Apa Itu Nilai Tukar Nelayan

FOTO: DARILAUT.ID

NILAI Tukar Nelayan (NTN) sebagai alat ukur kesejahteraan yang diperoleh dari perbandingan besarnya harga yang diterima, dengan harga yang dibayarkan oleh nelayan.

Jadi, angka ini menunjukkan perbandingan antara indeks harga yang diterima nelayan (IT) dan indeks harga yang dibayar nelayan (IB).

IT adalah indeks pergerakan harga paket komoditas yang dihasilkan oleh kegiatan penangkapan ikan oleh nelayan dibandingkan dengan tahun dasar.

IB adalah indeks pergerakan harga paket komoditas yang dikeluarkan oleh nelayan termasuk konsumsi rumah tangga dan biaya produksi dan penambahan barang modal dibandingkan dengan tahun dasar.

Standar kesejahteraan nelayan adalah NTN sebesar 100. NTN >100, harga produksi naik lebih besar dari kenaikan harga konsumsinya. Artinya pendapatan nelayan naik lebih besar dari pengeluarannya atau surplus.

NTN = 100 memiliki arti bahwa kenaikan harga produksi sama dengan kenaikan harga konsumsi sehingga nelayan mengalami impas.

NTN <100, kenaikan harga produksi lebih rendah dari kenaikan harga konsumsi, pendapatan nelayan turun lebih kecil dari pengeluarannya sehingga nelayan mengalami defisit.

Sebagai gambaran NTN ini, seperti pada Juni 2018. Nilai tukar nelayan (NTN) Bulan Juni Tahun 2018 tumbuh sebesar 2,26 persen dibandingkan bulan yang sama tahun 2017, yaitu dari 111,01 (Juni 2017) menjadi 113,52 (Juni 2018).

Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, terjadi kenaikan 1,03 persen, yaitu dari 112,36 (Mei 2018) menjadi 113,52 (Juni 2018).

Artinya, dalam bulan Juni tahun 2018 daya beli nelayan semakin membaik dibandingkan bulan yang sama tahun 2017 atau Bulan Mei 2018.

KKP.GO.ID

Nilai Tukar Lainnya

Seperti ditulis di kkp.go.id, Nilai Tukar Usaha Nelayan (NTUN) bulan Juni Tahun 2018 tumbuh 3,25 persen dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2017, yaitu dari 123,32 (Juni 2017) menjadi 127,33 (Juni 2018). Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya terjadi kenaikan 1,27 persen, yaitu dari 125,73 (Mei 2018) menjadi 127,33 (Juni 2018).

Artinya, dalam bulan Juni tahun 2018 usaha nelayan semakin membaik dibandingkan bulan yang sama tahun 2017 atau Bulan Mei 2018.

Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPi) Juni tahun 2018 tumbuh 2,05 persen dibandingkan bulan yang sama tahun 2017, yaitu dari 99,26 (Juni 2017) menjadi 101,29 (Juni 2018). Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya terjadi kenaikan 0,40 persen, yaitu dari 100,89 (Mei 2018) menjadi 101,29 (Juni 2018).

Bahkan NTPi bulan Juni 2018 ini merupakan nilai tertinggi sejak Desember 2014. Artinya daya beli pembudidaya ikan pada bulan Juni tahun 2018 mengalami perbaikan dibandingkan bulan yang sama tahun 2017.

Ada juga Nilai tukar usaha pembudidaya ikan (NTUPi). NTUPi Juni tahun 2018 tumbuh 3,08 persen dibandingkan bulan yang sama tahun 2017, yaitu dari 110,61 (Juni 2017) menjadi 114,02 (Juni 2018). Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya terjadi kenaikan 0,62 persen, yaitu dari 113,32 (Mei 2018) menjadi 114,02 (Juni 2018).

Kemudian, Nilai Tukar Perikanan (NTP). Di bulan Juni 2018 tumbuh 2,15 persendibandingkan bulan yang sama tahun 2017, yaitu dari 104,14 (Juni 2017) menjadi 106,38 (Juni 2018). Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya terjadi kenaikan 0,68 persen, yaitu dari 105,66 (Mei 2018) menjadi 106,38 (Juni 2018).

Artinya, pada Juni tahun 2018 ada perbaikan daya beli masyarakat perikanan dibandingkan dengan bulan Juni 2017.

Nilai Tukar Usaha Perikanan (NTUP) bulan Juni tahun 2018 tumbuh 3,17 persen dibandingkan bulan yang sama tahun 2017, yaitu dari 115,90 (Juni 2017) menjadi 119,57 (Juni 2018).

Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya terjadi kenaikan 71 persen, yaitu dari 118,50 (Mei 2018) menjadi 119,57 (Juni 2018).*

Exit mobile version