Senin, November 2, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Cuaca Ekstrem Menyebabkan Lebih Dua Juta Kematian

redaksi
23 Mei 2023
Kategori : Berita
0
Kerusakan Akibat Topan Mocha Meluas

Reruntuhan bangunan setelah Topan Mocha mendarat di kamp IDP Thae Chaung, Sittwe, Rakhine, Myanmar. FOTO: OCHA/Pierre Lorioux

Darilaut – Organisasi Meteorologi Dunia ( WMO ) mengatakan dampak peristiwa cuaca ekstrem selama setengah abad yang dipicu oleh pemanasan global akibat ulah manusia menyebabkan lebih dari dua juta kematian dan kerugian ekonomi sebesar $4,3 triliun.

Menurut WMO, bahaya terkait cuaca, iklim, dan air menyebabkan hampir 12.000 bencana antara tahun 1970 dan 2021. Negara-negara berkembang paling terpukul, dengan sembilan dari 10 kematian dan 60 persen kerugian ekonomi akibat guncangan iklim dan cuaca ekstrem.

WMO mengatakan bahwa Negara Terbelakang dan Negara Berkembang Kepulauan Kecil menderita biaya tinggi yang “tidak proporsional” dalam kaitannya dengan ukuran ekonomi.

“Masyarakat yang paling rentan sayangnya menanggung beban cuaca, iklim, dan bahaya terkait air,” kata Sekretaris Jenderal WMO Petteri Taalas, mengutip Un.org Senin (22/5).

Di Negara Terbelakang, WMO melaporkan bahwa beberapa bencana selama setengah abad terakhir telah menyebabkan kerugian ekonomi hingga 30 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Sementara di Negara Berkembang Kepulauan Kecil, satu dari lima bencana berdampak “setara dengan lebih dari lima persen” PDB, dengan beberapa bencana menghapus seluruh PDB negara.

Asia mengalami jumlah kematian tertinggi karena cuaca ekstrem, iklim, dan kejadian terkait air selama 50 tahun terakhir, dengan hampir satu juta kematian – lebih dari setengahnya di Bangladesh.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Cuaca EkstremKrisis IklimOrganisasi Meteorologi DuniaProf Petteri TaalasSistem Peringatan DiniWorld Meteorological Organization
Bagikan5TweetKirimKirim
Previous Post

Mendekati Guam Siklon Mawar Meningkat Menjadi Topan yang Sangat Kuat

Next Post

Cuaca Ekstrem Paling Banyak Terjadi di Asia

Postingan Terkait

Sedimen dari Sungai Mekong Mengalir ke Pesisir Vietnam

Sedimen dari Sungai Mekong Mengalir ke Pesisir Vietnam

2 November 2026
Pelabuhan yang Rusak karena Gempa dan Tsunami Palu Segera Dibangun

World Tsunami Awareness Day: Kisah-kisah Pembelajaran Menghadapi Tsunami

2 November 2026

AMSI Mendorong Transformasi Bisnis Media

770 Juta Orang Tinggal di Wilayah Pesisir, Rentan Naiknya Permukaan Laut

New York Beradaptasi dengan Perubahan Iklim, Membangun Penghalang di Sepanjang Garis Pantai

Potensi Karhutla Awal November Risiko Tertinggi di Sebagian Wilayah Indonesia

Sebaran Asap Lintas Batas Terdeteksi dari Papua Nugini ke Papua Selatan

Titik Panas Terbanyak di Sulawesi, Papua dan Maluku

Next Post
Badai Tropis Nalgae Mempengaruhi Hampir 1 Juta Warga Filipina

Cuaca Ekstrem Paling Banyak Terjadi di Asia

Komentar tentang post

TERBARU

Sedimen dari Sungai Mekong Mengalir ke Pesisir Vietnam

World Tsunami Awareness Day: Kisah-kisah Pembelajaran Menghadapi Tsunami

AMSI Mendorong Transformasi Bisnis Media

Tenaga Kependidikan UNG Diingatkan Tuntaskan Target Kinerja

770 Juta Orang Tinggal di Wilayah Pesisir, Rentan Naiknya Permukaan Laut

New York Beradaptasi dengan Perubahan Iklim, Membangun Penghalang di Sepanjang Garis Pantai

AmsiNews

REKOMENDASI

Hujan Lebat Masih Berpotensi Terjadi Hingga Akhir Juni di Beberapa Wilayah Indonesia

Politeknik Negeri Manado Teliti Bidang Maritim

Pembahasan Izin Buangan Limbah Tambang ke Laut Langkah Kemunduran

Menteri HAM: Pemahaman Mahasiswa Tentang HAM Dapat Mencegah Perundungan dan Diskriminasi

KPU Kabupaten Gorontalo Bahas Pelaporan Dana Kampanye

Profesor Riset LIPI: 10 Ribu Ton Merkuri Cemari Lingkungan Setiap Tahun

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.