Senin, Juli 20, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Asupan Natrium Berlebihan Penyebab Utama Kematian

redaksi
10 Maret 2023
Kategori : Berita, Kesehatan
0
Asupan Natrium Berlebihan Penyebab Utama Kematian

Garam meja atau table salt mengandung natrium klorida yang tinggi. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Asupan makanan yang mengandung natrium berlebihan menjadi penyebab utama kematian. Tidak mengurangi konsumsi natrium berisiko terkena serangan jantung dan stroke.

Penyakit kanker lambung, obesitas, osteoporosis, dan penyakit ginjal karena banyak asupan natrium.

Kandungan natrium paling banyak pada garam. Laporan terbaru Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan sedikit (kurang) garam dapat menyelamatkan nyawa.

Dalam laporan yang diluncurkan pada Kamis (9/3), menurut WHO, menerapkan kebijakan pengurangan natrium dapat menyelamatkan sekitar tujuh juta nyawa secara global pada tahun 2030.

“Pola makan yang tidak sehat adalah penyebab utama kematian dan penyakit secara global, dan asupan natrium yang berlebihan adalah salah satu penyebab utamanya,” kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, dalam siaran pers, Kamis.

Laporan global WHO yang pertama tentang pengurangan asupan natrium menunjukkan bahwa dunia berada di luar jalur untuk mencapai target global mengurangi asupan natrium sebesar 30 persen, pada tahun 2025.

“Laporan ini menunjukkan bahwa sebagian besar negara belum mengadopsi kebijakan pengurangan natrium wajib,” kata Tedros, ini membuat banyak orang berisiko terkena serangan jantung, stroke, dan masalah kesehatan lainnya.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: GaramNatrium KloridaPenyakit JantungStrokeTable SaltWHO
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Rekayasa Ikan Secara Genetik, Polisi Tokyo Menangkap 5 Orang Pelaku

Next Post

9 Negara Memiliki Kebijakan Mengurangi Asupan Natrium

Postingan Terkait

BPBD Pantau 18 Titik Api di Provinsi Gorontalo

Gorontalo Antisipasi dan Siaga Musim Kemarau

20 Juli 2026
Prodi Pendidikan Biologi UNG Raih Akreditasi Unggul

Program Studi Pendidikan Fisika UNG Raih Akreditasi Unggul

20 Juli 2026

Pengelolaan Wisata Hiu Paus Botubarani Kedepankan Aspek konservasi dan Manfaat Ekonomi Bagi Masyarakat

Menghadapi Suhu Sangat Panas, WHO Keluarkan Panduan Baru

Eropa Paling Cepat Memanas, 10 Ribu Tewas Musim Ini

Kekeringan dan Kesulitan Air Bersih Meluas

Mengingat Nelson Mandela, Pembela Perdamaian dan Pejuang Pemberantasan Kemiskinan

Prodi S1 Manajemen UNG Raih Akreditasi Unggul

Next Post
9 Negara Memiliki Kebijakan Mengurangi Asupan Natrium

9 Negara Memiliki Kebijakan Mengurangi Asupan Natrium

Komentar tentang post

TERBARU

Gorontalo Antisipasi dan Siaga Musim Kemarau

Program Studi Pendidikan Fisika UNG Raih Akreditasi Unggul

Pengelolaan Wisata Hiu Paus Botubarani Kedepankan Aspek konservasi dan Manfaat Ekonomi Bagi Masyarakat

Menghadapi Suhu Sangat Panas, WHO Keluarkan Panduan Baru

Eropa Paling Cepat Memanas, 10 Ribu Tewas Musim Ini

Kekeringan dan Kesulitan Air Bersih Meluas

AmsiNews

REKOMENDASI

UNG Buka Pendaftaran Ujian Tulis Berbasis Komputer – Seleksi Nasional Berbasis Tes

Kapal Bebas Dari Pelecehan Tema Kampanye Hari Pelaut Tahun Ini

AMSI Dorong Revisi UU Hak Cipta untuk Atasi Tantangan AI di Industri Media

Prof Suharsono Optimis Terumbu Karang Indonesia Tumbuh dengan Baik

Gurita Selimut Betina Ditemukan di Perairan Pohuwato, Gorontalo

Posko Angkutan Laut Hingga H+15

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.