Selasa, Juli 21, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Dampak dan Langkah Memperlambat Pemanasan Laut

redaksi
4 April 2022
Kategori : Berita, Konservasi
0
Dampak dan Langkah Memperlambat Pemanasan Laut

Anomali suhu permukaan laut. GAMBAR: NOAA

Darilaut – Di antara spesies yang paling sensitif terhadap gelombang panas laut adalah yang membentuk dasar ekosistem laut yang paling beragam.

Seperti hutan rumput laut (kelp forests), padang lamun, dan terumbu karang.

Peristiwa parah yang mempengaruhi pantai barat Australia pada tahun 2011, misalnya, menyapu bersih seluruh ekosistem yang menyebabkan beberapa spesies menghilang hingga ratusan kilometer.

Gelombang panas laut bukan satu-satunya ancaman bagi ekosistem laut. Sering terjadi bersamaan dengan stresor lain seperti pengasaman laut, deoksigenasi, dan penangkapan ikan yang berlebihan.

Dalam kasus seperti itu, menurut Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam atau International Union for Conservation of Nature (IUCN), gelombang panas laut tidak hanya lebih merusak habitat. Tetapi juga meningkatkan risiko deoksigenasi dan pengasaman.

Mengingat dampak gelombang panas laut yang parah dan berlangsung lama terhadap kehidupan laut dan masyarakat manusia, maka yang bisa dilakukan antara lain menerapkan langkah-langkah untuk memperlambat pemanasan laut.

Selain itu, melawan dampak gelombang panas laut dengan membangun ketahanan laut (building ocean resilience).

Pemerintah harus berinvestasi dalam solusi berbasis alam di samping secara ambisius mengurangi emisi berbasis bahan bakar fosil untuk mencapai tujuan yang disepakati berdasarkan Perjanjian Paris.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Gelombang Panas LautIUCNPerubahan Iklim
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Empat Dekade Pemutihan Karang Karena Gelombang Panas Laut

Next Post

Korea-Indonesia MTCRC Survei Wilayah Laut Cirebon

Postingan Terkait

7 Tim Mahasiswa UNG Lolos Pendanaan Program Kreativitas Kemdiktisaintek

Juli 2026 Tercatat 8 Prodi UNG Raih Akreditasi Unggul

21 Juli 2026
2024 Tahun Terpanas, Bagaimana di Tahun 2025?

Potensi Hujan di Tengah Penguatan El Niño

21 Juli 2026

Kondisi Relatif Kering,  Penguatan El Niño dan Perluasan Musim Kemarau

Gorontalo Antisipasi dan Siaga Musim Kemarau

Program Studi Pendidikan Fisika UNG Raih Akreditasi Unggul

Pengelolaan Wisata Hiu Paus Botubarani Kedepankan Aspek konservasi dan Manfaat Ekonomi Bagi Masyarakat

Menghadapi Suhu Sangat Panas, WHO Keluarkan Panduan Baru

Eropa Paling Cepat Memanas, 10 Ribu Tewas Musim Ini

Next Post
Korea-Indonesia MTCRC Survei Wilayah Laut Cirebon

Korea-Indonesia MTCRC Survei Wilayah Laut Cirebon

Komentar tentang post

TERBARU

Juli 2026 Tercatat 8 Prodi UNG Raih Akreditasi Unggul

Potensi Hujan di Tengah Penguatan El Niño

Kondisi Relatif Kering,  Penguatan El Niño dan Perluasan Musim Kemarau

Gorontalo Antisipasi dan Siaga Musim Kemarau

Program Studi Pendidikan Fisika UNG Raih Akreditasi Unggul

Pengelolaan Wisata Hiu Paus Botubarani Kedepankan Aspek konservasi dan Manfaat Ekonomi Bagi Masyarakat

AmsiNews

REKOMENDASI

Siklon Tropis Molave Bergerak Menjauhi Indonesia

Kisah Syekh Yusuf Dari Sulawesi Selatan Hingga Afrika Selatan, Melalui Ajaran Sufistik Melawan Kolonial dan Menyebarkan Islam

Kelompok Karang Non-Acropora Berpolip Besar Dominasi Perairan Batam

Siklon Tropis Paddy Melemah

Fakultas Kedokteran UNG Kerja Sama Bidang Pendidikan Dengan Pemda Pohuwato

Bibit Siklon Tropis 98W di Laut Cina Selatan, 98S di Selatan Jawa Tengah

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.