redaksi@darilaut.id
Senin, 6 Februari 2023
26 °c
Jakarta
28 ° Sab
27 ° Ming
28 ° Sen
27 ° Sel
Dari Laut Indonesia
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Pemilu dan Pemilihan
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Biota Eksotis
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
    • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Pemilu dan Pemilihan
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Biota Eksotis
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
    • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Home » Berita » Dampak Virus Corona, Ikan-ikan Terbuang Percuma, Nelayan Enggan Melaut

Dampak Virus Corona, Ikan-ikan Terbuang Percuma, Nelayan Enggan Melaut

redaksi redaksi
22 April 2020
Kategori : Berita, Bisnis dan Investasi, Laporan Khusus
Ikan hasil tangkapan nelayan kecil di Desa Makatian, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku tidak lagi terserap di pasaran. FOTO: DOK. ISTIMEWA

Ikan hasil tangkapan nelayan kecil di Desa Makatian, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku tidak lagi terserap di pasaran. FOTO: DOK. ISTIMEWA

Darilaut – Wabah virus corona SARS-COV-2, penyebab penyakit Covid-19, telah menyebar di semua provinsi di Indonesia. Banyak sektor, termasuk perikanan terpukul dengan dampak penyebaran penyakit ini.

Hal ini sangat dirasakan nelayan dan pekerja perikanan di sejumlah daerah.

Di Desa Makatian, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, hasil tangkapan nelayan kecil tidak lagi terserap di pasaran. Pengumpul ikan tidak berkegiatan.

Ikan-ikan tidak terjual di pasar Saumlaki. Sementara kapal yang biasanya membawa hasil tangkapan nelayan ini ke Surabaya terhenti beroperasi.

Di Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Sebatik, Kalimantan Utara, yang biasanya setiap pagi ramai dengan ekspor ikan ke Tawau Malaysia terhenti.

Kebijakan penguncian (lockdown) yang diberlakukan Pemerintah Malaysia sejak 18 Maret lalu membuat produksi perikanan tak boleh masuk ke Tawau. Malaysia mengumumkan penutupan untuk sementara waktu.

Hal ini ikut berimbas pada ekspor perikanan melalui SKPT Sebatik. Pada 17 Maret produksi perikanan melalui SKPT Sebatik sebanyak 27.378 kilogram dengan nilai Rp 1,24 miliar.

DI SKPT Sebatik, setiap hari rata-rata 20 ton ikan berbagai jenis yang di ekspor ke Tawau. Pada 20, 22 dan 25 Maret produksi dan nilai hasil perikanan nihil. Selama bulan Maret kalau pun ada produksi dengan nilai jutaan rupiah, hanya untuk lokal saja.

Hingga April ini, produksi dan nilai perikanan di SKPT Sebatik masih belum normal. Pada Selasa (21/4) terdapat produksi sebanyak 455 kilogram senilai Rp 10,6 juta.

Di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, nelayan kecil penangkap rajungan hampir 90 persen sudah tidak melaut. Harga rajungan turun drastis dari Rp 55.000 per kilo gram menjadi Rp 30.000 per kilo gram. Turunnya harga rajungan salah satu penyebab karena sejumlah pabrik pengolahan rajungan di Tegal ditutup.

Rajungan. FOTO: DARILAUT.ID

Di Bitung, Sulawesi Utara, produksi dan nilai perikanan cenderung stabil, seperti tahun-tahun sebelumnya. Pada Kamis (9/4) produksi perikanan 132 ton dengan nilai Rp 3 miliar, Sabtu (11/4) produksi perikanan 64 ton dengan nilai 1,2 miliar, dan Selasa (14/4) produksi 228 ton dengan nilai Rp 4,6 miliar. Namun, di Bitung, harga ikan dan daya beli masyarakat turun.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) M Zulficar Mochtar mengatakan saat ini banyak ikan hasil tangkapan nelayan yang dibuang begitu saja dan tidak terserap di pasaran. Akibatnya, nelayan mengalami kerugian karena harga ikan rendah.

