Analisis 49 Hari Aldi Novel Adilang Hanyut di Laut Lepas

DR WIDODO S PRANOWO

Analisis 49 hari Aldi Novel Adilang hanyut di laut.

ALDI Novel Adilang hanyut selama 49 hari di laut lepas. Aldi adalah seorang penjaga rumpon (rompong) yang berlokasi dengan jarak 125 kilometer dari pesisir utara Manado, Sulawesi Utara.

Aldi hanyut pada 14 Juli 2018 akibat terlepasnya tali pengait jangkar. Pada 31 Agustus 2018, kapal tanker MV Arpeggio berbendera Panama menemukan Aldi dan rumpon di perairan Guam.

Mengingat kapal tersebut sedang menuju Tokuyama (Prefektur Yamaguchi), Jepang, Coast Guard Guam berkoordinasi dengan Coast Guard Jepang dan sepakat mengarahkan kapal ke Tokuyama.

Coast Guard Jepang kemudian menyampaikan notifikasi kepada Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Osaka, Jepang, tentang penyelamatan Aldi oleh kapal MV Arpeggio. KJRI Osaka mulai mempersiapkan proses kepulangan Aldi ke Indonesia.

Berdasarkan pemberitaan, Aldi survive selama 49 hari. Bila menghitung mundur, estimasi mulai drifting-nya pada 18 juli.

Drifting Aldi mengikuti pola arus Halmahera Eddy. Secara umum, Eddy merupakan pertemuan antar aliran massa air atau antar arus yang menyebabkan terjadinya suatu pusaran arus. Arus Eddy ini ada yang memiliki diameter puluhan hingga ratusan kilometer.

Arus Halmahera Eddy menuju ke timur. Kemudian mencapai lokasi di mana arus Eddy melemah dan terseret ke barat laut.

Hal ini akibat imbas dari ekor siklon tropis Jebi yang bergerak menuju ke arah Jepang. Jarak antara rumpon dan kapal penyelamat dengan jalur siklon memang jauh, sekitar 500-600 kilometer. Namun tetap saja permukaan air pasti terpengaruh.

Bila memperhatikan lekat-lekat animasi arus pada gambar di atas, ketika mendekati akhir, akan terlihat ada arus warna biru sangat cepat melintas diagonal searah dengan jalur siklon tropis menuju ke arah Jepang.

Panah vektor biru adalah arus pada 15 juli hingga 1 sep 2018. Dot merah dihubungkan dengan garis adalah pergerakan siklon tropis Jebi dari 28 Agustus hingga 1 September 2018.

Dot hijau muda dengan panah biru tua, adalah estimasi pergerakan umum hanyutnya rumpon Aldi hingga ke Guam.*

Dr Ing Widodo S. Pranowo adalah Research Associate (Peneliti) di Laboratorium Data Laut & Pesisir Badan Riset & Sumber Daya Manusia, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.

Exit mobile version