Darilaut – Setelah mendarat di dekat Kota Langsa, Aceh, pada Rabu (26/11), Badai siklon (cyclonic storm) Senyar berbelok ke selatan dan Tenggara melintasi daratan Sumatera Utara.
Selama melintasi daratan Senyar mempertahankan kekuatan dan hingga Rabu malam sudah berada di dekat Kota Medan untuk kembali melintasi Selat Malaka.
Berdasarkan aplikasi Zoom.earth, sistem ini diperkirakan akan bergerak ke timur dan timur-timur laut menuju Malaysia.
Senyar telah bergerak ke arah timur-tenggara dengan kecepatan 7 km per jam (4 knot) selama 6 jam terakhir, kata Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC).
Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 3,7 meter (12 kaki).
JTWC memprakirakan Senyar akan berbelok ke timur karena pengaruh arah barat yang rendah hingga menengah membawa sistem kembali ke Selat Malaka.
Pendaratan di sepanjang pantai barat Malaysia kemudian diprakirakan akan terjadi dalam waktu sekitar 2 hari.
Prakiraan ini memiliki tingkat keyakinan rendah dan disipasi total di daratan Sumatra masih mungkin terjadi, kata JTWC.
Jika sistem tidak dapat mempertahankan struktur yang kokoh selama 12 jam ke depan, mungkin tidak memiliki peluang untuk berkembang kembali.
Setelah 24 jam, menurut JTWC, lingkungan yang lebih baik di atas air diperkirakan akan memperkuat Senyar saat mendekati pantai. Sistem ini kemudian diperkirakan akan melemah dengan cepat saat mencapai pendaratan terakhir di Malaysia.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau Bibit Siklon 95B di kawasan Selat Malaka, bagian timur Aceh telah berevolusi menjadi Siklon Tropis Senyar pada 26 November 2025 pukul 07.00 WIB.
Berdasarkan pemantauan terakhir, siklon ini bergerak ke arah barat menuju wilayah daratan Aceh dengan kecepatan sekitar 10 km per jam dan dapat berdampak signifikan terhadap potensi terjadinya hujan sangat lebat hingga ekstrem yang dapat disertai angin kencang di wilayah sekitarnya.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyampaikan kondisi ini meningkatkan suplai air di perairan hangat Selat Malaka yang memicu pertumbuhan awan konvektif di bagian utara Sumatra.
Dalam 24 jam ke depan, Siklon Tropis Senyar bergerak ke arah barat hingga barat daya dan masih di daratan Aceh dengan kecepatan pergerakan 4 knot (7 km/jam), “sedangkan dalam 48 jam ke depan Siklon Tropis Senyar diperkirakan akan menurun intensitasnya menjadi Depresi Tropis,” kata Faisal, mengutip siaran pers BMKG, pada Rabu (26/11).
Kendati demikian, cuaca ekstrem tetap berpotensi terjadi sebagai dampak lanjutan, sehingga potensi dampak bencana hidrometeorologi masih harus diwaspadai terjadi di wilayah Aceh, Sumatra Utara (Sumut), Kepulauan Riau, Riau, Sumatra Barat (Sumbar), dan sekitarnya pada 2-3 hari ke depan.
Dampak Senyar
Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menjelaskan, Siklon Tropis Senyar memberikan dampak berupa hujan dengan intensitas sangat lebat hingga ekstrem di wilayah Aceh dan Sumut, hujan sedang-lebat di sebagian wilayah Sumbar dan Riau.
Selain itu, angin kencang berpotensi terjadi di wilayah Aceh, Sumut, Sumbar, Kep. Riau, dan Riau; serta gelombang kategori sedang (1.25 – 2.5 m) di wilayah Selat Malaka bagian tengah, Perairan Sumatera Utara, dan Perairan Rokan Hilir. Gelombang kategori tinggi (2.5 – 4.0 m) di wilayah Selat Malaka bagian utara, Perairan Aceh, dan Samudra Hindia barat Aceh hingga Nias.
BMKG terus memantau dinamika atmosfer imbas sistem siklon tropis melalui TCWC (Tropical Cyclone Warning Center) Jakarta. Sejak berupa Bibit Siklon Tropis 95B, Siklon Tropis Senyar telah menunjukkan dampak bagi kondisi cuaca di kawasan Selat Malaka dan sekitarnya.
