Sabtu, September 19, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Cuaca Ekstrem Paling Banyak Terjadi di Asia

redaksi
23 Mei 2023
Kategori : Berita
0
Badai Tropis Nalgae Mempengaruhi Hampir 1 Juta Warga Filipina

Badai Tropis Parah Nalgae (Paeng) membawa hujan deras yang menyebabkan banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah di Filipina. FOTO: Philippine Coast Guard

Darilaut – Organisasi Meteorologi Dunia (WMO, World Meteorological Organization) mencatat negara-negara di Asia paling banyak menghadapi bencana karena cuaca ekstrem, iklim, dan peristiwa yang berhubungan dengan air.

Antara tahun 1970 dan 2021, kata WMO, Asia menyumbang 47% dari semua kematian yang dilaporkan di seluruh dunia. Tercatat siklon tropis menjadi penyebab utama kematian yang dilaporkan.

Menurut WMO selama 50 tahun terakhir sebanyak 3.612 bencana dan kematian 984.263 dan kerugian ekonomi US$1,4 triliun

Jumlah kematian akibat peristiwa cuaca ekstrem selama setengah abad di Asia lebih dari setengahnya di Bangladesh.

Topan tropis Nargis pada tahun 2008 menyebabkan 138.366 kematian. Bangladesh memiliki angka kematian tertinggi di Asia dengan 520.758 kematian akibat 281 peristiwa.

Selanjutnya, Afrika. Negara-negara di Afrika mengalami 1.839 bencana karena cuaca eksrem, iklim, dan air yang dilaporkan antara tahun 1970 dan 2021.

Bencana tersebut menyebabkan 733.585 kematian dan kerugian ekonomi sebesar US$ 43 miliar. Kekeringan menyumbang 95% dari kematian yang dilaporkan.

Siklon Tropis Idai pada Maret 2019 adalah peristiwa paling mahal yang terjadi di Afrika (US$2,1 miliar).

Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Karibia melaporkan sebanyak 2.107 bencana cuaca, iklim, dan air yang menyebabkan 77.454 kematian dan kerugian ekonomi US$ 2,0 triliun.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: AsiaCuaca EkstremOrganisasi Meteorologi DuniaPerubahan IklimSiklon TropisWorld Meteorological Organization
Bagikan4Tweet1KirimKirim
Previous Post

Cuaca Ekstrem Menyebabkan Lebih Dua Juta Kematian

Next Post

Siklon Tropis Penyebab Utama Kematian di Bumi

Postingan Terkait

KKP Tetapkan Kawasan Konservasi di Maluku Tengah Seluas 683.826,89 Hektare

KKP Tetapkan Kawasan Konservasi di Maluku Tengah Seluas 683.826,89 Hektare

19 September 2026
Topan Dujuan Akan Mendekati Tokyo

Topan Dujuan Akan Mendekati Tokyo

19 September 2026

Tren Negatif Cadangan Air Daratan Terus Berlanjut

Banjir dan Kekeringan Pecahkan Rekor Lima Tahun Terakhir

Peneliti UNG Dorong Perbaikan Regulasi Dampak Tambang di Pesisir Provinsi Gorontalo dan Transparansi Dokumen Lingkungan

Peneliti UNG Menyoroti Praktik Pertambangan di Provinsi Gorontalo, Lingkungan Pesisir Memburuk Manfaat Ekonomi Minim

SSI dan AIDA Mengecam Keras Perburuan Penyu, Instruktur Selam Dinonaktifkan

Instruktur Selam yang Diduga Pelaku Perburuan Penyu di Raja Ampat Diperiksa Polisi

Next Post
Badai Siklon Terbentuk di Teluk Benggala

Siklon Tropis Penyebab Utama Kematian di Bumi

Komentar tentang post

TERBARU

KKP Tetapkan Kawasan Konservasi di Maluku Tengah Seluas 683.826,89 Hektare

Topan Dujuan Akan Mendekati Tokyo

Tren Negatif Cadangan Air Daratan Terus Berlanjut

Banjir dan Kekeringan Pecahkan Rekor Lima Tahun Terakhir

Peneliti UNG Dorong Perbaikan Regulasi Dampak Tambang di Pesisir Provinsi Gorontalo dan Transparansi Dokumen Lingkungan

Peneliti UNG Menyoroti Praktik Pertambangan di Provinsi Gorontalo, Lingkungan Pesisir Memburuk Manfaat Ekonomi Minim

AmsiNews

REKOMENDASI

Puslitbang BMKG Teliti Gempa dan Tsunami di Palu-Donggala

Kondisi Cuaca Saat 10 Mahasiswa Geologi UNG Terseret Arus Sungai Deras

Tanah Longsor di Papua Barat, Dua Orang Meninggal Dunia

BKIPM Makassar Kampanye Peduli Laut dan Sailing Trip dengan Pinisi

KKP Melarang Ekspor Benih Lobster

Fenomena ”Bulan Mini” Asteroid yang Terjebak Sementara di Orbit Bumi

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.