Jumat, Agustus 28, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Debunking, Membongkar Delapan Mitos Tentang Perubahan Iklim

redaksi
5 Juni 2024
Kategori : Berita, Cek Fakta, Iklim
0
Semua Bentuk Pencemaran Pelanggaran Terhadap Hak Asasi Manusia

Emisi gas rumah kaca. FOTO: Maxim Tolchinskiy/Unsplash/UNEP.ORG

Memang benar bahwa suhu bumi telah lama berfluktuasi, disertai periode pemanasan dan pendinginan. Namun sejak zaman es terakhir 10.000 tahun lalu, iklim relatif stabil, yang menurut para ilmuwan sangat penting bagi perkembangan peradaban manusia.

Stabilitas tersebut kini sedang goyah. Bumi memanas pada tingkat tercepat dalam setidaknya 2.000 tahun dan suhunya sekitar 1,2°C lebih panas dibandingkan pada masa pra-industri. 10 tahun terakhir merupakan rekor terpanas, dengan tahun 2023 memecahkan rekor suhu global.

Indikator-indikator penting lainnya yang terkait dengan perubahan iklim juga meningkat. Suhu laut, permukaan air laut, dan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer meningkat dengan kecepatan tinggi, sementara es laut dan gletser menyusut dengan kecepatan yang mengkhawatirkan.

Mitos 2: Perubahan Iklim Proses Alami

Meskipun perubahan iklim adalah proses alami, aktivitas manusia mendorongnya ke tingkat yang berlebihan. Sebuah laporan penting dari Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC), yang mengacu pada penelitian ratusan ilmuwan iklim terkemuka, menemukan bahwa manusia bertanggung jawab atas hampir seluruh pemanasan global selama 200 tahun terakhir.

Sebagian besar pemanasan berasal dari pembakaran batu bara, minyak dan gas. Pembakaran bahan bakar fosil membanjiri atmosfer dengan gas rumah kaca, yang berfungsi seperti selimut di sekeliling planet dan memerangkap panas.

Halaman 2 dari 7
Sebelumnya123...7Selanjutnya
Tags: DebunkingDechen TseringEmisi gas rumah kacaIPCCPerubahan IklimUNEP
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

El Nino Akan Berubah Menjadi La Nina

Next Post

38 Kelompok Mahasiswa UNG Lolos Pendanaan Sebesar Rp 560 Juta

Postingan Terkait

Topan Saudel Mendarat di Yuhuan, Pesisir Provinsi Zhejiang

Topan Saudel Mendarat di Yuhuan, Pesisir Provinsi Zhejiang

28 Agustus 2026
Provinsi Zhejiang Evakuasi Lebih Dari 47 Ribu Awak Kapal Saat Topan Saudel Mendekat

Provinsi Zhejiang Evakuasi Lebih Dari 47 Ribu Awak Kapal Saat Topan Saudel Mendekat

28 Agustus 2026

Copernicus Eropa Tampilkan Sebaran Asap di Asia Tenggara Akibat Kebakaran Hutan Dahsyat di Indonesia

Runtuhnya Gletser Himalaya Memicu Aliran Lumpur yang Menghantam Pos Lintas Batas Tibet

Kehancuran Setelah Banjir Dahsyat di Nepal dan Tibet, 17 Ribu Anak Terdampak

362 Orang Tewas dan 1.400 hilang di Nepal dan Tibet Akibat Banjir Dahsyat Himalaya

Banjir Bandang Dahsyat Himalaya, Sekjen PBB Sampaikan Solidaritas Bagi Korban dan Keluarga

Struktur Kimia Sabun, Dari Eco Enzyme Menjadi Produk Bernilai

Next Post
38 Kelompok Mahasiswa UNG Lolos Pendanaan Sebesar Rp 560 Juta

38 Kelompok Mahasiswa UNG Lolos Pendanaan Sebesar Rp 560 Juta

TERBARU

Topan Saudel Mendarat di Yuhuan, Pesisir Provinsi Zhejiang

Provinsi Zhejiang Evakuasi Lebih Dari 47 Ribu Awak Kapal Saat Topan Saudel Mendekat

Copernicus Eropa Tampilkan Sebaran Asap di Asia Tenggara Akibat Kebakaran Hutan Dahsyat di Indonesia

Runtuhnya Gletser Himalaya Memicu Aliran Lumpur yang Menghantam Pos Lintas Batas Tibet

Kehancuran Setelah Banjir Dahsyat di Nepal dan Tibet, 17 Ribu Anak Terdampak

362 Orang Tewas dan 1.400 hilang di Nepal dan Tibet Akibat Banjir Dahsyat Himalaya

AmsiNews

REKOMENDASI

Ada 7 Jenis Sidat di Indonesia, 5 di Sulawesi

UNEP: Kurangi Produksi Plastik Murni 55 Persen

4 TPS di Bone Bolango Pemungutan Suara Ulang

Tim Gabungan Temukan Titik Lokasi Jatuhnya Pesawat

World Cleanup Day 2019 di Indonesia akan Libatkan 13 Juta Relawan

Ilmuwan Kelautan Dunia Akan Hadiri Konferensi ICOES

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.