Banjir yang Terjadi Dalam 3 Hari di Indonesia

Banjir di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Senin (18/1). FOTO: BPBD Kabupaten Pekalongan/BNPB

Darilaut – Selain 11 Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Selatan, banjir juga melanda sejumlah wilayah di Indonesia, seperti di Bogor, Majalengka, Cirebon, Malang, Pidie, Pekalongan dan Semarang, dalam 3 hari terakhir, Minggu (17/1 hingga Selasa (19/1).

Banjir bandang di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, disebabkan hujan dengan intensitas tinggi disertai dengan longsoran dari gunung.

Sebanyak 900 jiwa terdampak banjir bandang yang terjadi Selasa, pukul 10.00 WIB. Lokasi tepatnya terjadi banjir adalah di Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Banjir susulan masih terjadi pada pukul 12.05 WIB.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor melaporkan sebanyak 900 jiwa terdampak banjir. Sementara ini warga diungsikan ke rumah kerabat dan sebagian menempati Wisma PTPN 8 Gunung Mas.

Adapun kerugian materil yang ditimbulkan masih dalam pendataan BPBD Kabupaten Bogor.

BPBD Kabupaten Bogor melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan lembaga juga instansi terkait untuk melakukan assesment, evakuasi, dan penanganan banjir bandang tersebut.

Banjir di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, karena limpasan dari Sungai Cipelang Blok Palasah menuju Dusun Jagawana yang terjadi Senin (18/1) pukul 02.00 WIB dengan tinggi muka air mencapai 70 sentimeter.

BPBD Kabupaten Majalengka melaporkan sebanyak 40 rumah dan 4 hektar lahan persawahan terendam.

Sebanyak 21.199 jiwa terdampak banjir di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Minggu (17/1) pukul 20.30 WIB.

BPBD Kabupaten Cirebon mencatat tinggi mata air 50 sampai 120 sentimeter yang berdampak pada enam kecamatan. Antara lain Kecamatan Plered, Kecamatan Klangenan, Kecamatan Tengahtani, Kecamatan Suranenggala, Kecamatan Panguragan, dan Kecamatan Susukan.

Adapun tercatat 5.352 unit rumah warga terdampak sehingga sebanyak 114 orang harus mengungsi.
Kerugian material lain yang terdampak antara lain 18 unit masjid, 4 unit sekolah, dan 50 hektar lahan persawahan ikut terendam.

Di Kota Malang, Jawa Timur, hujan dengan intensitas tinggi disertai struktur tanah yang labil pada Senin (18/1), menyebabkan banjir di Kecamatan Klojen, Kecamatan Sukun, Kecamatan Lowokwaru, dan Kecamatan Kedungkandang.

BPBD Kota Malang melaporkan tinggi mata air antara 20 – 50 sentimeter. Satu orang dinyatakan hilang dan 2 kepala keluarga mengungsi ke kediaman kerabat.

Tercatat kerugian materil sebanyak 260 rumah terendam dan 2 unit sepeda motor hanyut.
Air limpasan Sungai Krueng Baro Garo menyebabkan banjir di Kabupaten Pidie, Aceh, Senin (18/1) Pukul 03.30 WIB dengan tinggi permukaan air mencapai 70 sentimeter.

Terdapat 6 kecamatan yang terdampak banjir, yaitu Kecamatan Delima, Kecamatan Pidie, Kecamatan Padang Tiji, Kecamatan Mila, Kecamatan Glumpang Baro dan Kecamatan Indrajaya.

BPBD Kabupaten Pidie mencatat sebanyak 14 unit rumah terendam, 11.371 jiwa terdampak dan 1.080 jiwa mengungsi.

Sebanyak 6.619 jiwa terdampak banjir di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, sejak Senin (18/1).

BPBD Kabupaten Pekalongan mencatat tinggi muka air berkisar 5 sampai 80 sentimeter yang berdampak pada empat kecamatan, antara lain Kecamatan Tirto, Kecamatan Sragi, Kecamatan Siwalan, dan Kecamatan Kedungwuni.

Adapun kerugian materil tercatat kurang lebih 2.075 unit rumah warga terendam dengan rincian 717 unit rumah di Kecamatan Tirto, 495 unit rumah di Kecamatan Sragi, 894 unit rumah di Kecamatan Siwalan, dan 5 unit rumah di Kecamatan Kedungwuni.

Hujan dengan intensitas tinggi disertai banjir kiriman dari wilayah hulu mengakibatkan Sungai Pengkol, Kota Semarang, meluap Minggu (17/1).

Menurut BPBD Kota Semarang, meluapnya sungai berdampak pada Kecamatan Tembalang dan Kelurahan Meteseh yang merupakan Daerah Aliran Sungai (DAS) serta kerap dilanda banjir saat Sungai Pengkol meluap. Sebanyak 33 unit rumah dan 120 jiwa terdampak dengan tinggi muka air rata-rata 200 cm.

Exit mobile version