Sabtu, Juni 13, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Bom dan Racun Ikan di Togean

redaksi
9 Agustus 2021
Kategori : Berita, Konservasi
0
Bom Ikan di Togean, Balai dan Polres Tojo Una-una Patroli Gabungan

Salah satu lokasi penyelaman di Taman Nasional Kepulauan Togean. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Kepala Balai Taman Nasional Kepulauan Togean, Bustang, mengatakan, untuk memutus mata rantai penangkapan ikan dengan cara merusak yang menggunakan bom ikan dan racun ada pada pengumpul atau pembeli ikan.

“Pengumpul atau pembeli harus dibekali cara untuk mengetahui ikan yang ditangkap dengan cara yang tidak ramah lingkungan,” kata Bustang kepada Darilaut.id.

Karena itu, kata Bustang, perlu dukungan pemerintah daerah untuk mengeluarkan kebijakan bagi pengumpul dan pembeli, untuk tidak menerima hasil tangkapan ikan dengan cara yang merusak. Kebijakan ini juga harus diketahui dan ditindaklanjuti oleh kepala desa dan camat.

Larangan membeli ikan yang ditangkap dengan cara yang tidak ramah lingkungan ini harus menjadi kebijakan bersama, selain juga memperbanyak operasi gabungan di dalam kawasan Taman Nasional Togean dan tempat-tempat lain.

Menurut Bustang, di lokasi-lokasi yang teridentifikasi sebagai pelaku penangkapan ikan dengan cara merusak juga diberikan modal berupa alat tangkap.

Sosialisasi tanpa memberikan alternatif mata pencaharian, tidak akan memberikan hasil maksimal. Bila tidak ada alat tangkap yang memadai, kecenderungan kembali menangkap dengan cara merusak akan terus terjadi.

Bustang mengatakan yang melakukan penangkapan ikan dengan cara merusak hanya segelintir orang, tetapi sangat merusak habitat terumbu karang dan biota laut.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Bom IkanCagar BiosferTaman Nasionalteluk tominiTogean
Bagikan3Tweet1KirimKirim
Previous Post

Pelaku Bom Ikan yang Ditangkap di Teluk Tomini Masih Anak-anak

Next Post

Ini Kemasan Makanan Terbuat Dari Rumput Laut

Postingan Terkait

Gempa Sarangani di Filipina Selatan Merusak 100 Rumah dan Gedung di Sangihe dan Talaud

Gempa Sarangani Merusak 249 Rumah dan 26 Fasilitas Umum di Sulawesi Utara

13 Juni 2026
Banjir Rob Merendam Kota Medan dan Batu Bara

Konvensi Barcelona Menandai Keberhasilan Program Laut Regional

13 Juni 2026

UNG Buka Program Akademik Internasional “Teluk Tomini” untuk Mahasiswa Dari Berbagai Negara

Barang Bukti 1.300 Ekor Ikan Napoleon Hidup Dikembalikan ke Habitatnya

Mahasiswi Manajemen UNG Raih Top 5 Finalist International Business Competition di Vietnam

Hujan Signifikan di Sejumlah Wilayah

Prakiraan Iklim ASEAN: Kondisi Suhu dan Curah Hujan di Daratan Asia Tenggara dan Benua Maritim

Dewan Pers Matangkan Usulan RUU Hak Cipta Bersama Konstituen

Next Post
Pembudidaya Rumput Laut di Nunukan, Hati-hati Lewati Batas Perairan Malaysia

Ini Kemasan Makanan Terbuat Dari Rumput Laut

Komentar tentang post

TERBARU

Gempa Sarangani Merusak 249 Rumah dan 26 Fasilitas Umum di Sulawesi Utara

Konvensi Barcelona Menandai Keberhasilan Program Laut Regional

UNG Buka Program Akademik Internasional “Teluk Tomini” untuk Mahasiswa Dari Berbagai Negara

Barang Bukti 1.300 Ekor Ikan Napoleon Hidup Dikembalikan ke Habitatnya

Mahasiswi Manajemen UNG Raih Top 5 Finalist International Business Competition di Vietnam

Hujan Signifikan di Sejumlah Wilayah

AmsiNews

REKOMENDASI

Dua Bibit Siklon Tropis Berkembang di Samudra Pasifik

Laju Deforestasi Indonesia Turun 8,4% di Tahun 2021-2022

Terumbu Karang Terpapar Plastik Rentan Terkena Penyakit

Indonesia Akhiri Kerja Sama Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca dengan Norwegia

Ratusan Orang Dibunuh, PBB Menyerukan Perlindungan Bagi Pembela Lingkungan

Banjir, Puting Beliung dan Longsor Mendominasi Bencana di Indonesia

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.