Banjir Merendam Solok Selatan, Tabalong, Langsa, Banjar dan Bandung Barat

Banjir di Kota Solok Selatan, Sumatera Barat, Selasa (12/1). FOTO: BPBD Kota Solok/BNPB

Darilaut – Banjir merendam sejumlah wilayah di Indonesia. Seperti di Kota Solok Selatan Provinsi Sumatera Barat, Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan, Kota Langsa Provinsi Aceh, Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan dan Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat.

Di Solok Selatan, banjir Senin (11/1) merendam Kecamatan Lubuak Sikarah dengan lima kelurahan terdampak yakni Kelurahan Kampai Tabu Karambil, IX Suku, Sinapa, Aro IV Kosong dan Tanah Garam. Selanjutnya, Kecamatan Tanjung Harapan dengan tiga kelurahan terdampak, antara lain Kelurahan Nan Balimo, Tanjung Paku dan Koto Panjang.

Banjir karena hujan dengan intensitas tinggi tersebut dengan tinggi muka air 100 sampai 150 sentimeter.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solok mencatat 9.796 unit rumah terdampak dan sejumlah warga mengungsi.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Solok melakukan kaji cepat dan bersama dengan TNI – POLRI, Tagana, PMI serta instansi terkait lainnya melakukan evakuasi korban dan berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Sumatera Barat dalam percepatan penanganan bencana yang terjadi.

Di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, banjir terjadi akibat luapan Sungai Uwi dan Sungai Tabalong, Selasa (12/1).

BPBD Kabupaten Tabalong mencatat dua desa yang terdampak banjir, yakni Desa Halong dan Desa Nawin di Kecamatan Haruai.

Curah hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan debit air Sungai Langsa di Kota Langsa, Aceh, meluap. Peristiwa ini berlangsung pada Selasa (12/1) sekitar pukul 09.00 waktu setempat.

BPBD Kota Langsa memonitor dua kecamatan terdampak banjir tersebut, yaitu Langsa Baro dan Langsa Kota.

BPBD menginformasikan gampong terdampak di Kecamatan Langsa Baro antara lain Gampong Paya Bujok Selemak, Selalah Baru dan Alue Saboh, sedangkan di Kecamatan Langsa Kota, berada di Gampong Jawa.

Di Banjar, Kalimantan Selatan, banjir melanda puluhan desa, Selasa (12/1). Menurut BPBD Kabupaten Banjar, sebanyak 25 desa yang tersebar di tujuh kecamatan terendam banjir dengan Tinggi Muka Air (TMA) 20 hingga 100 cm.

Tercatat 8.696 KK terdampak banjir ini dan sedikitnya 29 KK mengungsi. Sementara diperkirakan 1.288 rumah terendam dan masih terus dalam pendataan.

Tujuh Kecamatan terdapak banjir yakni Kecamatan Karang Intan tepatnya Desa Sungai Arfat, Ingah Habang, Sungai Alang, Sungai Asam, Karang Intan, Mali Mali, Penyambaran, Mandikapau, dan Pasar Lama). Kemudian satu Desa di Kecamatan Martapura Timur yakni Desa Dalam Pagar. Kecamatan Martapura tepatnya di Desa Tanjung Rema, Bincau Muara, Bincau, Tambak Baru, dan Murung Kenanga.

Selanjutnya Kecamatan Astambul tepatnya Desa Pingaran Ulu, Kecamatan Sungai Pinang yakni Desa Belimbing Lama, Belimbing Baru, Rantau Bakula, Rantau Nangka, dan Sungai Pinang. Kecamatan Pengaron yakni Desa Lobang Baru, Benteng, dan Lok Tunggul serta Kecamatan Sungai Tabuk tepatnya di Desa Lok Buntar.

Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Banjar bersama tim gabungan masih melakukan evakuasi korban menuju lokasi pengungsian. Selain itu tim gabungan yang berada di lokasi masih melakukan kaji cepat dengan berkoordinasi dengan instansi terkait guna penanganan lebih lanjut.

Banjir masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat Kabupaten Banjar mengingat musim hujan masih panjang.

Ribuan rumah terendam banjir di 4 kecamatan Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, Minggu (10/1). Curah hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan debit Sungai Citarum meluap.

BPBD Kabupaten Bandung mencatat kecamatan yang terdampak banjir masing-masing Soreang, Dayeuhkolot, Baleendah dan Bojongsoang. Dari 4 kecamatan tersebut, sebanyak 8 wilayah administrasi setingkat desa atau kelurahan terdampak banjir.

Yang terdampak banjir, Desa Cincing (Kecamatan Soreang), Desa Dayeuhkolot dan Kelurahan Pasawahan (Dayeuhkolot), Kelurahan Baleendah dan Andir (Baleendah), Desa Bojongsoang, Bojongsari dan Tegaluar (Bojongsoang).

Data BPBD Kabupaten Bandung Senin (11/1), sebanyak 20.409 KK atau 66.400 jiwa terdampak banjir tersebut. Di samping itu, BPBD memonitor adanya pengungsian di Kecamatan Dayeuhkolot.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan siaga, khususnya di tengah puncak musim hujan yang masih akan terjadi hingga Februari 2021.

Kesiapsiagaan dapat dimulai oleh diri sendiri, seperti mempersiapkan dokumen penting, obat-obatan, barang pribadi, serta mengetahui pentingnya jalur evakuasi apabila sewaktu-waktu terjadi bencana.

Exit mobile version