Senin, Oktober 12, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Bagaimana Kondisi Karang Acropora Tahun 2100, Ini Prediksi LIPI

redaksi
10 Agustus 2020
Kategori : Berita, Konservasi
0
Bagaimana Kondisi Karang Acropora Tahun 2100, Ini Prediksi LIPI

Asosiasi terumbu karang dan ikan. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Perairan Indonesia memiliki distribusi karang spesies Acropora yang sangat luas. Namun, pemanasan global akibat perubahan iklim dapat mempengaruhi distribusi biota laut, seperti di dalam kawasan konservasi.

Untuk mengetahui bagaimana kondisi karang Acropora di masa mendatang, peneliti Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Hadiyanto, menggunakan Species Distribution Modelling (SDM) untuk memprediksi biota laut ‘Acropora’ tahun 2100.

Hasil studi biota laut karang spesies Acropora di Indonesia tersebar di 698 area. Sebanyak 75 persen atau 558 area digunakan untuk membangun model, sedangkan 25 persen atau 140 area digunakan untuk memvalidasi (menguji) model.

Dalam webinar “Biogeografi Karang Indonesia di era anthropocene”, akhir Juli lalu, Hadiyanto mengatakan, hasil modelling menunjukkan bahwa Acropora tersebar luas di perairan Indonesia, terutama di bagian timur.

Tetapi, menurut Hadiyanto, area distribusi Acropora diprediksi menurun sebesar 22,15 persen di masa mendatang pada 2100 akibat pemanasan global, terutama di Indonesia bagian barat.

Hasil ini mirip dengan hasil penelitian Cacciaplagia dan van Woesik (2018) yang telah memprediksi distribusi Porites lobata pada tahun 2100. Penurunan area distribusi Acropora berimplikasi terhadap performa kawasan konservasi di Indonesia.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Biota LautP2O LIPIPerubahan IklimTerumbu Karang
Bagikan4Tweet2KirimKirim
Previous Post

BMKG Gelar Sekolah Lapang untuk Nelayan di Garut

Next Post

Gelombang Tinggi 4 – 6 Meter Berpeluang Terjadi di Perairan Lampung dan Selat Sunda

Postingan Terkait

Kamboja Memiliki Risiko Tinggi Mengalami Kekeringan Parah Selama Siklus El Niño

Kamboja Memiliki Risiko Tinggi Mengalami Kekeringan Parah Selama Siklus El Niño

12 Oktober 2026
Kekeringan Akibat El Niño Menghantam Kamboja

Kekeringan Akibat El Niño Menghantam Kamboja

12 Oktober 2026

Inflasi Provinsi Gorontalo September 2026 Naik Menjadi 5,46 Persen

Banjir Merendam Aceh Tenggara, Gayo Lues dan Kota Padang

Topan Koguma Pertahankan Kekuatan di Timur Tenggara Kepulauan Ogasawara Jepang

Topan Nolo Terus Melemah Menjadi Depresi Tropis di Timur Tenggara Tokyo

Variasi Baru Budidaya Udang Air Payau dan Menanam Padi di Lahan yang Sama di Delta Mekong

Naiknya Permukaan Laut Diperparah El Niño di Delta Mekong

Next Post
Libur Tahun Baru, Hati-Hati Arus Kuat di Pantai Selatan Jawa

Gelombang Tinggi 4 – 6 Meter Berpeluang Terjadi di Perairan Lampung dan Selat Sunda

Komentar tentang post

TERBARU

Kamboja Memiliki Risiko Tinggi Mengalami Kekeringan Parah Selama Siklus El Niño

Kekeringan Akibat El Niño Menghantam Kamboja

Inflasi Provinsi Gorontalo September 2026 Naik Menjadi 5,46 Persen

Banjir Merendam Aceh Tenggara, Gayo Lues dan Kota Padang

Topan Koguma Pertahankan Kekuatan di Timur Tenggara Kepulauan Ogasawara Jepang

Topan Nolo Terus Melemah Menjadi Depresi Tropis di Timur Tenggara Tokyo

AmsiNews

REKOMENDASI

Kemenhub Bagi Life Jacket dan Serahkan Buku Pelaut untuk Kapal Nelayan

Zulficar Mochtar: Indonesia Tegas Dalam Memberantas Illegal Fishing

Gempa Bumi M6,4 Guncang Simeulue Aceh

Puncak Musim Topan di Filipina Juli – Oktober, Paling Banyak Kejadian Siklon Tropis di Dunia

Observatorium Hong Kong Keluarkan Sinyal Angin Kencang, Jangan Keluar Rumah

Mengkhawatirkan, 48 Kapal Penangkap Ikan Cina Terlihat di ZEE Filipina

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.