Darilaut – Saat kebakaran hutan dan lahan terjadi di banyak wilayah Indonesia, hujan deras mengguyur Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah.
Hujan dengan intensitas tinggi tersebut menyebabkan sungai meluap dan menggenangi permukiman warga.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat banjir terjadi pada Senin (24/8) pukul 09.00 WITA di Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong.
Wilayah terdampak meliputi Desa Kasimbar Palapi, Desa Kasimbar Induk, serta Desa Kasimbar Selatan. Sebanyak 115 kepala keluarga terdampak dalam peristiwa ini.
Dampak materiil meliputi satu unit fasilitas peribadatan, dua unit fasilitas pendidikan, satu fasilitas umum, serta empat hektare area perkebunan yang terdampak.
Merespons kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Parigi Moutong berkoordinasi dengan instansi terkait dan melakukan asesmen serta kaji cepat di lokasi. Penanganan dilakukan bersama aparat desa dan masyarakat. Kondisi banjir belum surut dan pemantauan masih terus dilakukan oleh petugas gabungan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan kondisi atmosfer tidak sepenuhnya kering dan potensi hujan masih tetap ada, terutama di wilayah Sumatra bagian utara hingga tengah.
Pada periode 20-23 Agustus 2026, curah hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat tercatat di Sumatera Barat (125 mm/hari), Sumatera Utara (97 mm/hari), dan Aceh (88 mm/hari).
Kondisi ini dipengaruhi oleh kombinasi dinamika atmosfer regional dan faktor lokal, seperti aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) spasial yang aktif di sebagian wilayah pesisir utara Aceh, terbentuknya daerah belokan dan pertemuan angin, serta suhu muka laut yang relatif hangat di perairan barat dan utara Sumatra, sehingga mendukung peningkatan suplai uap air.
Selain itu, faktor lokal berupa pemanasan permukaan, topografi, dan interaksi angin darat-laut turut mendukung proses pengangkatan massa udara dan pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut.
BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, serta banjir. Apabila ada peristiwa tersebut, segera melaporkan kejadian kepada BPBD, pemadam kebakaran, atau aparat terdekat agar dapat segera ditindaklanjuti.
BNPB juga meminta pemerintah daerah untuk memastikan kesiapsiagaan personel, sarana, dan prasarana dalam menghadapi potensi bencana di wilayah masing-masing.
