Darilaut – Badai Tropis (Tropical Storm) Surigae menguat saat bergerak ke barat-barat laut di Laut Filipina, Samudra Pasifik Barat, pada Jumat (25/9) sore.
Pada Jumat pukul 16.00 waktu setempat, pusat Badai Tropis Surigae berada sekitar 610 kilometer di sebelah selatan-tenggara Okinawa.
Observatorium Hong Kong — Hong Kong Observatory (HKO) memperkirakan Surigae akan bergerak ke arah barat-barat laut dengan kecepatan sekitar 15 kilometer per jam menuju wilayah sekitar Kepulauan Ryukyu.
Siklon ini kemudian akan berbelok ke arah timur laut dan bergerak melintasi perairan di sebelah selatan Jepang.
Surigae –topan Jepang nomor 26—mengemas kecepatan angin maksimum di sekitar pusat 20 meter per detik (40 knot), sedangkan kecepatan angin instan maksimum 30 meter per detik (60 knot).
Tekanan udara pada pusatnya 1000 hPa (hektopaskal), menurut Badan Meteorologi Jepang – Japan Meteorological Agency (JMA), Jumat.
Area angin kencang dengan kecepatan 30 knot atau lebih di utara 280 km (150 NM) dan selatan 165 km (90 NM).
Surigae dengan nama Filipina “Queenie”, menurut Layanan Administrasi Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina atau Philippine Atmospheric, Geophysical and Astronomical Services Administration (PAGASA), sedikit menguat saat terus bergerak kea rah barat-barat laut di atas Laut Filipina.
PAGASA mengatakan pergerakan badai ini diperkirakan akan melambat pada Sabtu (26/9) sore, saat mulai berbelok dari arah utara-barat laut menuju utara-timur laut. Siklon tropis ini diperkirakan akan mencapai kategori topan pada hari Minggu (27/9).
Tinggi gelombang signifikan maksimum mencapai 5,5 meter (18 kaki), kata kata Pusat Peringatan Topan Gabungan — Joint Typhoon Warning Center (JTWC).
JTWC mengatakan intensitas Surigae untuk sementara masih tertahan oleh wind shear (perbedaan kecepatan/arah angin) tingkat menengah hingga kuat serta masuknya udara kering di lapisan menengah atmosfer.
Data model menunjukkan bahwa udara kering akan membaur dan wind shear akan terus berkurang dalam 12 hingga 18 jam ke depan, sehingga memungkinkan vorteks sistem untuk menyelaraskan diri secara vertikal dan menjadi simetris.
Setelah kondisi ini tercapai, kata JTWC, Surigae akan mengalami peningkatan intensitas secara cepat.
Intensitas puncak diperkirakan akan tercapai dalam waktu sekitar 36 jam dan bertahan selama 60 jam berikutnya, seiring dengan pengaruh gaya dinamis yang saling bersaing—yakin peningkatan wind shear yang diimbangi oleh aliran keluar (outflow) yang kuat ke arah kutub—dalam mengatur kondisi wilayah inti badai. Namun demikian, intensitas sangat bergantung pada lintasan.
Sistem yang melambat atau berhenti bergerak akan tetap berada di atas wilayah dengan suhu permukaan laut yang mendukung dan geseran angin (shear) rendah dalam waktu lebih lama, sehingga mencapai intensitas puncak yang lebih tinggi sekitar 24 jam lebih lambat daripada prakiraan saat ini.
