Sabtu, Oktober 31, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Apa Saja Fenomena Astronomi Tahun 2024, Ini Penjelasan Peneliti BRIN

redaksi
10 Januari 2024
Kategori : Berita
0
Apa Saja Fenomena Astronomi Tahun 2024, Ini Penjelasan Peneliti BRIN

Beberapa gerhana yang terjadi pada tahun 2024. GAMBAR: BRIN

Darilaut – Setiap bulan selalu ada fenomena astronomi yang terjadi dan menarik untuk diamati.

Peneliti Pusat Riset Antariksa, Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa BRIN, Farahhati Mumtahana menjelaskan secara rinci fenomena astronomi yang terjadi selama tahun 2024.

Farah mengatakan, pada tanggal 3 Januari 2024 lalu misalnya, telah terjadi fenomena di mana Bumi mencapai perihelion, yaitu titik terdekat Bumi dengan Matahari.

Selanjutnya, kata Farah, Bulan Baru terjadi pada 11 Januari dan pada 12 Januari fenomena Merkurius pada elongasi barat maksimum di mana elongasi planet adalah sudut antara Matahari dan Planet dengan Bumi sebagai titik acuan.

“Ini merupakan waktu terbaik untuk melihat planet Merkurius,” ujar Farahhati, dalam acara BRIEF (BRIN Insight Every Friday) edisi ke 103, Jumat (5/1).

Menurut Farah, terdapat beberapa tanggal terjadinya peristiwa Elongasi Barat Maksimum Merkurius, di antaranya pada 9 Mei, 5 September dan 25 Desember. Sedangkan Elongasi Timur Maksimum Merkurius terjadi pada tanggal 24 Maret, 22 Juli dan 16 November.

Pada bulan Februari hanya ada fenomena Bulan Baru pada 9 Februari dan Bulan Purnama pada 12 Februari.

Di bulan Maret ada Bulan Baru pada 10 Maret dan Bulan Purnama pada 25 Maret. Pada 20 Maret, terdapat fenomena Ekuinoks Maret di mana Matahari akan bersinar tepat di garis khatulistiwa dan jumlah siang dan malam hampir sama di seluruh dunia. Kemudian planet Merkurius mencapai elongasi timur terbesar pada 24 Maret.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: AstronomiBRINFarahhati MumtahanaFenomena LangitGerhanaMeteor
Bagikan14Tweet1KirimKirim
Previous Post

Gempa Jepang Berdampak pada Industri Perikanan, 70 Persen Pelabuhan di Ishikawa Rusak

Next Post

UNEP Persiapkan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024 di Arab Saudi

Postingan Terkait

Satelit Sentinel-6 Ambil Alih Pengukuran Permukaan Laut Global

Misi Pemantauan Laut Copernicus Sentinel-6

31 Oktober 2026
Satelit Altimetri Copernicus Melacak Kenaikan Permukaan Laut, Badai dan Fenomena El Niño

Satelit Altimetri Copernicus Melacak Kenaikan Permukaan Laut, Badai dan Fenomena El Niño

31 Oktober 2026

250 juta Hektare Daratan dan Perairan Dalam Proses Pemulihan

Topan Super In-fa Terletak di Dekat Kepulauan Mariana Utara

El Niño Sangat Kuat Mendorong Kekeringan, 4349 Titik Panas di Kalteng, Papua Selatan dan Sumsel

Hujan Lebat Membayangi Kondisi Panas dan Kekeringan

Media Siber Tetap Dituntut Menjaga Akurasi Informasi di Tengah Dominasi Media Sosial dan Penggunaan AI

Ekonomi Kreatif Serap 27,4 Juta Tenaga Kerja

Next Post
Arab Saudi Tuan Rumah Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024

UNEP Persiapkan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024 di Arab Saudi

TERBARU

Misi Pemantauan Laut Copernicus Sentinel-6

Satelit Altimetri Copernicus Melacak Kenaikan Permukaan Laut, Badai dan Fenomena El Niño

250 juta Hektare Daratan dan Perairan Dalam Proses Pemulihan

Siti Asiyah Sang Pejuang Iman Dari Sungai Nil

Topan Super In-fa Terletak di Dekat Kepulauan Mariana Utara

El Niño Sangat Kuat Mendorong Kekeringan, 4349 Titik Panas di Kalteng, Papua Selatan dan Sumsel

AmsiNews

REKOMENDASI

Banjir Tinggi 3 Meter dan Longsor Melanda Kota Manado

Bibit 97S di Laut Timor Berpeluang Menjadi Siklon Tropis

Kepribadian Paus Pembunuh Mirip Manusia?

Topan Yagi Menewaskan 584 Orang di Asia Tenggara, 141 Belum Ditemukan

Belum Jelas Penyelesaian Kasus Kapal Caledonian Sky Kandas di Raja Ampat

KNKT Investigasi KM Santika Nusantara

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.