Curah Hujan di Sebagian Wilayah Indonesia Masih Kategori Rendah

Ilustrasi pertumbuhan awan hujan. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Prakiraan curah hujan pada periode dasarian III Oktober hingga dasarian II November 2026, sebagian besar wilayah Indonesia masih diprediksi mengalami curah hujan kategori rendah hingga menengah (0–150 mm/dasarian).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) secara spasial diprakirakan aktif pada 20–21 Oktober 2026 di sekitar Aceh, Kalimantan bagian utara, dan perairan utara Papua.

Sementara itu, Gelombang Rossby Ekuatorial diprakirakan aktif di Samudra Hindia sebelah barat Aceh dan Laut Andaman, sedangkan Gelombang Kelvin diprakirakan aktif di sebagian Sumatera bagian selatan, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Aktivitas gelombang atmosfer tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan, terutama di wilayah yang didukung oleh kondisi atmosfer yang labil dan pemusatan massa udara, meskipun secara umum curah hujan masih diprakirakan berada pada kategori rendah hingga menengah, kata Direktorat Meteorologi Publik BMKG.

Selain itu, menurut BMKG, keberadaan sirkulasi siklonik di Laut Andaman, Laut Cina Selatan, dan perairan utara Kalimantan Barat, serta pengaruh tidak langsung Siklon Tropis Champi di timur Filipina, turut memengaruhi pola pergerakan angin regional.

Daerah pertemuan dan perlambatan angin diprediksi terbantuk di sejumlah wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Papua, yang dapat meningkatkan pemusatan massa udara dan mendukung pertumbuhan awan hujan.

Kondisi ini diperkuat oleh labilitas atmosfer yang cukup kuat di sebagian Sumatera bagian utara hingga tengah, Kalimantan, dan Papua. Kombinasi faktor tersebut berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun akumulasi curah hujan secara umum masih cenderung rendah pada skala dasarian, kejadian hujan signifikan tetap berpeluang terjadi dalam skala harian, terutama di wilayah yang dipengaruhi dinamika atmosfer regional dan lokal.

Sepekan ke depan, potensi hujan periode 20 – 22 Oktober 2026, perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.

Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian hujan lebat – sangat lebat di Aceh dan Sumatera Utara.

Angin Kencang di Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Papua, dan Papua Selatan.

Pada periode 23 – 26 Oktober 2026, perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Papua Tengah, dan Papua Selatan.

Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian hujan lebat – sangat lebat di Aceh dan Papua Pegunungan.

Angin Kencang di Aceh, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.

Exit mobile version