Bone Bolango dan Buru Terdampak Banjir dan Angin Kencang

Ilustrasi banjir. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Banjir melanda Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Goronyalo dan Kabupaten Buru, Maluku, pada Rabu (8/9).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buru terus melakukan pendataan warga yang terdampak banjir dan angin kencang yang terjadi di wilayah tersebut.

Tercatat sebanyak 62 unit rumah terdampak atas kejadian ini. Selain terdampak pada rumah, peristiwa ini juga berdampak pada fasilitas umum seperti masjid, kantor dan bangunan Sekolah Dasar (SD) serta beberapa areal persawahan warga juga ikut terendam.

Hujan dengan intensitas tinggi memicu terjadinya banjir yang terjadi di wilayah Kabupaten Buru pada Selasa (7/9). Sebanyak tiga desa terdampak kejadian ini yakni Desa Namlea yang terletak di Kecamatan Namlea, Desa Pela di Kecamatan Batabyal, dan Desa Waekasar di Kecamatan Weapo.

Hujan yang disertai angin kencang juga mengakibatkan beberapa pohon tumbang yang menutup ruas jalan Pilar dan Kompleks SD 1 Namlea.

Berdasarkan prakiraaan cuaca yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengamati ada pembentukan dua bibit Siklon Tropis yaitu Siklon Tropis Chantu dan Conson.

Kedua siklon tropis tersebut dapat menyebabkan potensi dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di beberapa wilayah Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua.

Di Bone Bolango banjir terjadi di dua desa yang berada di Kecamatan Bone. Hujan intensitas tinggi memicu banjir yang melanda dua desa, yaitu Desa Cendana Putih dan Ilohuuwa.

Sebanyak 60 KK atau 238 jiwa terdampak dan satu jembatan terpantau rusak akibat banjir. Tidak ada laporan korban jiwa akibat banjir tersebut, sedangkan pemutakhiran data kaji cepat masih dilakukan oleh BPBD setempat.

Para petugas BPBD yang dibantu instansi terkait lain, seperti TNI, Polri, dinas sosial, Tagana, aparat kecamatan dan desa, melakukan pembersihan material sampah yang terbawa oleh banjir tersebut.

Sebelumnya banjir menggenangi beberapa desa yang berada di Kecamatan Tomilito, Kabupaten Gorontalo Utara pada awal September 2021.

Prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, awal musim hujan tahun ini, di wilayah Gorontalo diprediksi bulan September hingga November 2021. Prakiraan dini cuaca BMKG mencatat wilayah Gorontalo berpotensi hujan lebat yang disertai petir atau kilat serta angin kencang pada dua hari ini, 9 – 10 September 2021.

Menghadapi musim hujan, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi bahaya hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang. Kesiapsiagaan komunitas dapat membantu dalam menginformasikan peringatan dini melalui kearifan lokal yang hidup dimiliki, seperti menginformasikan curah hujan tinggi yang berada di hulu kepada mereka yang tinggal di kawasan yang lebih rendah atau hilir.

Exit mobile version