Bibit Siklon Tropis 90S dan 93S Bergerak Berlawanan ke Timur dan Barat di Dekat Wilayah Indonesia

Ilustrasi bibit siklon tropis. GAMBAR: ZOOM.EARTH

Darilaut – Bibit siklon tropis 90S (Tropical Low 28U) dan 93S (Tropical Low 30U) berada di dekat wilayah Indonesia bergerak berlawanan di Samudra Hindia.

Secara umum bibit siklon 90S yang terletak 442 km selatan barat daya Yogyakarta pada Rabu (4/3) siang bergerak ke timur. Bibit 93S berada 585 km selatan Pulau Sumba Nusa Tenggara Timur (NTT) atau 306 km Bromme Australia bergerak ke barat.

Biro Meteorologi (Bureau of Meteorology – BOM) Australia mengatakan sistem tekanan rendah tropis 28U (90S) bergerak ke timur dan dapat berkembang menjadi siklon tropis Rabu malam ini atau Kamis (5/3) pagi.

Sistem ini dengan intensitas angin berkelanjutan di dekat pusat 65 kilometer per jam dengan embusan angin hingga 95 kilometer per jam.

Bergerak ke timur laut dengan kecepatan 9 kilometer per jam, kata Biro Meteorologi. Sistem ini berada di timur tenggara Pulau Christmas dan bergerak menjauh ke timur.

Namun, Biro Meteorologi memperkirakan 28U akan melemah dengan cepat saat bergerak di lingkungan yang tidak menguntungkan dan berinteraksi dengan Tropical Low 30U (93S).

Menurut Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC) 90S memiliki peluang tinggi untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan.

Kecepatan angin permukaan maksimum yang berkelanjutan sekitar 50–60 km per jam (28–33 knot), kata JTWC.

Analisis JTWC menunjukkan kondisi yang cukup menguntungkan untuk perkembangan dengan suhu permukaan laut yang hangat (28 hingga 29°C), aliran keluar ke arah khatulistiwa yang moderat, kontras dengan geseran angin yang kuat (30 hingga 40 knot).

Sementara bibit 93S (30U) saat ini berada di dekat Broome, Australia. Sistem ini memiliki peluang sedang (medium) untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan, menurut JTWC.

Kecepatan angin permukaan maksimum yang berkelanjutan sekitar 45–50 km per jam (23–28 knot). Tekanan permukaan laut minimum diperkirakan mendekati 998 hPa (hektopaskal).

Analisis JTWC menunjukkan kondisi yang menguntungkan untuk perkembangan dengan geser angin rendah hingga sedang (15 hingga 20 knot), suhu permukaan laut yang hangat (30 hingga 31°C).

Biro Meteorologi mengatakan 30U dengan intensitas angin berkelanjutan di dekat pusat 55 kilometer per jam dan embusan angin hingga 85 kilometer per jam.

Sistem ini bergerak ke barat daya dengan kecepatan 15 kilometer per jam, kata Biro Meteorologi.

Bibit Siklon 92P

Bibit siklon 92P (Tropical Low 31U) saat ini terletak di Teluk Carpentaria, dekat Australia utara, dengan jarak 816 km Selatan barat daya Merauke.

Sistem ini memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan, kata JTWC.

Bibit siklon 92P mengemas Kecepatan angin permukaan maksimum yang berkelanjutan sekitar 35–45 km per jam (18–23 knot). Tekanan permukaan laut minimum diperkirakan mendekati 997 hPa (hektopaskal).

Analisis JTWC menunjukkan sistem ini berada di lingkungan yang sedikit menguntungkan untuk perkembangan dengan aliran keluar tingkat atas yang cukup baik ke arah khatulistiwa, geser angin rendah hingga sedang (15–20 knot), suhu permukaan laut yang hangat (30–31°C).

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kemunculan tiga bibit siklon tropis tersebut memicu potensi peningkatan curah hujan (cuaca ekstrem), angin kencang, hingga gelombang tinggi di sejumlah provinsi dalam beberapa hari ke depan.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan berdasarkan pantauan Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta, ketiga sistem yang saat ini aktif adalah Bibit Siklon Tropis 90S di Samudra Hindia selatan Banten–Jawa Barat, Bibit Siklon Tropis 93S di sebelah barat laut daratan Australia, serta Bibit Siklon Tropis 92P di Teluk Carpentaria sebelah selatan Papua Selatan.

“Kami memantau pergerakan ketiga bibit siklon ini secara intensif selama 24 jam penuh. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak tidak langsungnya, seperti genangan atau angin kencang,” kata Faisal, Selasa (3/3).

Exit mobile version