Sabtu, Juni 6, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Apa Penyebab Tsunami Selat Sunda? Ini Penjelasan Volkanolog ITB

redaksi
23 Desember 2018
Kategori : Berita
0
Mirzam Abdurrachman

Dr Mirzam Abdurrachman. FOTO: ITB.AC.ID

Bandung – Gelombang tsunami yang mencapai garis pantai tanpa didahului adanya gempa atau surutnya muka laut menimbulkan banyak pertanyaan.

Apakah ini karena gempa tektonik, pasang purnama, letusan anak krakatau atau bahkan tumbukan meteor di tempat tertentu.

Volkanolog Institut Teknologi Bandung (ITB) Dr Mirzam Abdurrachman mengatakan, beberapa kemungkinan terjadinya gelombang tsunami di sekitar Selat Sunda pada Sabtu (22/12) malam.

Menurut Mirzam, seperti dikutip dari laman resmi ITB, terdapat empat mekanisme yang menyebabkan terjadinya volcanogenic tsunami.

Pertama, karena kolapsnya kolom air akibat letusan gunung api yang berada di laut. Seperti balon pelampung yang meletus di dalam kolam. Hal ini menyebabkan riak air di sekitarnya.

Kedua, pembentukan kaldera akibat letusan besar gunung api di laut. Ini menyebabkan perubahan kesetimbangan volume air secara tiba-tiba. Menekan gayung ke bak mandi, kemudian membalikannya adalah analogi pembentukan kaldera gunung api di laut.

Mekanisme 1 dan 2 pernah terjadi pada letusan Krakatau, tepatnya 26-27 Agustus 1883. Tsunami tipe ini umumnya didahului turunnya muka laut sebelum gelombang tsunami yang tinggi masuk ke daratan.

Mekanisme ketiga, karena longsor. Material gunung api yang longsor dapat memicu perubahan volume air di sekitarnya. Tsunami tipe ini pernah terjadi di Mt. Unzen Jepang 1972. Banyaknya korban jiwa saat itu, hingga mencapai 15.000 jiwa disebabkan karena pada saat yang bersamaan sedang terjadi gelombang pasang.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: ITBTsunami Selat Sunda
Bagikan6Tweet3KirimKirim
Previous Post

Tsunami Selat Sunda, 30 Orang Hilang, 168 Meninggal Dunia

Next Post

Tsunami Selat Sunda, 350 Kapal dan Perahu Rusak

Postingan Terkait

Bibit Siklon Tropis 90S Masih Berada di dekat Pulau Enggano Bengkulu

Depresi Tropis Terletak di Laut Cina Timur

6 Juni 2026
Jawa Timur Bagikan Praktik Baik Pengembangan Ekosistem Halal

Jawa Timur Bagikan Praktik Baik Pengembangan Ekosistem Halal

6 Juni 2026

Penguatan Ekosistem Halal Dorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah Indonesia

Sisi Gelap Pusat Data Artificial Intelligence: Boros Air dan Listrik

Teknologi Artificial Intelligence Berdampak pada Lingkungan: Mengancam Air, Tanah dan Iklim

Dosen UNG Meriset Kebijakan Pendidikan Anak Usia Dini di Slovakia

Pemodelan Instrumen Penting dalam Penyelesaian Sengketa Lingkungan Hidup

Gempa Teluk Tomini M5,6 Guncang Luwuk

Next Post
Tsunami

Tsunami Selat Sunda, 350 Kapal dan Perahu Rusak

Komentar tentang post

TERBARU

Depresi Tropis Terletak di Laut Cina Timur

Jawa Timur Bagikan Praktik Baik Pengembangan Ekosistem Halal

Penguatan Ekosistem Halal Dorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah Indonesia

Sisi Gelap Pusat Data Artificial Intelligence: Boros Air dan Listrik

Teknologi Artificial Intelligence Berdampak pada Lingkungan: Mengancam Air, Tanah dan Iklim

Dosen UNG Meriset Kebijakan Pendidikan Anak Usia Dini di Slovakia

AmsiNews

REKOMENDASI

Terombang-ambing di Lautan 3 ABK Sri Lanka Diselamatkan Nelayan Indonesia

Solusi Limbah Masker

Topan Gamane Menghantam Madagaskar, 14 Orang Tewas  

Tahun Ini Pelabuhan Singgah Kapal Perintis Bertambah 14

Mengurangi Risiko Panas dengan Menanam Pohon

Perubahan Iklim, Presiden Filipina: Waspada dengan Toraji dan 2 Siklon Tropis Lainnya

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.