Darilaut – Tim gabungan sedang melakukan proses pembersihan material setelah banjir di 13 titik yang melanda Kabuparen Luwu, Sulawesi Selatan, telah surut.
Pj Bupati Luwu Muh. Saleh, mengatakan, hingga Selasa (7/5), seluruh korban yang dilaporkan hilang telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
“Seluruh korban hilang telah ditemukan dengan keadaan meninggal dunia, jumlah korban meninggal sebanyak 12 orang dengan rincian 8 orang di Latimojong dan 4 orang di Suli Barat,” jelas Saleh pada pertemuan dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto, di Pos Komando Utama Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor Kabupaten Luwu, Selasa.
Khusus penanganan tanah longsor, Pemerintah Kabupaten Luwu telah melakukan koordinasi dengan Balai PUPR untuk perbaikan 10 titik longsor dan 3 jembatan yang mengalami kerusakan.
“Kita terus upayakan perbaikan infrastruktur terdampak sehingga diharapkan dalam waktu dekat akses jalan darat dapat berfungsi kembali,” ujarnya.
Kepala BNPB beserta rombongan melakukan peninjauan udara untuk melihat langsung titik-titik lokasi yang diterjang tanah longsor, serta membawa langsung logistik untuk masyarakat terdampak.
Sejumlah bantuan logistik meliputi lilin, garam, makanan siap saji, beras, ikan asin, wajan, selimut dan paket sembako.
“Dari helikopter kita lihat sekitar 16 titik longsor yang dampaknya signifikan, BNPB akan terus mendampingi pemerintah daerah dalam melakukan asesmen agar dampak dari tanah longsor ini segera kita atasi,” kata Suharyanto.
“Kita upayakan terus distribusi logistik melalui jalur udara, kita pastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan baik, sekali lagi termasuk pada daerah yang sulit dijangkau dengan jalur darat.”
Suharyanto mengatakan upaya penanganan darurat serta rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan pararel. Hal ini dilakukan untuk percepatan pemulihan kehidupan masyarakat terdampak.
Bantuan ke Desa Tolajo
Kepala BNPB diwakili oleh Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Fajar Setyawan bertolak menggunakan helikopter dengan membawa sejumlah bantuan logistik ke Desa Tolajo, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu.
Desa Tolajo diketahui menjadi salah satu desa yang terisolir karena tanah longsor yang merusak akses jalan maupun jembatan sehingga bantuan tidak dapat didistribusikan melalui perjalanan darat.
Adapun Fajar serta rombongan memberikan sejumlah bantuan logistik dasar serta berdialog dengan masyarakat terdampak untuk memastikan kebutuhan mendesak yang masih dibutuhkan oleh masyarakat.
