Darilaut – Pembangunan di Istanbul, Turki, seperti mega-proyek bandara internasional dan jembatan Yavuz Sultan Selim, dikhawatirkan menyebabkan degradasi ekosistem, termasuk di Danau Buyukcekmece.
Wilayah ini sebagai tempat persinggahan utama bagi satwa liar bermigrasi, termasuk burung.
Untuk melawan dan menghindari ancaman tersebut, Kota Istanbul telah meluncurkan proyek untuk meningkatkan kesadaran dan konservasi keanekaragaman hayati, termasuk burung yang bermigrasi, di dalam wilayah metropolitan.
Proyek ini bagian dari inisiatif Generation Restoration Cities dari Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP). Proyek ini untuk memajukan solusi berbasis alam dan tantangan lingkungan di daerah perkotaan.
Melalui upaya ini, UNEP bekerja sama dengan 24 kota, 14 di antaranya menerima dukungan keuangan dan teknis langsung untuk menguji coba solusi berbasis alam perkotaan.
Melansir Unep.org, inisiatif ini merupakan bagian dari Dekade PBB tentang Restorasi Ekosistem, sebuah upaya global untuk menghidupkan kembali alam.
Istanbul juga telah bergabung dengan Journeys for Life, sebuah inisiatif baru yang dipimpin oleh ICLEI – Pemerintah Daerah untuk Keberlanjutan, untuk membantu kota dan wilayah dalam melestarikan spesies migran yang rentan.
Untuk membantu penduduk Istanbul menghargai alam di sekitar mereka, kota ini menjalankan kampanye di media sosial dan akan menggunakan poster dan video di halte bus kota dalam menyajikan fakta-fakta penting dan gambar burung yang bermigrasi yang menarik.
Rumput dan bunga akan ditanam di atap halte bus untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap spesies asli yang mendukung lebih banyak satwa liar.
“Jutaan orang menggunakan halte bus ini setiap hari, jadi ini adalah platform yang bagus bagi kami untuk membantu orang memahami hal-hal seperti pentingnya koridor hijau,” kata Nilgun Cendek, Direktur pada Direktorat Sistem Ekologi Perkotaan di Otoritas Metropolitan Istanbul, seperti dikutip dari Unep.org.
Untuk mendapatkan kaum muda, pemerintah kota sedang merancang rencana pelajaran tentang keanekaragaman hayati untuk digunakan di sekolah dasar.
Para pejabat juga menyelenggarakan lokakarya pada bulan Mei. Melalui kegiatan ini kelompok masyarakat sipil dan bisnis setempat, serta para ahli dan pejabat pemerintah, membahas cara terbaik untuk melindungi ruang hijau, seperti Hutan Kota Ataturk yang banyak dikunjungi, dan membuat kota lebih berkelanjutan.
“Dengan keterlibatan yang luas, kami berharap dapat menyalurkan minat, kesadaran, dan kepedulian masyarakat tentang keanekaragaman hayati menjadi momentum untuk aksi konservasi,” kata Cendek.
Titik tertinggi dari kampanye ini pada Hari Burung Migrasi Sedunia, ketika kotamadya dan mitra mengharapkan ribuan orang untuk bergabung dalam penghitungan burung tahunan dari titik-titik pandang di kota, seperti perbukitan Buyuk dan Kucuk Camlica.
Bangau hitam, bangau putih, dan burung pemangsa, termasuk banyak spesies elang, sering berputar-putar dalam jumlah besar di atas kota. Burung-burung ini menggunakan arus udara hangat untuk mendapatkan ketinggian sebelum melanjutkan migrasi mereka.
Pecinta burung dengan menggunakan teropong, kamera, dan teleskop sudah melakukan perjalanan ke Istanbul untuk menyaksikan tontonan tersebut, menyoroti bagaimana burung dan migrasi mereka yang dapat mendukung ekowisata.
