Minggu, September 13, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Apakah Bakteri “Pemakan Daging” Sudah Ada di Indonesia?

redaksi
1 Juli 2024
Kategori : Berita, Kesehatan
0
Apakah Bakteri “Pemakan Daging” Sudah Ada di Indonesia?

Bakteri streptococcal toxic shock syndrome (STSS) atau sindrom syok toksik streptokokus. GAMBAR: Japan's National Institute of Infectious Diseases/NHK

Profesor Kikuchi Ken dari Tokyo Women’s Medical University, mengatakan, bakteri STSS sering dikatakan masuk ke dalam tubuh melalui luka atau luka kecil, tetapi dalam beberapa kasus penyebab infeksi tidak dapat ditentukan.

Profesor Kikuchi mencatat ada beberapa contoh di mana gejala berkembang dengan cepat setelah memar. Gejala tersebut termasuk pembengkakan bagian tubuh dan demam tinggi.

Kikuchi mengatakan lonjakan pasien mengkhawatirkan karena menunjukkan sesuatu yang baru sedang terjadi.

Profesor Kikuchi mendesak agar segera memanggil ambulans jika pembengkakan menyebar dengan cepat, atau jika mereka merasa mengantuk, karena gejala-gejala ini memerlukan perhatian medis yang mendesak.

Meskipun alasan peningkatan pesat kasus STSS di Jepang masih belum jelas, Profesor Kikuchi mengatakan itu mungkin ada hubungannya dengan sistem kekebalan tubuh orang yang melemah.

“Kita bisa meningkatkan kekebalan tubuh jika kita terus-menerus terpapar bakteri. Tetapi mekanisme itu tidak ada selama pandemi virus korona,” kata Kikuchi.

“Jadi, lebih banyak orang sekarang rentan terhadap infeksi, dan itu mungkin salah satu alasan peningkatan tajam dalam kasus.”

Halaman 3 dari 3
Sebelumnya123
Tags: Bakteri Pemakan DagingJepangKementerian KesehatanStreptococcal Toxic Shock SyndromeSTSS
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

KPU Kabupaten Gorontalo Monitoring Pelaksanaan Coklit

Next Post

Pemilih Pun Ikut Mencatat Hasil Pemungutan Suara Ulang di Tuladenggi

Postingan Terkait

Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda, Tim SAR Verifikasi Jeriken dan Pelampung

Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda, Tim SAR Verifikasi Jeriken dan Pelampung

13 September 2026
Topan Super Ragasa Akan Menyasar Laut Cina Selatan, Pesisir Guangdong, Teluk Tonkin dan Vietnam Utara

Pendidikan 171 Juta Siswa di Seluruh Dunia Terganggu Bahaya Iklim

13 September 2026

Depresi Tropis Terletak di Dekat Da Nang, Vietnam

Pembakaran Lahan Gambut Saat Kemarau Tindakan Ilegal

Kondisi Kualitas Udara di Sumatera dan Kalimantan Tidak Sehat dan Berbahaya

Titik Panas di Kalimantan Barat Menurun

Gunung Anak Krakatau Masih Status Siaga, 8 Orang Hilang di Selat Sunda Dalam Pencarian

Alur Permohonan Akun SIAKAD UNG Bagi Orang Tua atau Wali

Next Post
Pemilih Pun Ikut Mencatat Hasil Pemungutan Suara Ulang di Tuladenggi

Pemilih Pun Ikut Mencatat Hasil Pemungutan Suara Ulang di Tuladenggi

TERBARU

Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda, Tim SAR Verifikasi Jeriken dan Pelampung

Pendidikan 171 Juta Siswa di Seluruh Dunia Terganggu Bahaya Iklim

Depresi Tropis Terletak di Dekat Da Nang, Vietnam

Pembakaran Lahan Gambut Saat Kemarau Tindakan Ilegal

Kondisi Kualitas Udara di Sumatera dan Kalimantan Tidak Sehat dan Berbahaya

Titik Panas di Kalimantan Barat Menurun

AmsiNews

REKOMENDASI

Pecahkan Rekor Dunia Topan Freddy Masih Menguat di Alur Mozambik

Rektor Universitas Negeri Gorontalo Melepas Mahasiswa MBKM Terintegrasi Lingkar Tambang

UNG Menggelar Sosialisasi Pembelajaran Modul Pencegahan Kekerasan Seksual

Gempa Kuat dan Merusak yang Mengguncang Palu dan Sigi Dirasakan VI-VII MMI

Musim Kemarau di Selatan Khatulistiwa Memperlihatkan Kondisi Kering

Berapa Stok Karbon di Padang Lamun Indonesia?

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.