Catatan Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia 7 Hingga 23 Agustus

Titik panas dan kebakaran aktif di Indonesia. GAMBAR: ZOOM.EARTH

Darilaut – Luasan kebakaran hutan dan lahan terus bertambah di berbagai wilayah Indonesia sejak tanggal 7 hingga 23 Agustus. Musim kemarau disertai peristiwa  El Niño membuat vegetasi kering dan angin kencang memicu kebakaran meluas di sejumlah daerah.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait terus mengoptimalkan operasi udara dan darat, pemantauan hotspot, serta koordinasi lintas sektor untuk mencegah meluasnya karhutla dan mengurangi dampaknya terhadap masyarakat.

BNPB mencatat kebakaran hutan dan lahan ini terjadi di berbagai daerah di Jawa Timur, Pulau Kalimantan, Aceh, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Papua Barat Daya, Sulawesi Selatan, Kepulauan Riau, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Sulawesi Utara, Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, kebakaran terjadi pada Minggu (23/8) sekitar pukul 17.00 WIB di kawasan hutan jati Gunung Bungkuk, Desa Bungkuk, Kecamatan Parang. Luas lahan terbakar diperkirakan mencapai tujuh hektare.

BPBD Kabupaten Magetan bersama Destana Desa Bungkuk melakukan penanganan menggunakan peralatan manual dengan dukungan TNI, Polri, PMI, pemerintah desa, dan masyarakat. Api berhasil dipadamkan pada pukul 19.50 WIB.

Sebelumnya, kebakaran terjadi di Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur, pada Selasa (18/8) pukul 18.30 WIB.  Lokasi terdampak antara lain Desa Sumberingin yang berada di wilayah  Kecamatan Karangan. Akibat peristiwa ini dilaporkan lahan yang terbakar mencapai 1,5  hektare. Tim gabungan langsung menuju lokasi terdampak guna melakukan pemadaman dan pencegahan agar si jago merah tidak menjalar ke pemukiman warga di sekitarnya.

Kebakaran lahan menghanguskan tiga hektare lahan di Desa Mategal, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, pada Senin (17/8). Kebakaran lahan terjadi di kawasan Perumahan Bukit Royal Kencana, Kelurahan Bulukerto, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, pada Minggu (16/8) sekitar pukul 15.55 WIB. Kebakaran terjadi pada area lahan dengan luas kurang lebih 1 hektare.

Di Pulau Kalimantan BNPB bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait terus memperkuat operasi penanganan karhutla di sejumlah wilayah prioritas. Penguatan dilakukan melalui operasi udara, operasi darat, dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Di wilayah Kalimantan Timur, kebakaran hutan dan lahan terjadi di Kabupaten Kutai Barat pada Minggu (23/8) sekitar pukul 11.50 WITA. Kebakaran terjadi di Desa Kinong, Kecamatan Damai, dengan luas lahan terbakar sekitar 10 hektare. BPBD Kabupaten Kutai Barat bersama unsur terkait melakukan asesmen dan pemadaman darat. Api telah berhasil dipadamkan pada hari yang sama.

Di Provinsi Aceh, kebakaran lahan terjadi di Kabupaten Aceh Besar, tepatnya di Gampong Lamtamot, Kecamatan Lembah Seulawah, dan Gampong Data Makmur, Kecamatan Blang Bintang. Total lahan terbakar diperkirakan mencapai 11 hektare. BPBD Kabupaten Aceh Besar mengerahkan empat unit armada pemadam dengan 20 personel untuk melakukan penanganan di kedua lokasi. Api di Lamtamot berhasil dipadamkan pukul 16.30 WIB, sedangkan api di Data Makmur padam pukul 23.35 WIB.

Di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara titik api terpantau pada Sabtu (22/8) sekitar pukul 18.00 WIB di Bukit Sitalmak Talmak, Desa Dolok Raja, Kecamatan Harian. Luas lahan terbakar diperkirakan mencapai lima hektare. BPBD bersama tim gabungan, pemerintah desa, dan masyarakat melakukan pemadaman darat. Api dilaporkan telah padam pada Minggu (23/8).

