan ini diperkirakan jatuh antara tanggal 29 Mei hingga 31 Mei 2022. Lintasan jatuhnya melewati kota Pontianak dari Utara ke Selatan.

Andi mengatakan satelit COSMOS 1408 adalah sebuah satelit electronics and signals intelligence yang dioperasikan oleh Uni Soviet. Satelit ini diluncurkan ke Orbit Bumi rendah pada 16 September 1982 untuk menggantikan COSMOS 1378.

Namun karena sudah tidak dioperasikan lagi, maka satelit ini dihancurkan pada 15 November 2021 dalam rangkaian uji senjata anti satelit rusia, yang menghasilkan kurang lebih 1500 pecahan di atas bumi.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: AntariksaBRINFenomena LangitPontianakSatelit
Bagikan7TweetKirimKirim
Previous Post

Indonesia Pengguna Satelit Terbesar

Next Post

Stockholm+50, Indonesia Tekankan Solidaritas dan Kolaborasi Aksi Lingkungan

Postingan Terkait

Saling Serang AS-Isarel vs Iran, PBB: Warga dan Infrastruktur Sipil Harus Dilindungi

Saling Serang AS-Isarel vs Iran, PBB: Warga dan Infrastruktur Sipil Harus Dilindungi

11 Maret 2026
Krisis Selat Hormuz

Krisis Selat Hormuz

10 Maret 2026

Kisah Syekh Yusuf Dari Sulawesi Selatan Hingga Afrika Selatan, Melalui Ajaran Sufistik Melawan Kolonial dan Menyebarkan Islam

Bibit Siklon Tropis 95W Berkembang Menjadi Depresi Tropis di Laut Filipina

Sejumlah Wilayah Indonesia Berpotensi Diguyur Hujan

Penyumbang Inflasi Provinsi Gorontalo Februari 2026 Tarif Listrik, Emas dan Ikan

Inflasi Provinsi Gorontalo Bulan Februari 5,30 Persen, Lebih Tinggi Secara Nasional 4,76 Persen

Potensi Hujan Hari Ini Hingga 16 Maret di Indonesia

Next Post
Penanaman Mangrove dengan Sistem Rumpun Berjarak

Stockholm+50, Indonesia Tekankan Solidaritas dan Kolaborasi Aksi Lingkungan

Komentar tentang post

TERBARU

Fakultas Kedokteran UNG Raih Penghargaan Institusi Terfavorit

Saling Serang AS-Isarel vs Iran, PBB: Warga dan Infrastruktur Sipil Harus Dilindungi

Program Studi Pendidikan Matematika UNG Raih Akreditasi Unggul

Krisis Selat Hormuz

Kisah Syekh Yusuf Dari Sulawesi Selatan Hingga Afrika Selatan, Melalui Ajaran Sufistik Melawan Kolonial dan Menyebarkan Islam

Bibit Siklon Tropis 95W Berkembang Menjadi Depresi Tropis di Laut Filipina

AmsiNews

REKOMENDASI

Dua Daerah Sepakat Berantas Destructive Fishing

Topan Freddy Mendarat di Mozambik Akhir Pekan ini

Mahasiswa Brawijaya Ciptakan i–LENUK, Aplikasi Pendataan Penyu

Deforestasi Indonesia Tren Menurun, Tertinggi 1996 – 2000

Raja Ampat Bentuk Tim Pokja Sampah

Stok Ikan Tuna Mata Besar di Samudra Hindia Membaik, Kuota Jepang Akan Naik

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.