Darilaut – Bumi baru saja mengalami bulan Agustus terpanas yang pernah tercatat, menurut data cuaca yang baru dirilis.
El Niño memicu rekor suhu tinggi di wilayah luas Samudra Pasifik tropis bagian tengah dan timur. Kondisi El Niño memicu intensifikasi kebakaran hutan di seluruh Indonesia.
Rekor panas global ini didokumentasikan melalui laporan bulanan dari Copernicus Climate Service milik Uni Eropa, National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) Amerika Serikat dan NASA.
Dampaknya terasa di seluruh penjuru dunia, demikian pernyataan World Meteorological Organization (WMO) pada hari Jumat.
Belahan bumi utara mengalami musim panas terhangat, sementara belahan bumi selatan mengalami musim dingin dengan suhu hangat yang mendekati rekor tertinggi.
Sementara itu, wilayah Arktik dan Antartika sama-sama mencatat cakupan es laut di bawah rata-rata pada bulan Agustus.
Gelombang Panas dan Kekeringan
Eropa Barat mengalami gelombang panas pada bulan Agustus, melanjutkan periode panas ekstrem luar biasa yang telah berlangsung sejak Mei; kondisi kekeringan parah juga dilaporkan terjadi di Prancis, Hungaria, Rumania, Serbia, dan Inggris Raya.
Sebagian besar wilayah Eropa tengah dan timur juga mengalami kondisi kering yang meluas pada bulan Agustus, yang dalam beberapa kasus telah berlangsung sejak Mei.
Tingkat aliran air di sungai-sungai utama Eropa—termasuk Rhine, Danube, Southern Bug, dan Dnieper—berada pada level yang sangat rendah.
El Niño Memicu Rekor
El Niño merupakan salah satu faktor pendorong kondisi iklim yang mencetak rekor pada bulan Agustus, menurut laporan WMO.
Pola iklim ini memengaruhi aktivitas siklon tropis global serta curah hujan tinggi dan banjir di beberapa negara.
Negara-negara lain terdampak oleh kekeringan, di mana kondisi El Niño memicu intensifikasi kebakaran hutan musiman di seluruh Indonesia, sebagaimana dilaporkan oleh Copernicus Atmosphere Monitoring Service (CAMS).
Apa Artinya?
Data menunjukkan bahwa ke-10 bulan Agustus terpanas yang pernah tercatat semuanya terjadi sejak tahun 2016.
Rata-rata suhu udara permukaan global pada bulan Agustus tercatat 1,65°C lebih tinggi dibandingkan perkiraan garis dasar pra-industri, menurut data terbaru.
Pada saat yang sama, suhu permukaan global berada 1,32°C di atas rata-rata abad ke-20—menjadikannya bulan Agustus terhangat sejak pencatatan dimulai pada tahun 1850, menurut US National Centers for Environmental Information. Prediksi mengenai dampak El Niño sungguh mengkhawatirkan.
“Fenomena ini kini telah terbentuk secara nyata dan akan menguat menjadi peristiwa yang sangat intens dalam beberapa bulan mendatang, dengan dampak besar terhadap pola curah hujan dan suhu hingga tahun 2027,” demikian menurut Pembaruan El Niño terkini dari WMO.
Iklim Global
Berbagai organisasi di seluruh dunia turut memantau informasi iklim global.
WMO menggunakan kumpulan data dari Copernicus Climate Change Service, NOAA, NASA, dan pihak lainnya untuk menyusun laporan State of the Global Climate (Kondisi Iklim Global).
Badan cuaca PBB ini akan memaparkan informasi terkini mengenai kondisi iklim tahun ini pada konferensi iklim PBB berikutnya, COP31, di Antalya, Turki, pada bulan November.