Sementara itu, kebakaran dengan cakupan wilayah yang lebih luas terjadi di Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Kekabakaran dilaporkan terjadi sejak 18 Juli hingga 23 Agustus 2026 di tujuh distrik, yakni Distrik Teluk Kimi, Nabire Kota, Nabire Barat, Wanggar, Nabire, Makimi, dan Yaur.

Kebakaran dipicu kondisi cuaca panas, angin kencang, serta banyaknya semak dan ilalang kering. Berdasarkan pendataan yang dihimpun oleh BPBD Kabupaten Nabire, sekitar 396,13 hektare lahan terbakar dan empat kepala keluarga terdampak.

Hingga Minggu (23/8), sebagian titik api masih belum dapat dipadamkan karena tidak dapat dijangkau armada pemadam kebakaran. Menyikapi kondisi tersebut, pemerintah daerah mengidentifikasi kebutuhan dukungan lebih lanjut berupa water bombing dan tambahan armada pemadam untuk menangani area yang sulit dijangkau dengan penanganan darat.

Di Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara. Kebakaran terjadi di Desa Dakaino, Kecamatan Wasile Timur, dengan luas lahan terdampak sekitar 3,5 hektare. Tim TRC BPBD Kabupaten Halmahera Timur melakukan pemadaman dengan dukungan satu unit water truck milik unsur terkait. Api berhasil dipadamkan.

Pada Sabtu (22/8) pukul 20.05 WIT kebakaran dilaporkan terjadi di Desa Batu Raja, Kecamatan Wasile, Halmahera Timur, menghanguskan lahan seluas 2,5 hektare.

Kebakaran hutan dan lahan juga dilaporkan terjadi di kawasan Taman Nasional Way Kambas, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, pada Jumat (21/8) pukul 14.00 WIB. Peristiwa tersebut terjadi di Kelurahan Kuala Penet, wilayah Resort Kuala Penet.

Kebakaran berdampak pada area seluas 673,4 hektare. BPBD Kabupaten Lampung Timur segera melakukan koordinasi lintas instansi dan pemadaman bersama untuk mencegah api meluas. Hingga Sabtu (22/8) pukul 19.12 WIB, seluruh titik api berhasil dipadamkan dan tidak ditemukan lagi titik panas (hotspot) di lokasi kejadian.

Kebakaran di Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat, terjadi pada Kamis (20/8) pukul 17.30 WIB di Desa Sembalun Timba Gading, Kecamatan Sembalun, dengan luas lahan terbakar sekitar 10 hektare.

BPBD Kabupaten Lombok Timur melakukan pemadaman darat menggunakan selang air yang dilanjutkan dengan proses pendinginan lahan. Api telah berhasil dipadamkan dan kondisi dinyatakan terkendali.

Di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya kebakaran terjadi di Desa Sawagumu, Distrik Sorong Utara; Desa Klasabi, Distrik Sorong Manoi; dan Desa Klabala, Distrik Sorong Kota.

Di Desa Sawagumu, kebakaran terjadi pada Rabu (19/8) dan menghanguskan sekitar 5 hektare lahan. Faktor kekeringan, angin kencang, dan kondisi lahan gambut menyebabkan api cepat membesar dan menyebar.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kota Sorong, bersama tim gabungan serta relawan melakukan pemadaman darat. Berdasarkan laporan di lapangan, api berhasil dipadamkan pada Jumat (21/8).

Sementara itu, kebakaran di Desa Klasabi menghanguskan sekitar 1 hektare lahan dan berhasil dipadamkan kurang lebih selama dua jam oleh tim gabungan pada Jumat (21/8). Kemudian di Desa Klabala, sekitar 5 hektare lahan terbakar dan api berhasil dipadamkan dengan dilanjutkan proses pendinginan. Tidak ada korban jiwa dari ketiga kejadian tersebut.