Menurut Zulficar, di tengah wabah Covid-19, nelayan tetap melaut untuk menangkap ikan. Banyak hasil tangkapan ikan, tetapi pasar ikan atau unit pengolahan tidak beroperasi. Begitupula cold storage over capacity.

“Nelayan rugi dan tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar hingga nelayan tidak mampu melaut kembali,” katanya.

Zulficar mengatakan, sejauh ini, produksi perikanan selalu ada. Yang belum ada mekanisme atau sistem yang bisa mengantisipasi dan mengantar hasil perikanan ini ke konsumen.

Karena itu, ada beberapa agenda untuk memberikan stimulus seperti bantuan moda distribusi ikan, pembukaan cargo flight untuk ekspor, fasilitasi pemasaran ikan secara online dan pemberian ikan secara masif oleh BUMN/BUMD. Selain itu, bantuan perbekalan atau operasional nelayan, relaksasi pembayaran kredit nelayan hingga akses permodalan.

Perlu perencanaan yang baik saat melaut. Seperti berapa balok es yang dibawa, berapa yang ditangkap. Jangan sampai hasil tangkapan ikan banyak, kemampuan es terbatas. Jadi perlu pula rasionalisasi. Begitupula dengan aspek pemasaran.

Rabu (15/4) pekan lalu, sejumlah lembaga yang terkait dengan perikanan menggelar diskusi daring (dalam jaringan) dengan tema “Dampak dan Pencegahan Covid-19 pada Nelayan dan Pekerja Perikanan.” Diskusi ini digelar SAFE Seas bekerjasama Direktorat Jenderal DJPT-KKP, DFW Indonesia, Yayasan Plan Internasional Indoneia dan FAO-ISLME Project.

Berdasarkan diskusi online ini, terdapat 5 rumusan dampak Covid-19 bagi pekerja di sektor perikanan.

Pertama, pemerintah menjamin pasokan perikanan nasional masih stabil produksi. Pemerintah melihat bahwa produksi perikanan masih terjaga. Persoalannya adalah harga ikan yang turun dan belum adanya mekanisme atau ‘penghubung’ yang bisa memanfaatkan platform usaha yang efektif dan menjangkau konsumen dengan aman.

Kedua, nelayan dan awak kapal perikanan adalah pihak yang sangat rentan saat mewabahnya Covid-19 ini, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Ketiga, pemerintah melalui KKP telah mempunyai skema setidaknya pada dua bidang yaitu perikanan tangkap dan pengolahan untuk menyiapkan dukungan bagi yang terpapar Covid-19 ini. Skema stimulus perikanan ini mesti dipastikan terdeliver dengan baik ke stakeholders.

Keempat, social security dan jaminan ketersediaan pangan Pemerintah seharusnya dapat pula diakses oleh nelayan dan Awak Kapal Perikanan. Untuk itu dukungan konkret Pemerintah Pusat dan Daerah untuk memudahkan proses ini harus muncul.

Kelima, kondisi status pandemi Covid-19 bisa menjadi peluang bagi sektor perikanan Indonesia untuk memainkan peranannya. Yang bisa dijalankan segera adalah menjaga agar produksi tetap ada, distribusi ditopang oleh ketersediaan rantai pasok dan adanya mekanisme delivery bahan pangan ikan sampai di pasar dengan aman dan sehat.*

Tags: Covid-19Ditjen Perikanan Tangkapharga ikanKKPVirus Corona
Bagikan58Tweet27KirimKirim

Berlangganan untuk menerima notifikasi berita terbaru Dari Laut Indonesia

Berhenti Berlangganan

Related Posts

Planet Jupiter dengan menggunakan Teleskop Luar Angkasa Hubble, pada 27 Juni 2019. Pada hari Jumat, 3 Februari 2023, para ilmuwan mengatakan telah menemukan 12 bulan baru di sekitar raksasa gas tersebut, dengan jumlah total menjadi 92. FOTO: NASA, ESA, A. Simon/Goddard Space Flight Center, M.H. Wong/University of California, Berkeley via AP
Berita

