Jumat, Oktober 23, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Apa Penyebab Tsunami Selat Sunda? Ini Penjelasan Volkanolog ITB

redaksi
23 Desember 2018
Kategori : Berita
0
Mirzam Abdurrachman

Dr Mirzam Abdurrachman. FOTO: ITB.AC.ID

Bandung – Gelombang tsunami yang mencapai garis pantai tanpa didahului adanya gempa atau surutnya muka laut menimbulkan banyak pertanyaan.

Apakah ini karena gempa tektonik, pasang purnama, letusan anak krakatau atau bahkan tumbukan meteor di tempat tertentu.

Volkanolog Institut Teknologi Bandung (ITB) Dr Mirzam Abdurrachman mengatakan, beberapa kemungkinan terjadinya gelombang tsunami di sekitar Selat Sunda pada Sabtu (22/12) malam.

Menurut Mirzam, seperti dikutip dari laman resmi ITB, terdapat empat mekanisme yang menyebabkan terjadinya volcanogenic tsunami.

Pertama, karena kolapsnya kolom air akibat letusan gunung api yang berada di laut. Seperti balon pelampung yang meletus di dalam kolam. Hal ini menyebabkan riak air di sekitarnya.

Kedua, pembentukan kaldera akibat letusan besar gunung api di laut. Ini menyebabkan perubahan kesetimbangan volume air secara tiba-tiba. Menekan gayung ke bak mandi, kemudian membalikannya adalah analogi pembentukan kaldera gunung api di laut.

Mekanisme 1 dan 2 pernah terjadi pada letusan Krakatau, tepatnya 26-27 Agustus 1883. Tsunami tipe ini umumnya didahului turunnya muka laut sebelum gelombang tsunami yang tinggi masuk ke daratan.

Mekanisme ketiga, karena longsor. Material gunung api yang longsor dapat memicu perubahan volume air di sekitarnya. Tsunami tipe ini pernah terjadi di Mt. Unzen Jepang 1972. Banyaknya korban jiwa saat itu, hingga mencapai 15.000 jiwa disebabkan karena pada saat yang bersamaan sedang terjadi gelombang pasang.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: ITBTsunami Selat Sunda
Bagikan6Tweet3KirimKirim
Previous Post

Tsunami Selat Sunda, 30 Orang Hilang, 168 Meninggal Dunia

Next Post

Tsunami Selat Sunda, 350 Kapal dan Perahu Rusak

Postingan Terkait

Titik Panas Kalteng Terbanyak, Kualitas Udara Palangkaraya Kategori Berbahaya

Kualitas Udara Palangkaraya Masih Kategori Berbahaya, Termasuk Lore Lindu di Sulawesi Tengah

23 Oktober 2026
Topan Super Champi Sedikit Melemah di Timur Taiwan

Topan Super Champi Sedikit Melemah di Timur Taiwan

23 Oktober 2026

Super Typhoon Champi Weakens East of Taiwan

Copernicus Marine Catat Topan Super Champi Memiliki Kecepatan Angin Terkuat di Dunia Tahun 2026

Etika Profesi dan Pengabdian Komitmen Lulusan Kedokteran UNG

Partisipan 46 Negara Dibekali Kesiapsiagaan Menghadapi El Niño

5 Daerah di Provinsi Gorontalo Kategori Awas Kekeringan

Gagas Restorasi Padang Lamun di Teluk Tomini Mahasiwa FMIPA UNG Juara 3 Lomba Esai Nasional

Next Post
Tsunami

Tsunami Selat Sunda, 350 Kapal dan Perahu Rusak

Komentar tentang post

TERBARU

Kualitas Udara Palangkaraya Masih Kategori Berbahaya, Termasuk Lore Lindu di Sulawesi Tengah

Topan Super Champi Sedikit Melemah di Timur Taiwan

Super Typhoon Champi Weakens East of Taiwan

Copernicus Marine Catat Topan Super Champi Memiliki Kecepatan Angin Terkuat di Dunia Tahun 2026

Etika Profesi dan Pengabdian Komitmen Lulusan Kedokteran UNG

Partisipan 46 Negara Dibekali Kesiapsiagaan Menghadapi El Niño

AmsiNews

REKOMENDASI

Gempa Kuat di Selat Makassar Mengguncang Donggala

Fenomena ”Bulan Mini” Asteroid yang Terjebak Sementara di Orbit Bumi

KLHK: Belum Ada Baku Mutu Air Terkait Parasetamol

Menteri Susi: Penyelundupan Benih Lobster di Indonesia Sejak 1995

Rektor UNG Terima Bantuan Mobil Ambulans Dari BNI

UNG Buka Program Studi Baru Sarjana Pendidikan Khusus

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.