Di Kabupaten Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan, kebakaran terjadi di Desa Buttu Batu, Kecamatan Enrekang, dengan luas lahan terbakar sekitar 10 hektare. Kebakaran diduga dipicu aktivitas warga yang membuang puntung rokok sembarangan.

Kondisi medan yang curam turut menjadi tantangan dalam proses pemadaman. BPBD Kabupaten Enrekang bersama Damkar, TNI, Polri, dan masyarakat melakukan pemadaman menggunakan mobil tangki dan selang air serta pendinginan. Api berhasil dipadamkan pada Jumat (21/8) pukul 01.30 WITA.

Sementara di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, kebakaran melanda empat kecamatan, yaitu Kecamatan Lembang (Desa Taddakong), Lanrisang (Desa Amassangang), Watang Sawitto (Desa Sabbang Paru dan Kelurahan Bentengnge), dan Mattiro Bulu (Desa Makkawaru), dengan luas lahan terbakar sekitar 5 hektare.

BPBD Kabupaten Pinrang bersama TNI, Polri, Damkar, masyarakat, dan pemerintah setempat melakukan pemadaman darat menggunakan satu unit mobil damkar. Pada Jumat (21/8), api telah berhasil dipadamkan.

Kebakaran lahan terjadi di wilayah Kabupaten Toraja Utara, tepatnya di Kelurahan Pa’paelean, Kecamatan Sanggangi, pada Minggu (16/8) sekitar pukul 14.00 Wita. Kebakaran mengakibatkan lahan seluas kurang lebih 2 hektare terbakar.

Di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, kebakaran dilaporkan terjadi pada Jumat (21/8) pukul 11.30 WIB di Desa Kelarik Air Mali, Kecamatan Bunguran Utara. Luas lahan yang terbakar sekitar 4 hektare.

BPBD Kabupaten Natuna bersama tim gabungan melakukan pemadaman dengan dukungan sejumlah peralatan pemadam. Dilaporkan api telah berhasil dipadamkan pada hari yang sama.

Kebakaran juga terjadi di Kabupaten Tojo Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah, sejak Selasa (18/8). Kebakaran melanda Desa Longge di Kecamatan Ampana Tete, Kelurahan Malotong di Kecamatan Ampana, dan Desa Tampanombo di Kecamatan Ulubongka dengan total luas lahan terbakar sekitar 54 hektare dengan rincian 50 hektare di Desa Longge serta masing-masing 2 hektare di Kelurahan Malotong dan Desa Tampanombo.

Kebakaran lahan terjadi di Desa Tongku, Kecamatan Tojo, pada Minggu (16/8) sekitar pukul 10.00 WITA. Kebakaran terjadi pada lahan milik warga.

Di Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kebakaran melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Manggar (Desa Lalang dan Padang), Kecamatan Damar (Desa Sukamandi), dan Renggiang (Desa Lintang dan Lenggang) dengan total lahan terbakar sekitar 3,8 hektare.

BPBD Kabupaten Belitung Timur mengerahkan personel dan peralatan pemadaman untuk melakukan pemadaman serta pendinginan. Api berhasil dipadamkan pada hari yang sama dan pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan tidak terjadi kebakaran kembali.

Kebakaran hutan dan lahan melanda Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara, pada Selasa (18/8) pukul 10.30 WITA. Peristiwa ini terjadi  di Kelurahan Inobonto I yang berada di Kecamatan Bolaang dan Desa Buntalo, Desa Dulangon, Desa Solog serta Desa Sauk di wilayah administratif Kecamatan Lolak. Tercatat lahan seluas 3,25 hektare dilalap si jago merah.

BPBD Kabupaten Bolaang Mongondow menurunkan personel untuk segera berkoordinasi lintas instansi dan melakukan upaya penanganan serta pemadaman.

Peristiwa kebakaran hutan dan lahan melanda Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah, pada Minggu (16/8) malam hari. Lokasinya berada di Desa Mluweh, Kecamatan Ungaran Timur. Lahan seluas satu hektare yang terbakar berhasil dipadamkan oleh tim gabungan pada Senin (17/8).

