Banjir Gorontalo, Pedagang Kampung Bugis Pindah Tempat Jualan

Sejumlah pedagang di pasar Kampung Bugis pindah tempat berjualan karena lokasi tersebut masih terendam banjir, Kamis (27/6). FOTO-FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Banjir di sebagian Kelurahan Bugis Kota Gorontalo membuat pedagang mengalihkan tempat jualan di lokasi yang tidak terendam.

Sejak Rabu (26/6) Lokasi di pasar Kampung Bugis terendam luapan air Sungai Bone. Hingga Kamis (27/6) pagi belum semua lokasi telah surut.

Biasanya, setiap hari Kamis pedagang berjualan berbagai keperluan rumah tangga di pasar kampung Bugis. Sehingga dikenal dengan sebutan “pasar Kamis”.

Karena Lokasi tempat jualan masih terendam, pedagang pindah sementara untuk berjualan di jalan Tribrata. Lokasi ini sebagian masih berada di Kelurahan Bugis, dan ada juga yang membuka lapak dagangan di jalan Tribrata Kelurahan Ipilo.

Para pedagang berjualan beras, ikan dan ikan kering, sayur, tomat, bawang, rica dan kebutuhan lainnya.

Hingga Kamis pagi cuaca mendung masih menyelimuti sebagian wilayah Gorontalo. Hujan ringan terjadi di beberapa wilayah.

Selain di Kelurahan Bugis, banjir di Kota Gorontalo juga merendam pemukiman di Kelurahan Padebuolo, Kelurahan Ipilo. Banjir juga menghantam Kelurahan Tenilo, Kecamatan Kota Barat.

Yang mengalami banjir dua kali dalam sepekan terakhir, antara lain di Kelurahan Bugis dan Kelurahan Botu.

“Dua hari lalu saya sudah menurunkan barang dan peralatan, sekarang banjir lagi,” kata Hamsia Lone (65 tahun) warga Kelurahan Botu, Rabu (26/6).

Menurut Hamsia, banjir pekan lalu terjadi pada Kamis (20/6) pukul 04.00 Wita. Banjir masuk lagi ke halaman dan rumah Rabu malam ini.

Sejumlah warga di Kelurahan Botu bukan hanya menerima air yang meluap dari Sungai Bone. Hamsia mengatakan air dari atas perbukitan Botu dan Sungai Bone.

“Kami di sini juga menerima air yang mengalir deras dari perbukitan Botu,” kata Hamsia.

Exit mobile version