Darilaut – Banjir disertai tanah longsor terjadi di Kabupaten Gayo Lues dan Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh. Kejadian banjir juga merendam sejumlah wilayah di Kota Padang, Sumatra Barat.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hujan intensitas tinggi pada Sabtu (10/10) memicu banjir di tiga kecamatan dan enam kelurahan di Kota Padang.
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Provinsi Sumatera Barat per Minggu (11/10) pukul 03.34 WIB, banjir belum surut dan proses pendataan serta evakuasi warga masih berlangsung.
Tiga kecamatan terdampak meliputi Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo. Adapun enam kelurahan yang dilaporkan terdampak ialah Kuranji, Koto Panjang Ikua Koto, Batipuh Panjang, Lubuk Minturun, Tabiang Banda Gadang, dan Gurun Laweh.
Data sementara, banjir berdampak pada sekitar 225 kepala keluarga atau 498 jiwa. Selain itu, sebanyak 672 jiwa dilaporkan mengungsi di Kecamatan Kuranji, tepatnya di Kelurahan Kuranji.
Para pengungsi tersebar di tiga lokasi, yakni tenda pengungsian Lapau Munggu dan rumah warga sebanyak 367 jiwa, Mushalla Ar Ridwan Kampung Tangah sebanyak 250 jiwa, serta Warung Jembatan Guo sebanyak 55 jiwa. Data warga terdampak dan pengungsi tersebut masih dalam proses pendataan dan pemutakhiran.
Dari sisi kerusakan, pendataan sementara mencatat satu unit rumah rusak berat dan empat unit rumah rusak sedang. Selain itu, sekitar 120 unit rumah dilaporkan terdampak banjir. Banjir juga menyebabkan akses jalan di wilayah Kuranji, tepatnya di sekitar lokasi PDAM daerah Guo, terputus sehingga menghambat akses menuju wilayah terdampak.
Banjir dan tanah longsor di Kabupaten Gayo Lues pada Jumat (9/10) berdampak pada dua kecamatan, yakni Blangkejeren dan Dabun Gelang.
Laporan sementara, satu kepala keluarga terdampak, sedangkan pendataan kerusakan dan dampak lainnya masih berlangsung.
Di Kecamatan Blangkejeren, banjir dan tanah longsor berdampak pada Desa Kala Pinang dan Desa Leme. Sementara itu, di Kecamatan Dabun Gelang, dampak kejadian dilaporkan terjadi di Desa Kendawi.
Dari sisi kerusakan, satu unit rumah dan satu unit jembatan dilaporkan terdampak. Adapun dampak terhadap lahan persawahan dan tiga akses jalan masih dalam pendataan. Selain itu, Jalan nasional lintas Blangkejeren–Takengon ditutup total akibat tertutup material longsor.
Kondisi ini menyebabkan pemulihan akses jalan menjadi salah satu kebutuhan penanganan di wilayah tersebut.
Pada Sabtu (10/10), air dilaporkan telah surut. Namun, pembersihan sisa material banjir dan longsor masih berlangsung dengan melibatkan instansi terkait dan masyarakat.
Banjir di Kabupaten Aceh Tenggara, pada Jumat (9/10), terjadi di tiga kecamatan, yakni Ketambe, Lawe Bulan, dan Babussalam. Wilayah terdampak meliputi Desa Kati Maju, Desa Pulonas Baru, dan Desa Pulo Latong.
Ruas jalan Kutacane–Blangkejeren tertutup material longsor sehingga menghambat akses transportasi. Selain itu, satu unit tanggul dilaporkan jebol dan bangunan pengambilan air untuk Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Lawe Harum milik PDAM Tirta Agara dilaporkan hanyut.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Ph.D., mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan tanah longsor, terutama saat hujan berintensitas tinggi dan berlangsung dalam durasi panjang.
Masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana diharapkan mengenali potensi bahaya di sekitarnya, menjaga keselamatan diri dan keluarga, serta segera menuju tempat yang lebih aman apabila kondisi mengancam keselamatan.