Kejadian selanjutnya adalah kebakaran lahan di Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, pada Senin (17/8). Dilaporkan lahan tebu seluas empat hektare di Desa Kadilangon, Kecamatan Wedi, hangus terbakar. Kondisi terkini, api berhasil padam setelah tim gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan.

Kebakaran 7 – 10 Agustus

Di Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, kebakaran hutan dan lahan terjadi di sekitar puncak Bukit Pindul, pada Senin (10/8) sekitar pukul 00.09 WIB. Kebakaran diduga dipicu oleh pembakaran serasah. Luas lahan terdampak diperkirakan mencapai dua hektare.

Petugas berupaya memadamkan api yang membakar Bukit Pindul, Dukuh Girisono RT 03 RW 05, Desa Gunung Gajah, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah pada Senin (10/8). FOTO: BPBD Kabupaten Klaten/BNPB

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten bersama relawan penanggulangan bencana, relawan Masyarakat Peduli Api (MPA), Perhutani, dan warga sekitar melakukan penanganan, asesmen, dan koordinasi di lokasi. Api berhasil dipadamkan dan kondisi dinyatakan selesai.

Dari Kabupaten Jepara Jawa Tengah dilaporkan dua hektare lahan di Desa Keling, Kecamatan Keling terbakar pada Sabtu (8/8). Wilayah terdampak kebakaran merupakan semak belukar di kawasan hutan Trowili.

Meskipun sempat menghadapi kendala berupa lokasi yang curam dan berada dekat jurang serta akses yang sulit dilalui kendaraan, api berhasil dipadamkan oleh tim gabungan dari BPBD Kabupaten Jepara bersama Damkar, Perhutani, SAR Jepara, dan relawan sekitar pukul 22.30 WIB.

Sementara itu di Banyumas, tiga hektare lahan di Desa Kasegeran, Kecamatan Cilongok, terbakar pada Minggu (9/8) pukul 11.00 WIB. Api berhasil dipadamkan oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Banyumas, Koramil dan Polsek Cilongok, Polisi Hutan, Pemerintah Desa Cilongok, serta relawan pada pukul 17.38 WIB.

Masih di Provinsi Jawa Tengah, Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Kabupaten Banyumas, pada Jumat, (7/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 2 hektare. Tidak terdapat laporan korban jiwa akibat kejadian tersebut.

Dalam upaya penanganan, BPBD Kabupaten Banyumas bersama tim pemadam melakukan pemadaman dan penanganan di lokasi kejadian. Upaya tersebut melibatkan unsur TNI, Polri, dan masyarakat guna mempercepat proses pemadaman sekaligus mencegah api kembali meluas.

Kebakaran terjadi di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, di wilayah hutan Gunung Bungkuk, Kecamatan Parang, Minggu (9/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai lima hektare, terdiri atas sekitar tiga hektare di Desa Mategal dan dua hektare di Desa Bungkuk.

Personel BPBD Provinsi Jawa Timur dan BPBD Kabupaten Magetan bersama unsur pemadam kebakaran, TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta warga setempat melakukan penanganan menggunakan peralatan manual. Api berhasil dipadamkan pada hari yang sama sekitar pukul 23.00 WIB.

Kebakaran lahan terjadi di Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, pada Minggu (9/8) sekitar pukul 10.50 WIB. Kebakaran diduga berasal dari sisa pembakaran sampah yang tidak diawasi sehingga api kemudian meluas. Lahan yang terbakar diperkirakan mencapai dua hektare.

Tim gabungan yang terdiri atas BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Jombang, serta Damkar Jombang melakukan asesmen, koordinasi dengan perangkat desa, dan pemadaman di lokasi. Api berhasil dipadamkan dan kondisi dinyatakan selesai pada Senin (10/8).

Di kawasan Gunung Bromo Jawa Timur, pembaruan situasi karhutla per Minggu (9/8) pukul 23.30 WIB, total lahan terbakar mencapai 520 hektare. Adapun vegetasi terdampak antara lain cemara gunung, mentingen, akasia, dan semak belukar. Titik api di Lembah Dingklik terpantau membesar.