Pecahkan Rekor di Tata Surya, Jumlah Bulan Jupiter Menjadi 92

5 Februari 2023
Kapal kargo Jepang, Seiryu, tenggelam di Laut Pedalaman Seto Jepang, Kamis (2/2). FOTO: NHK
Berita

Kapal Kargo Tenggelam di Laut Jepang

5 Februari 2023
Kapal kargo MSC Faith kandas di dekat Pulau Batu Berhenti, Kota Batam, pada Selasa (31/1) malam. FOTO: HUBLA
Berita

Kapal Kargo Muat 6153 Kontainer Kandas di Selat Singapura

5 Februari 2023
Next Post
Rajungan. FOTO: DARILAUT.ID

Jaring Pengaman Sosial di Sektor Perikanan Mendesak Dilaksanakan

GOOGLE DOODLE

Hari Bumi, Lebah Dijadikan Logo Google

Komentar tentang post

REKOMENDASI

AMSI: Membangun Ekosistem Digital Untuk Masa Depan Bersama

Puluhan Kapal Perikanan Tenggelam di Perairan Kalimantan Barat Jadi Pelajaran Bagi KKP

World Environment Day, Muncul Karena Polusi dan Keracunan Ikan Massal

Nilai Tukar Sektor Perikanan Bulan Desember 2019

TNI Angkatan Laut Musnahkan Tiga Kapal Ikan Vietnam

Pelampung Raksasa Diluncurkan Menjaring Sampah Plastik di Lautan Pasifik

TERBARU

Pecahkan Rekor di Tata Surya, Jumlah Bulan Jupiter Menjadi 92

Kapal Kargo Tenggelam di Laut Jepang

Kapal Kargo Muat 6153 Kontainer Kandas di Selat Singapura

Bibit Siklon Tropis 95S dan 97S Mampu Tingkatkan Potensi Pertumbuhan Awan Hujan

Bibit Siklon Tropis 97S Berkembang di Selatan Bali, 95S di Selatan Jawa

Mata Ikan Tuna Mengandung Omega-3

TERPOPULER

  • Komet C/2022 E3 (ZTF) pada 26 Desember 2022 di Payson, Arizona, Amerika Serikat. Komet ini akan melintas dekat Bumi, termasuk Indonesia, awal Februari 2023. FOTO: CHRIS SCHUR

    Komet Hijau Menghampiri Bumi

    39 bagikan
    Bagikan 16 Tweet 10
  • Penduduk Miskin Gorontalo Bertambah

    10 bagikan
    Bagikan 4 Tweet 3
  • Mengapa Orca Tidak Memangsa Manusia di Alam Liar?

    34 bagikan
    Bagikan 14 Tweet 8
  • Langka, Gerhana Matahari Hybrid Akan Terjadi di Indonesia

    3 bagikan
    Bagikan 1 Tweet 1
  • Pemanasan Laut, Ini Dampak Bagi Ekosistem dan Manusia

    28 bagikan
    Bagikan 11 Tweet 7
  • Kuda Laut, Ikan yang Dipercaya Dapat Menyembuhkan Berbagai Penyakit

    234 bagikan
    Bagikan 99 Tweet 56
  • Teori Spesiasi Geografis Ikan Karang

    29 bagikan
    Bagikan 12 Tweet 7
  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
Email : redaksi@darilaut.id

© 2018 - 2022 PT Dari Laut Indonesia

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu dan Pemilihan
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel

© 2018 - 2022 PT Dari Laut Indonesia

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

*Dengan mendaftar di situs kami, anda setuju dengan Syarat & Ketentuan and Kebijakan Privasi.
Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk