Dalam penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) misalnya, KSOP Kepulauan Seribu tetap memperhatikan kesesuaian jumlah penumpang dengan manifest dan kapasitas kapal serta prakiraan cuaca BMKG.
“Semua kapal-kapal yang diberangkatkan juga terus dipantau sampai ke tempat tujuan dengan selamat serta terus melakukan update kondisi cuaca,” katanya.
Kesigapan dan koordinasi yang telah dibangun oleh KSOP Kepulauan Seribu sempat teruji saat kapal KM Trans Pacifik yang berangkat dari Pulau Tidung tujuan Muara Angke tiba-tiba menghadapi cuaca mendadak buruk dalam pelayarannya pada Minggu sore.
Saat penerbitan SPB, berdasarkan perkiraan cuaca BMKG dan hasil pemantauan di lapangan, cuaca untuk wilayah Perairan Kepulauan Seribu secara umum cukup baik dengan perkiraan gelombang 0,2 sampai 0,6 meter.
Namun, dalam pelayaran dari Pulau Tidung ke Muara Angke, cuaca tiba-tiba mendadak buruk. Kapal Trans Pacifik yang mengangkut penumpang sebanyak 215 orang dideviasikan ke Pulau Pari untuk berlindung agar selamat. Selanjutnya meneruskan perjalanan besok paginya.
Para penumpang sangat mengapresiasi langkah deviasi ini. Salah satunya Rahma (27 tahun), penumpang kapal Trans Pacifik yang mengapresiasi langkah cepat Nakhoda dan KSOP Kepulauan Seribu yang melindungi kapal beserta penumpangnya dari cuaca buruk ke Pulau Pari.





Komentar tentang post