Badai Matmo Mendekati Pendaratan di Luzon Utara, Filipina

Badai tropis parah (severe tropical storm) Matmo, pada Jumat (3/10) pagi. GAMBAR: ZOOM.EARTH

Darilaut – Badai tropis (tropical storm) Matmo yang telah menguat menjadi  badai tropis parah (severe tropical storm) mendekati pendaratan di Luzon Utara, Filipina, Jumat (3/10).

Matmo dengan nama Filipina ”Paolo” mempertahankan kekuatannya saat bergerak ke barat di Laut Filipina.

Paolo mungkin akan mendarat di atas Isabela atau Aurora utara Jumat pagi atau siang ini, kata Layanan Administrasi Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina (PAGASA), dalam buletin informasi yang diterbitkan Jumat pukul 02.00 waktu setempat.

Menurut PAGASA pusat Badai Tropis Parah Paolo diperkirakan berdasarkan semua data yang tersedia, berada 255 km di sebelah timur Baler, Aurora.

Pergeseran lintasan lebih lanjut ke arah selatan dimungkinkan tergantung pada kekuatan area bertekanan tinggi yang terletak di utara Paolo.

Setelah melintasi daratan Luzon Utara, topan ini akan muncul di Laut Filipina Barat.

PAGASA mengatakan intensifikasi lebih lanjut menjadi topan sebelum mencapai daratan tidak dikesampingkan. Namun, berdasarkan prakiraan intensitas, penguatan menjadi topan sangat mungkin terjadi setelah Paolo muncul di atas Laut Filipina Barat.

PAGASA meningatkan bahwa hujan lebat, angin kencang, dan gelombang badai mungkin masih terjadi di lokasi di luar titik pendaratan.

Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC) mengatakan Matmo diperkirakan akan terus bergerak ke arah barat laut.

Siklon ini diperkirakan akan mendarat di Luzon bagian tengah-utara setelah 12 jam. Intensitas saat mendarat diproyeksikan mencapai 110–120 km per jam (60–65 knot), karena kondisi samudra dan atmosfer yang terus mendukung.

Setelah mendarat, interaksi dengan medan terjal di atas Luzon akan menyebabkan gangguan gesekan pada aliran masuk di tingkat rendah dan mengakibatkan penurunan intensitas hingga di bawah kekuatan topan.

Selanjutnya, kata JTWC, sistem ini diperkirakan akan muncul kembali di Laut Cina Selatan dalam waktu sekitar 24 jam, dengan suhu permukaan laut tetap kondusif (28–29°C) untuk reintensifikasi.

Menurut Observatorium Hong Kong (HKO)  Siklon Tropis Matmo, yang terletak di sebelah timur Filipina, akan melintasi Luzon hari ini dan nantinya akan berada dalam jarak 800 kilometer dari Hong Kong.

Observatorium akan mempertimbangkan untuk mengeluarkan Sinyal Siaga No. 1. Prakiraan terkini memperkirakan Matmo akan bergerak mendekati Semenanjung Leizhou dan Pulau Hainan bagian timur selama akhir pekan dan secara bertahap menguat.

Badan Meteorologi Jepang (JMA)  mengatakan Matmo mengarah ke barat barat-laut dengan kecepatan 15 km per jam (8 knot).

Tekanan udara pada pusatnya 996hPa (hektopaskal), kata JMA.

Sistem ini mengemas angin dengan kecepatan maksimum di sekitar pusat 20 meter per detik (40 knot), sedangkan kecepatan angin instan maksimum 30 meter per detik (60 knot).

Area angin kencang dengan kecepatan angin 30 knot atau lebih berada di seluruh area 280 km (150 NM).

Exit mobile version