Senin, September 28, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Bom dan Bius Tetap Jadi Ancaman Terumbu Karang Indonesia

redaksi
24 Maret 2020
Kategori : Berita
0
BNPT Diminta Perhatikan Praktik Penangkapan Ikan yang Merusak

Ilustrasi terumbu karang yang hancur akibat praktik penangkapan ikan yang merusak (destructive fishing) dengan menggunakan bom rakitan. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Kondisi terumbu karang Indonesia terus mengalami tekanan akibat kegiatan penangkapan ikan dengan cara destruktif seperti menggunakan bom dan bius.

“Kondisi terumbu karang Indonesia mengkhawatirkan, hal ini disebabkan karena kegiatan penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan (destructive fishing) masih marak terjadi,” kata Koordinator Nasional Destructive Fishing Watch (DFW)-Indonesia, Moh Abdi Suhufan.

Berdasarkan data yang dirilis Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) saat ini sekitar 36,18 persen terumbu karang dalam kondisi jelek dan tinggal 6,56 persen yang dalam kondisi sangat baik. Hasil monitoring, DFW-Indonesia menemukan beberapa lokasi yang masih menjadi kegiatan destructive fishing.

Kegiatan yang merusak ini seperti di perairan Laut Sawu Nusa Tenggara Timur, Taman Nasional Takabonerate Selayar, Perairan Kepulauan Spermonde Sulawesi Selatan, perairan Maluku serta di perairan Sulawesi Tenggara.

“Pada perairan Buton Utara di Sulawesi Tenggara, dalam 3 bulan ini terjadi 10 kali kejadian pengeboman ikan yang dilaporkan oleh masyarakat,” kata Abdi.

Pemerintah masih kesulitan menangani kegiatan destructive fishing sebab belum ada sistim terpadu dari tingkat desa sampai pusat dalam melaporkan dan melakukan penindakan terhadap pelaku. Padahal untuk kegiatan pengawasan, desa bisa mengambil peran sebab Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi No 11 tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa tahun 2020 membolehkan alokasi penggunaan dana desa untuk kegiatan pelestarian lingkungan hidup.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Bom Ikandestructive fishingTaka BonerateTerumbu Karang
Bagikan37Tweet6KirimKirim
Previous Post

Virus Corona, Kesehatan Mental Harus Terjaga

Next Post

Cegah Covid-19, Mulai Hari Ini Bunaken Ditutup Sementara

Postingan Terkait

Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW UNG Lantunkan Dzikir dan Doa

Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW UNG Lantunkan Dzikir dan Doa

28 September 2026
Hurikan Polo Akan Mendarat di Baja California Sur, Meksiko

Hurikan Polo Akan Mendarat di Baja California Sur, Meksiko

28 September 2026

Typhoon Surigae Intensifies Rapidly East of Okinawa

Topan Surigae Menguat dengan Cepat di Timur Okinawa

Ada 1.300 Spesies Ikan Air Tawar di Indonesia

Alat Deteksi Kualitas Air Ditempatkan di Zona Interaksi Hiu Paus di Perairan Botubarani

Akademisi UNG Bahas Pendidikan Sarjana Terapan Rumpun Teknik Elektro

Ilmu Kelautan Untuk Pembangunan Berkelanjutan

Next Post
Cegah Covid-19, Mulai Hari Ini Bunaken Ditutup Sementara

Cegah Covid-19, Mulai Hari Ini Bunaken Ditutup Sementara

Komentar tentang post

TERBARU

Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW UNG Lantunkan Dzikir dan Doa

Hurikan Polo Akan Mendarat di Baja California Sur, Meksiko

Typhoon Surigae Intensifies Rapidly East of Okinawa

Topan Surigae Menguat dengan Cepat di Timur Okinawa

Ada 1.300 Spesies Ikan Air Tawar di Indonesia

Alat Deteksi Kualitas Air Ditempatkan di Zona Interaksi Hiu Paus di Perairan Botubarani

AmsiNews

REKOMENDASI

Pariwisata Berkelanjutan Dinilai Jadi Aspek Penting di Era Normal Baru

Penanganan Limbah Medis B3 Covid-19

Pesisir Cina Timur Bersiap Menghadapi Topan Super Bavi

Wali Kota Gorontalo Apresiasi Pelatihan Literasi Berita AMSI

Kapal Kontainer Raksasa Buatan Jepang Mulai Beroperasi

Cegah Virus Corona, Masuk Natuna Periksa Kesehatan dan Karantina

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.