Rabu, Oktober 21, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Dampak dan Langkah Memperlambat Pemanasan Laut

redaksi
4 April 2022
Kategori : Berita, Konservasi
0
Dampak dan Langkah Memperlambat Pemanasan Laut

Anomali suhu permukaan laut. GAMBAR: NOAA

Darilaut – Di antara spesies yang paling sensitif terhadap gelombang panas laut adalah yang membentuk dasar ekosistem laut yang paling beragam.

Seperti hutan rumput laut (kelp forests), padang lamun, dan terumbu karang.

Peristiwa parah yang mempengaruhi pantai barat Australia pada tahun 2011, misalnya, menyapu bersih seluruh ekosistem yang menyebabkan beberapa spesies menghilang hingga ratusan kilometer.

Gelombang panas laut bukan satu-satunya ancaman bagi ekosistem laut. Sering terjadi bersamaan dengan stresor lain seperti pengasaman laut, deoksigenasi, dan penangkapan ikan yang berlebihan.

Dalam kasus seperti itu, menurut Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam atau International Union for Conservation of Nature (IUCN), gelombang panas laut tidak hanya lebih merusak habitat. Tetapi juga meningkatkan risiko deoksigenasi dan pengasaman.

Mengingat dampak gelombang panas laut yang parah dan berlangsung lama terhadap kehidupan laut dan masyarakat manusia, maka yang bisa dilakukan antara lain menerapkan langkah-langkah untuk memperlambat pemanasan laut.

Selain itu, melawan dampak gelombang panas laut dengan membangun ketahanan laut (building ocean resilience).

Pemerintah harus berinvestasi dalam solusi berbasis alam di samping secara ambisius mengurangi emisi berbasis bahan bakar fosil untuk mencapai tujuan yang disepakati berdasarkan Perjanjian Paris.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Gelombang Panas LautIUCNPerubahan Iklim
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Empat Dekade Pemutihan Karang Karena Gelombang Panas Laut

Next Post

Korea-Indonesia MTCRC Survei Wilayah Laut Cirebon

Postingan Terkait

Copernicus Atmosphere Tampilkan Sebaran Asap Dalam Jumlah Besar Menutup Kepulauan Indonesia

Copernicus Atmosphere Tampilkan Sebaran Asap Dalam Jumlah Besar Menutup Kepulauan Indonesia

21 Oktober 2026
Memadukan Kearifan Lokal dan Pemanfaatan Sampah Plastik Mahasiswa UNG Lolos Pimnas ke-39

Memadukan Kearifan Lokal dan Pemanfaatan Sampah Plastik Mahasiswa UNG Lolos Pimnas ke-39

21 Oktober 2026

Syarafudin Pattisahusiwa dan Sehan Rumra Pimpin AMSI Maluku 2026 – 2030

Cuaca dan Iklim Ekstrem Muncul Dalam Berita Setiap Hari, Istilah El Niño Jadi Percakapan

Topan Super Champi Bawa Gelombang Tinggi 16,8 Meter di Laut Filipina

UNG Perkuat Produk Olahan Ikan Nike

Titik Panas Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan Meningkat

Curah Hujan di Sebagian Wilayah Indonesia Masih Kategori Rendah

Next Post
Korea-Indonesia MTCRC Survei Wilayah Laut Cirebon

Korea-Indonesia MTCRC Survei Wilayah Laut Cirebon

Komentar tentang post

TERBARU

Copernicus Atmosphere Tampilkan Sebaran Asap Dalam Jumlah Besar Menutup Kepulauan Indonesia

Memadukan Kearifan Lokal dan Pemanfaatan Sampah Plastik Mahasiswa UNG Lolos Pimnas ke-39

Syarafudin Pattisahusiwa dan Sehan Rumra Pimpin AMSI Maluku 2026 – 2030

Cuaca dan Iklim Ekstrem Muncul Dalam Berita Setiap Hari, Istilah El Niño Jadi Percakapan

Topan Super Champi Bawa Gelombang Tinggi 16,8 Meter di Laut Filipina

UNG Perkuat Produk Olahan Ikan Nike

AmsiNews

REKOMENDASI

Dr Ferry Liando: Sebagus Apa Pun Berita Belum Tentu Orang Akan Percaya

Media ASEAN Menyoroti Ketimpangan Posisi Tawar dengan Big Tech

Pertama di Dunia, Cara Identifikasi Jenis Mangrove dengan MonMang v2.0

Pengungsi Gunung Api Semeru Tersebar di 11 Titik

Foto: Anak-anak di Pulau Papan

Cakalele, Nama Kumbang Spesies Baru di Maluku Utara

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.