Darilaut – Dekan Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Prof. Dr. Yuniarti Koniyo, mengatakan, sinergi antara dunia akademik dan lembaga teknis seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sangat penting dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan serta meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam bidang kelautan.
Dengan menghadirkan praktisi dari BMKG, ”kami berharap mahasiswa mendapatkan wawasan langsung dari lapangan serta pemahaman yang lebih komprehensif tentang dinamika laut dan bagaimana ilmu ini diaplikasikan dalam dunia kerja,” ujar Prof. Linda dalam kegiatan kuliah pakar dengan tema “Peran BMKG dalam Pemantauan dan Prediksi Dinamika Laut.”
Kegiatan yang diikuti mahasiswa serta dosen ini menghadirkan nara sumber Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Djalaludin Gorontalo, Cucu Kusmayancu, pada Selasa (29/4).
Cucu menjelaskan secara mendalam peran BMKG dalam melakukan observasi, analisis, serta prediksi terhadap dinamika laut di wilayah perairan Indonesia, khususnya di kawasan Gorontalo dan sekitarnya.
Prediksi dinamika laut memerlukan data oseanografi, seperti suhu permukaan laut, arus, pasang surut, dan gelombang dalam mendukung keselamatan pelayaran, perikanan, dan mitigasi bencana kelautan.
“Kami di BMKG tidak hanya fokus pada cuaca dan iklim, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar dalam memantau kondisi laut yang sangat berpengaruh pada sektor maritim dan ekonomi masyarakat pesisir,” ujar Cucu.
Khususnya teknologi pemantauan laut BMKG menggunakan peralatan seperti buoy, satelit, hingga model prediksi numerik.
Cucu juga menjelaskan pengamatan cuaca maritim, serta sinergi antara lembaga pemerintah dan perguruan tinggi dalam meningkatkan literasi kebencanaan.
