Bibit Siklon Tropis 97S Akan Berkembang Kembali di Selatan NTT

Ilustrasi bibit siklon tropis. GAMBAR: ZOOM.EARTH

Darilaut – Bibit Siklon Tropis 97S (Tropical Low 16U) yang telah melemah di Laut Timor (Timor Sea), diperkirakan akan berkembang lagi di selatan Nusa Tenggara Timur, pada Rabu (21/1).

Menurut Biro Meteorologi (Bureau of Meteorology – BOM) Australia tekanan rendah tropis (16U) mungkin akan terbentuk kembali menjadi tekanan rendah tropis pada hari Rabu atau Kamis di lepas pantai barat laut Kimberley.

Pada akhir pekan, 16U diperkirakan akan bergerak ke selatan atau tenggara menuju pantai Kimberley dan mungkin akan melintasinya pada Jumat malam atau Sabtu.

Sistem ini mungkin lambat berkembang dan mungkin akan bergerak melewati daratan sebelum dapat menguat menjadi siklon tropis, kata Biro Meteorologi.

Bibit Siklon Tropis 97S terbentuk pada 16 Januari 2026 pukul 07.00 WIB di dalam wilayah monitoring Tropical Cyclone Warning Center Jakarta. Analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Selasa (20/1) pusat sirkulasi berada di Teluk Joseph Bonaparte, Australia bagian utara.

Kecepatan angin maksimum yang terpantau 15 knot (28 km per jam) dengan tekanan udara minimum 1001 hPa (hektopaskal).

Berdasarkan pengamatan citra satelit dalam 12 jam terakhir menunjukkan tidak ada aktivitas konvektif yang terpantau di sekitar pusat sirkulasinya, kata BMKG.

Prediksi BMKG, dalam 24 – 48 jam ke depan intensitas sistem ini diprakirakan akan cenderung persisten baik pola sirkulasi maupun kecepatan angin maksimumnya dengan arah gerak perlahan ke barat.

Prediksi 48 – 72 jam ke depan beberapa model memiliki prediksi yang berbeda, sebagian memprediksi sistem ini melemah ditunjukkan dengan pola sirkulasi yang tidak terlihat, hanya berupa belokan angin.

Namun, terdapat model yang menunjukkan peningkatan kecepatan angin dan pola sirkulasi yang semakin baik dengan pergerakan ke arah barat laut.

Secara umum, menurut BMKG, sistem ini masih terhambat oleh vertical shear yang kuat dan udara kering di lapisan menengah, namun dengan aktivitas gelombang equator di sekitar sistem memberikan pengaruh yang dapat mendukung pertumbuhan sistem.

Bibit Siklon Tropis 97S memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan wilayah perairan di Indonesia.

Dampak tersebut berupa hujan sedang – lebat di wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Angin kencang di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Tinggi gelombang kategori Sedang (1,25 – 2,5 m) di Laut Banda, Laut Flores, perairan Kepulauan Kei – Kepulauan Aru, perairan Kepulauan Babar & Kepulauan Tanimbar, dan Laut Arafura bagian utara.

Tinggi gelombang kategori Tinggi (2,5 – 4,0 m) di perairan Kupang, Laut Sawu, Samudra Hindia selatan NTT, dan Laut Arafuru bagian barat, tengah dan timur, kata BMKG.

Exit mobile version