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menutup sementara seluruh pintu masuk wisata Gunung Bromo mulai 8 Agustus 2026 pukul 22.00 WIB sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Kebakaran dilaporkan di Kabupaten Jember. Lokasi terdampak berada di Gunung Watangan, wilayah lahan Perhutani Petak 3G1, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan. Peristiwa tersebut menyebabkan 6,5 hektare lahan terbakar dan terjadi pada Sabtu (8/8) sekitar pukul 20.07 WIB. Api berhasil dipadamkan oleh tim gabungan dari BPBD Kabupaten Jember, Polsek Wuluhan, Koramil Wuluhan, Perhutani KPH Jember, Pemdes dan Destana Lojejer, serta relawan pada Minggu (9/8).

Kebakaran hutan dan lahan terjadi di wilayah Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo, pada Sabtu, (8/8). Kebakaran terjadi di dua desa, yaitu Desa Bancangan dan Desa Campurejo, Kecamatan Sambit. Lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare.

BPBD Kabupaten Ponorogo melakukan kaji cepat dan penanganan kebakaran di lokasi terdampak. Upaya pemadaman dilakukan di Dukuh Tengger, Desa Bancangan, dan Dukuh Kabatan, Desa Campurejo, Kecamatan Sambit untuk memastikan api tidak kembali meluas ke area lain.

Di wilayah lainnya, kebakaran hutan dan lahan terjadi di kawasan hutan milik Perum Perhutani, petak 114 A, Desa Karangsoko, Kecamatan Trenggalek, Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu, (8/8).

Di Jawa Barat, dua hektare lahan terbakar di Desa Bunihayu, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang. Kebakaran dipicu pembakaran sampah yang kemudian merambat ke area kebun bambu, pada Minggu (9/8). BPBD Kabupaten Subang bersama tim Tagana, Damkar, TNI, Polri, dan masyarakat berhasil memadamkan api pada malam hari.

Di Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku, tepatnya di kawasan bukit sepanjang Lorong Afghanistan hingga Jalan Pendopo, Kecamatan Bula kebakaran terjadi pada Sabtu (8/8). Kondisi semak belukar yang mengering akibat kemarau berkepanjangan serta angin kencang menyebabkan api dengan cepat meluas. Luas lahan terdampak diperkirakan sekitar 2,5 hektare.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Seram Bagian Timur melakukan identifikasi, kaji cepat, dan koordinasi dengan pemerintah setempat dalam penanganan. Kondisi medan perbukitan yang menanjak dan sulit dijangkau menjadi salah satu kendala dalam upaya pemadaman. Api akhirnya berhasil dipadamkan pada Senin (10/8) malam.

Kebakaran terjadi di Gampong Lamsim/Cot Pukat, Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh pada Minggu (9/8). BPBD Kabupaten Aceh Besar mengerahkan empat unit armada pemadam kebakaran dan 12 personel untuk memadamkan api yang membakar satu hektare lahan. Api berhasil dipadamkan pada pukul 12.55 WIB.

Di Kabupaten Belitung Timur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada Minggu (9/8) pukul 09.00 WIB terjadi kebakaran lahan di beberapa titik di Kecamatan Manggar. Kebakaran dipicu oleh aktivitas pembersihan lahan dan kemudian meluas. Tim TRC-PB BPBD Belitung Timur mengerahkan empat personel. Api berhasil dipadamkan pada pukul 09.45 WIB. Proses pendinginan telah selesai dilaksanakan dan kondisi saat ini aman serta terkendali.

Pada Jumat (7/8) sekitar pukul 11.50 WITA, terjadi kebakaran hutan dan lahan yang berlokasi di Pulau Bakalan, tepatnya di antara Desa Bakalan dan Desa Bulungkobit, Kecamatan Tinangkung, Kabupaten Banggai Kepulauan, Provinsi Sulawesi Tengah.

