Darilaut – Kita hidup di dunia di mana peristiwa cuaca dan iklim ekstrem dalam berbagai bentuknya muncul dalam berita setiap hari. Istilah El Niño menjadi bahan pembicaraan berbagai kalangan.
Hal ini dikatakan Ian Lisk, Presiden WMO’s Commission for Weather, Climate, Hydrological, Marine and Related Environmental Services and Applications (SERCOM) atau Komisi WMO untuk Layanan dan Aplikasi Cuaca, Iklim, Hidrologi, Kelautan, dan Lingkungan Terkait.
Dalam pertemuan untuk memperkuat serta menyempurnakan layanan yang mendukung pengambilan keputusan di berbagai bidang, termasuk pertanian, penerbangan, pengurangan risiko bencana, kesehatan, energi terbarukan, pelayaran, dan pengelolaan air, Ian Lisk mengatakan bahwa hampir mustahil untuk melakukan percakapan tanpa mendengar istilah El Niño—baik dari pejabat pemerintah, komunitas yang berupaya membangun ketangguhan, sektor keuangan dan kesehatan, maupun masyarakat umum.
Pertemuan ini berlangsung di tengah fenomena El Niño yang kian menguat, yang memengaruhi suhu dan curah hujan, serta memperparah berbagai ancaman—seperti suhu panas ekstrem yang memecahkan rekor, banjir dahsyat, kekeringan berkepanjangan, siklon tropis yang meningkat intensitasnya dengan cepat, kebakaran hutan dan kabut asap pekat, hingga gelombang panas laut.
Oleh karena itu, selain merencanakan, mempersiapkan, dan merespons dampak lintas sektor dari El Niño ini, “mari kita pastikan masyarakat menggunakan peristiwa ini untuk memahami konteks mengenai dampak iklim saat ini maupun masa depan terhadap kita,” ujar Ian Lisk, seperti dikutip dari WMO.
SERCOM merupakan salah satu komisi teknis utama WMO yang berfungsi sebagai jembatan antara observasi, penelitian, sistem prediksi, dan infrastruktur di satu sisi, dengan pengambilan keputusan oleh pemerintah, dunia usaha, masyarakat, serta individu di sisi lain.
“SERCOM mengubah keunggulan ilmiah dan teknis menjadi layanan yang melindungi kehidupan, mata pencaharian, dan pembangunan. Hal ini harus dilakukan dengan urgensi, fokus, dan persatuan,” ujar Sekretaris Jenderal WMO, Celeste Saulo.
Ia menegaskan bahwa prakiraan dan peringatan yang tepercaya serta otoritatif kini jauh lebih penting dibandingkan sebelumnya.
SERCOM akan membahas amandemen terhadap Regulasi Teknis dan kerangka kompetensi WMO, persyaratan baru untuk Sistem Pemrosesan dan Prediksi Terintegrasi WMO (WIPPS), serta rencana jangka panjang baru untuk meteorologi penerbangan.
Agenda lainnya mencakup katalogisasi peristiwa berbahaya, Kerangka Kerja Prakiraan Banjir, serta metode untuk memantau suhu global. Akan diselenggarakan konferensi teknis satu hari mengenai inisiatif Early Warnings for All (Peringatan Dini untuk Semua) – yang membahas cara menghadirkan layanan peringatan dini secara berkelanjutan, di mana pun, dan untuk siapa pun.
Pekerjaan SERCOM dalam menetapkan norma dan standar menjadi jauh lebih penting saat ini, di tengah perubahan teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) yang merevolusi serta melipatgandakan jumlah prakiraan cuaca.
Celeste Saulo mengatakan perangkat yang digunakan telah berubah drastis hingga sulit dikenali, namun kebutuhannya tetap sama. Seperti prakiraan yang dapat dipercaya oleh masyarakat, disusun berdasarkan standar yang baku, diverifikasi melalui observasi, dikendalikan kualitasnya, dapat dilacak, serta diterbitkan oleh pihak yang berwenang dan bertanggung jawab—terutama ketika sebuah peringatan harus ditindaklanjuti dengan aksi nyata.
”Menetapkan standar, praktik verifikasi, dan kompetensi tersebut merupakan tugas utama SERCOM,” ujar Celeste Saulo.
Menurut Celeste Saulo, SERCOM harus mencapai tiga hasil utama, (1) menyepakati program kerja yang terfokus dan realistis untuk periode 2026–2027, serta membangun organisasi yang efisien—selaras dengan prioritas para anggota dan sumber daya yang tersedia, serta mampu beradaptasi dengan lingkungan operasional yang berkembang pesat.
(2) terus membangun kerangka kerja yang koheren untuk layanan peringatan dini, yang memadukan regulasi yang tepat, panduan praktis, pengembangan kapasitas, dan implementasi yang berkelanjutan. Seiring dengan masuknya inisiatif Early Warnings for All ke tahun kelima, fokus telah beralih dari sekadar komitmen menuju hasil yang terukur: perlindungan bagi masyarakat, peringatan yang ditindaklanjuti, serta penyelamatan nyawa dan penghidupan.
(3) menerapkan transformasi digital untuk mempercepat evolusi layanan di sektor kelautan, penerbangan, dan bidang lain yang sensitif terhadap cuaca serta iklim. Kemajuan teknologi dan kecerdasan buatan harus diwujudkan dalam bentuk informasi yang lebih tepat waktu, mudah diakses, dan dapat segera ditindaklanjuti.
