Selasa, Juni 16, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Cuaca Ekstrem Menyebabkan Lebih Dua Juta Kematian

redaksi
23 Mei 2023
Kategori : Berita
0
Kerusakan Akibat Topan Mocha Meluas

Reruntuhan bangunan setelah Topan Mocha mendarat di kamp IDP Thae Chaung, Sittwe, Rakhine, Myanmar. FOTO: OCHA/Pierre Lorioux

Darilaut – Organisasi Meteorologi Dunia ( WMO ) mengatakan dampak peristiwa cuaca ekstrem selama setengah abad yang dipicu oleh pemanasan global akibat ulah manusia menyebabkan lebih dari dua juta kematian dan kerugian ekonomi sebesar $4,3 triliun.

Menurut WMO, bahaya terkait cuaca, iklim, dan air menyebabkan hampir 12.000 bencana antara tahun 1970 dan 2021. Negara-negara berkembang paling terpukul, dengan sembilan dari 10 kematian dan 60 persen kerugian ekonomi akibat guncangan iklim dan cuaca ekstrem.

WMO mengatakan bahwa Negara Terbelakang dan Negara Berkembang Kepulauan Kecil menderita biaya tinggi yang “tidak proporsional” dalam kaitannya dengan ukuran ekonomi.

“Masyarakat yang paling rentan sayangnya menanggung beban cuaca, iklim, dan bahaya terkait air,” kata Sekretaris Jenderal WMO Petteri Taalas, mengutip Un.org Senin (22/5).

Di Negara Terbelakang, WMO melaporkan bahwa beberapa bencana selama setengah abad terakhir telah menyebabkan kerugian ekonomi hingga 30 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Sementara di Negara Berkembang Kepulauan Kecil, satu dari lima bencana berdampak “setara dengan lebih dari lima persen” PDB, dengan beberapa bencana menghapus seluruh PDB negara.

Asia mengalami jumlah kematian tertinggi karena cuaca ekstrem, iklim, dan kejadian terkait air selama 50 tahun terakhir, dengan hampir satu juta kematian – lebih dari setengahnya di Bangladesh.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Cuaca EkstremKrisis IklimOrganisasi Meteorologi DuniaProf Petteri TaalasSistem Peringatan DiniWorld Meteorological Organization
Bagikan5TweetKirimKirim
Previous Post

Mendekati Guam Siklon Mawar Meningkat Menjadi Topan yang Sangat Kuat

Next Post

Cuaca Ekstrem Paling Banyak Terjadi di Asia

Postingan Terkait

Gempa Darat M6,7 Guncang Palu dan Sigi, Terasa Hingga Gorontalo

Gempa Darat M6,7 Guncang Palu dan Sigi, Terasa Hingga Gorontalo

16 Juni 2026
Dosen UNG Prof. Novianty Djafri: Pemimpin di Bidang Pendidikan Harus Menjadi Inspirator

Dosen UNG Prof. Novianty Djafri: Pemimpin di Bidang Pendidikan Harus Menjadi Inspirator

16 Juni 2026

Pertengahan Juni Kemarau Menguat di Selatan, Hujan di Utara Indonesia

Waspada Potensi Hujan dan Angin Kencang di Sebagian Wilayah Indonesia

Korban Tewas Gempa Sarangani Menjadi 65 Orang

Gempa Sarangani M7,8 Menghasilkan 6.144 Susulan

Gempa M6,2 Guncang Talaud

Selat Hormuz Akan Dibuka Kembali, Sekjen PBB Menyambut Baik Kesepakatan Damai AS-Iran

Next Post
Badai Tropis Nalgae Mempengaruhi Hampir 1 Juta Warga Filipina

Cuaca Ekstrem Paling Banyak Terjadi di Asia

Komentar tentang post

TERBARU

Gempa Darat M6,7 Guncang Palu dan Sigi, Terasa Hingga Gorontalo

Dosen UNG Prof. Novianty Djafri: Pemimpin di Bidang Pendidikan Harus Menjadi Inspirator

Pertengahan Juni Kemarau Menguat di Selatan, Hujan di Utara Indonesia

Waspada Potensi Hujan dan Angin Kencang di Sebagian Wilayah Indonesia

Korban Tewas Gempa Sarangani Menjadi 65 Orang

Gempa Sarangani M7,8 Menghasilkan 6.144 Susulan

AmsiNews

REKOMENDASI

Mapalus dan Pendidikan Sarjana Kelautan

LIPI Bahas Kerja Sama Energi Terbarukan dan Maritim dengan Belanda

Kerongkongan Paus Bryde Tak Cukup untuk Menelan Manusia

BMKG Pantau Siklon Tropis Malou

Fenomena Siklon Tropis Senyar di Selat Malaka Jarang Terjadi

Pemungutan Suara di Kota Gorontalo Berjalan Lancar

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.