Calon Penerima Kapal Bantuan KKP Lakukan Ujicoba

Ujicoba kapal bantuan perikanan. FOTO: KKP

Jakarta – Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), M Zulficar Mochtar mengatakan, belajar dari pengalaman sebelumnya, agar tidak terjadi penolakan dari calon penerima kapal perikanan bantuan pemerintah, maka dilakukan uji coba terlebih dahulu.

“Kalau ada yang kurang, segera dilakukan perbaikan, sehingga kapal pada saat diterima benar-benar sudah sesuai. Hal ini juga berguna untuk meningkatkan sense of belonging calon penerima,” ujar Zulficar, Kamis (15/8).

KKP melibatkan calon penerima bantuan dalam setiap tahapan pengadaan kapal bantuan pemerintah. Mulai dari memilih desain kapal, mesin dan alat penangkapan ikan yang sesuai dengan kebutuhannya, sampai dengan proses pembangunan diundang ke galangan untuk melihat prosesnya hingga sea trial.

Hal ini dimaksudkan agar calon penerima bantuan benar-benar ada rasa memilki dan tercipta suasana bahwa kapal tersebut milik mereka sendiri.

Menurut Zulficar, program bantuan kapal ini manfaatnya tidak hanya dirasakan langsung oleh nelayan penerima, namun banyak multiplier effect. Antara lain membangkitkan galangan kapal ikan nasional, penyerapan tenaga kerja di sekitar lokasi galangan dan industri pendukung seperti material, perlengkapan kapal dan seterusnya.

“Yang tidak kalah penting adanya transfer knowledge pembuatan kapal dengan bahan sintetis yaitu Feibreglass Reinforced Plastic (FRP),” kata Zulficar.

Selama kurun waktu tahun 2015 sampai dengan tahun 2018 jumlah bantuan KKP yang disalurkan tak kurang dari 2.215 unit kapal dengan berbagai tipe dan ukuran yang diberikan kepada koperasi nelayan yang tersebar di seluruh Indonesia. Selanjutnya, di tahun 2019 ditargetkan ditambah lagi bantuan kapal perikanan sebanyak 300 unit.

Perkembangan program pengadaan kapal perikanan bantuan tahun 2019 saat ini beberapa dalam proses tender. Sebagian dalam proses pembangunan di beberapa galangan atau penyedia. Pembangunan kapal perikanan ini ditargetkan akan tuntas pada akhir November 2019.

Zulficar mengatakan, berbagai langkah dan terobosan pelaksanaan program bantuan kapal perikanan terus dilakukan. Salah satunya melalui pendekatan serta penerapan asas keberterimaan (dapat diterima) dan keterlibatan calon penerima dalam merencanakan dan mengadakan kapal bantuan.

Asas perencanaan kapal bantuan melalui pendekatan “keberterimaan” bertujuan agar pada saat kapal diserahkan tidak ada penolakan yang diakibatkan karena kapal yang dibangun tidak sesuai dengan kebutuhan penerima.

Sejauh ini, dampak dari kebijakan dan pelaksanaan pemberantasan illegal, unreported and unregulated (IUU) fishing telah dirasakan manfaatnya oleh nelayan di tanah air. Antara lain, makin melimpahnya sumber daya ikan sehingga nelayan lebih dekat dan lebih mudah menangkap ikan.

Menurut Zulficar, untuk memanfaatkan peluang tersebut secara berkelanjutan, sebagian nelayan kecil dihadapkan pada keterbatasan sarana penangkapan ikan yang dimiliki untuk mengakses serta memanfaatkan sumber daya ikan tersebut.

“Untuk itu, pemerintah hadir memberikan solusi antara lain melalui program bantuan kapal perikanan yang digenjot dalam beberapa tahun terakhir,” ujarnya.

Salah satu pelaksana galangan kapal di Kabupaten Cilacap Jawa Tengah, Ronie Marine, selama tiga hari pada Kamis (15/8) hingga (17/8) dikunjungi 30 perwakilan koperasi nelayan calon penerima bantuan kapal.

Direktorat Kapal Perikanan dan Alat Penangkapan Ikan (KAPI) Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap mengundang perwakilan koperasi nelayan tersebut bersama perwakilan Dinas Perikanan guna melakukan uji coba melaut (sea trial) kapal bantuan yang nantinya akan diserahterimakan.

Direktur KAPI, Goenaryo mengatakan, pengadaan kapal bantuan ini tidak hanya fisik kapalnya saja, namun sudah dilengkapi dengan dokumen kapal. Nelayan juga akan dilatih untuk mendapatkan sertifikat SKK 30/60 Mil, serta keterampilan penanganan hasil tangkapan, sehingga kapal diserahterimakan langsung bisa operasional.

Menurut Goenaryo, upaya membantu calon penerima terus dilakukan termasuk setelah serah terima kapal akan difasilitasi dengan permodalan dan pelatihan pemeliharaan mesin.*

Exit mobile version