Jumat, Mei 1, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Cuaca Ekstrem Paling Banyak Terjadi di Asia

redaksi
23 Mei 2023
Kategori : Berita
0
Badai Tropis Nalgae Mempengaruhi Hampir 1 Juta Warga Filipina

Badai Tropis Parah Nalgae (Paeng) membawa hujan deras yang menyebabkan banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah di Filipina. FOTO: Philippine Coast Guard

Darilaut – Organisasi Meteorologi Dunia (WMO, World Meteorological Organization) mencatat negara-negara di Asia paling banyak menghadapi bencana karena cuaca ekstrem, iklim, dan peristiwa yang berhubungan dengan air.

Antara tahun 1970 dan 2021, kata WMO, Asia menyumbang 47% dari semua kematian yang dilaporkan di seluruh dunia. Tercatat siklon tropis menjadi penyebab utama kematian yang dilaporkan.

Menurut WMO selama 50 tahun terakhir sebanyak 3.612 bencana dan kematian 984.263 dan kerugian ekonomi US$1,4 triliun

Jumlah kematian akibat peristiwa cuaca ekstrem selama setengah abad di Asia lebih dari setengahnya di Bangladesh.

Topan tropis Nargis pada tahun 2008 menyebabkan 138.366 kematian. Bangladesh memiliki angka kematian tertinggi di Asia dengan 520.758 kematian akibat 281 peristiwa.

Selanjutnya, Afrika. Negara-negara di Afrika mengalami 1.839 bencana karena cuaca eksrem, iklim, dan air yang dilaporkan antara tahun 1970 dan 2021.

Bencana tersebut menyebabkan 733.585 kematian dan kerugian ekonomi sebesar US$ 43 miliar. Kekeringan menyumbang 95% dari kematian yang dilaporkan.

Siklon Tropis Idai pada Maret 2019 adalah peristiwa paling mahal yang terjadi di Afrika (US$2,1 miliar).

Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Karibia melaporkan sebanyak 2.107 bencana cuaca, iklim, dan air yang menyebabkan 77.454 kematian dan kerugian ekonomi US$ 2,0 triliun.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: AsiaCuaca EkstremOrganisasi Meteorologi DuniaPerubahan IklimSiklon TropisWorld Meteorological Organization
Bagikan3TweetKirimKirim
Previous Post

Cuaca Ekstrem Menyebabkan Lebih Dua Juta Kematian

Next Post

Siklon Tropis Penyebab Utama Kematian di Bumi

Postingan Terkait

60 Ribu Benih Ikan Dilepas di Sungai Poigar dan Mondaton Kabupaten Bolaang Mongondow

60 Ribu Benih Ikan Dilepas di Sungai Poigar dan Mondaton Kabupaten Bolaang Mongondow

1 Mei 2026
Krisis Selat Hormuz, PBB: Pembersihan Ranjau Darat Saja Sulit Apalagi di Laut

Krisis Selat Hormuz Mendorong Dunia Menuju Resesi

1 Mei 2026

Ahli Desain Komunikasi Visual UNG: Banyak yang Meremehkan Pelanggaran Hak Cipta Visual dan Konten Jurnalistik

Melki Gani –  Fajri A. Kidjab Ketua dan Sekretaris Terpilih AMSI Gorontalo Periode 2026-2030

Mangrove Dapat Menyerap logam berat Merkuri

Mangrove Biofilter Alami Mengurai Limbah Budidaya Laut

ENSO dan IOD Kondisi Netral, Monsun Australia Melemah

Waspada Hujan Ringan dan Lebat di Berbagai Wilayah Indonesia

Next Post
Badai Siklon Terbentuk di Teluk Benggala

Siklon Tropis Penyebab Utama Kematian di Bumi

Komentar tentang post

TERBARU

60 Ribu Benih Ikan Dilepas di Sungai Poigar dan Mondaton Kabupaten Bolaang Mongondow

Krisis Selat Hormuz Mendorong Dunia Menuju Resesi

Ahli Desain Komunikasi Visual UNG: Banyak yang Meremehkan Pelanggaran Hak Cipta Visual dan Konten Jurnalistik

Melki Gani –  Fajri A. Kidjab Ketua dan Sekretaris Terpilih AMSI Gorontalo Periode 2026-2030

Mangrove Dapat Menyerap logam berat Merkuri

Mangrove Biofilter Alami Mengurai Limbah Budidaya Laut

AmsiNews

REKOMENDASI

Kapal Ikan Tenggelam, 2 Nelayan Hilang di Perairan Kupang

14 ABK yang Bekerja di Kapal Perikanan China Tiba di Indonesia

Empat Ekor Paus Pilot Terdampar di Teluk Lawele

Siklon Tropis Urmil Berada di Perairan Terbuka Samudra Pasifik Selatan

Operasi Laut di Samudra Hindia, BNN Membongkar Jaringan Narkotika Iran-Indonesia

Badai Siklon Biparjoy Mendarat di Pantai Gujarat

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.