Digitalisasi Bahan Alam Laut Indonesia

Keanekaragaman hayati laut Indonesia. FOTO: DARILAUT.ID

Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah melakukan digitalisasi bahan alam laut Indonesia. Hal ini ditandai dengan diluncurkan Aplikasi ‘Inamarin: Inventori Bahan Alam Laut Indonesia’ yang dilakukan Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM), Selasa (3/12).

Aplikasi ini berupa gudang data/inventori bahan alam laut yang ada di Indonesia. Selain dalam bentuk aplikasi, Inamarin juga dicetak dalam bentuk buku.

“Ini adalah kelebihan konsepsi bergerak di era digital. Kita tidak perlu mengirimkan tim survei tapi kita punya pasukan di seluruh Indonesia. Perlu kita laporkan, kita memiliki 5.000 penyuluh, 600 peneliti, 8.000 siswa perikanan dari 14 Politeknik KP (Kelautan dan Perikanan) yang tersebar di seluruh Indonesia,” ujar Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Sjarief Widjaja.

Inamarin merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan (BBRP2BKP), satuan kerja BRSDM.

Melalui aplikasi Inamarin, peneliti, akademisi, dan semua pemangku kepentingan dapat mengakses data ke lebih dari 800 senyawa, 435 species, 320 artikel dari 6 komoditas utama bahan alam laut Indonesia. Antara lain, invertebrata (seperti spons, karang, moluska, teripang, dan tunikata), mikroorganisme (seperti bakteri dan kapang laut), ikan, rumput laut, mikroalga, dan mangrove.

Sjarief mendorong seluruh peneliti lingkup BRSDM dapat meningkatkan taraf hasil riset pada tahap implementasi, khususnya di beberapa Desa Inovasi sehingga memberikan dampak yang semakin nyata dalam pembangunan SDM Kelautan dan Perikanan.*

Exit mobile version