Kebakaran diketahui setelah masyarakat melihat adanya asap atau api yang berasal dari area hutan dan semak belukar. Api kemudian meluas akibat angin kencang dan kondisi lahan yang kering. Penyebab sementara kebakaran diduga akibat cuaca panas. Luas lahan yang terbakar mencapai 72,4 hektare. Api berhasil dipadamkan pada Minggu (9/8).

Wilayah lain di Sulawesi Tengah yang terdampak karhutla adalah wilayah hutan di Desa Longge, Kecamatan Ampana Tete, Kabupaten Tojo Una-Una. Api menjalar ke Gunung Batu Pongki. Luas wilayah yang terbakar mencapai tiga hektare. BPBD Kabupaten Tojo Una-Una bersama tim gabungan melakukan penanganan dan pemadaman. Pada Minggu (9/8), hasil pemantauan menunjukkan masih terdapat kepulan asap putih di sekitar titik api. Situasi saat ini aman dan terkendali.

Di Provinsi Sulawesi Selatan, karhutla terjadi di sebidang lahan yang berlokasi di Kelurahan Marinding, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja pada Jumat (7/8) pukul 12.00 WITA. Luas lahan yang terbakar mencapai 15 hektare.

Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Tana Toraja bersama tim gabungan melakukan pemadaman api di lokasi terdampak. Pada Minggu (9/8), tim gabungan masih melakukan pemadaman di dua titik di wilayah Tallang Sura.

Di Maluku Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Halmahera Timur pada Sabtu (8/8). Wilayah terdampak meliputi tiga kecamatan, yaitu Desa Toboino dan Tukur-tukur di Kecamatan Wasile Timur, Desa Ino Jaya di Kecamatan Wasile Selatan, serta Desa Cemara Jaya di Kecamatan Wasile.

Total lahan terbakar seluas 23 hektare. BPBD Kabupaten Halmahera Timur melaksanakan penanganan bersama tim gabungan dengan menggunakan peralatan sederhana, membuat sekat bakar, dan mengerahkan water truck.

Selanjutnya, dari Kota Sorong, Papua Barat Daya, dilaporkan karhutla terjadi di Gunung Malanu, Kelurahan Malanu, Distrik Sorong Utara, dan Kelurahan Rufei, Distrik Sorong Barat. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (8/8) pukul 22.13 WIT. Luas lahan yang terbakar di masing-masing lokasi mencapai satu hektare.

Selanjutnya, kebakaran hutan dan lahan terjadi di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat, pada Jumat, (7/8), sekitar pukul 20.00 WITA. Kebakaran terjadi di kawasan Resor Sembalun, SPTN Wilayah II Balai Taman Nasional Gunung Rinjani. Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai ±30 hektare, namun angka tersebut masih dalam proses pendataan. Tidak terdapat laporan korban jiwa akibat kejadian tersebut.

Merespons banyaknya laporan kejadian bencana karhutla di berbagai wilayah, BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, terutama selama musim kemarau ketika kondisi vegetasi dan lahan cenderung kering serta mudah terbakar.

Masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan secara sembarangan serta tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan, kata BNPB.

Apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran, segera laporkan kepada aparat atau BPBD setempat agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin. Upaya pencegahan sejak dari lingkungan sekitar merupakan langkah penting untuk mencegah kebakaran meluas, menjaga keselamatan masyarakat, dan melindungi kelestarian lingkungan.

Mengantisipasi potensi meluasnya kebakaran hutan dan lahan, pemerintah terus memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan lintas sektor. BNPB bersama pemerintah daerah terus memantau perkembangan titik panas, memetakan wilayah rawan, serta melakukan koordinasi untuk menentukan langkah penanganan sesuai dengan kondisi di lapangan.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi selama musim kemarau, khususnya karhutla. Pemerintah daerah diharapkan memperkuat kesiapsiagaan, pemantauan, serta deteksi dini terhadap potensi karhutla dan memastikan ketersediaan sarana dan prasarana pemadaman.

Selain itu, masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran di wilayah yang rawan terbakar. Apabila mengetahui atau melihat kejadian kebakaran, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada pemerintah daerah atau petugas terkait, sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan efektif.

Exit mobile version