Sabtu, September 5, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Dr Hawis: di Kedalaman 100 Meter Banyak Organisme Laut yang Menarik Dikaji

redaksi
17 Juni 2020
Kategori : Berita
0
Dr Hawis: di Kedalaman 100 Meter Banyak Organisme Laut yang Menarik Dikaji

Bunga karang raksasa, Salvador Dali, di Kawasan Konservasi Laut Olele Bone Bolango, Gorontalo. FOTO: YUNIS AMU

Darilaut – Sekretaris Program Studi Ilmu Kelautan Sekolah Pascasarjana IPB University, Dr Hawis H Madduppa, mengatakan, organisme mikro hingga makro tersebar luas di kedalaman laut. Terlebih lagi di kedalaman 100 meter, ada banyak organisme laut yang lebih menarik untuk dikaji.

Hal ini disampaikan dalam webinar The Ocean Voice dengan tema “Riset Biodiversitas Laut di Pascasarjana”, Minggu (14/6). Kegiatan ini selenggarakan Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan (ITK), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University.

Menurut Hawis, seperti dilansir Ipb.ac.id, Selasa (16/6), manfaat riset biodiversitas akan mengantarkan dalam penerapan dibidang ilmu yang lain. Seperti bidang biomedis, pengkajian biodiversitas merujuk kepada spesies introduksi atau invasi yang dapat dijadikan sumber obat-obatan berdasarkan zat-zat yang ada.

Selanjutnya, cara menggunakan visual sensus hingga teknik menggunakan teknologi seperti drone atau ROV (Remotely Operated Vehicle) untuk melihat sebaran spesies. Enviromental DNA barcoding menggunakan DNA juga biasa digunakan untuk mengetahui spesies apa saja yang berada di perairan.

Hingga saat ini, kata Hawis, program studi pascasarjana ilmu kelautan telah bekerjasama dengan pihak dalam dan luar negeri. Misalnya dengan University of California atau tahun ini dengan program doublé degree bersama National Sun Yat-sen University Taiwan.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: BiodiversityDNA BarcodingIPB UniversityTerumbu Karang
Bagikan16Tweet5KirimKirim
Previous Post

Migaloo, Paus Bungkuk Putih Spektakuler

Next Post

4 Spesies Tuna di Maluku Utara Berasal dari Satu Keturunan

Postingan Terkait

Gunung Ibu di Halmahera Barat Meletus

Gunung Ibu di Halmahera Barat Meletus

5 September 2026
UNAIR Beri Dukungan Optimal untuk Membantu Program Studi Kebidanan UNG

UNAIR Beri Dukungan Optimal untuk Membantu Program Studi Kebidanan UNG

5 September 2026

Kejadian Langka Saat Fenomena El Niño: Trio Siklon Tropis Beriringan di Pasifik Timur Laut

Api Menghanguskan Hutan dan Lahan di Pulau Sumatra, Asap Menyebar Hingga Asia Tenggara

Sensor MODIS NASA Menangkap Kebakaran Lahan Gambut di Indonesia

Gempa Darat Guncang Pohuwato Gorontalo

Gempa M4,9 Guncang Boalemo Gorontalo

Apa Itu Termoklin?

Next Post
4 Spesies Tuna di Maluku Utara Berasal dari Satu Keturunan

4 Spesies Tuna di Maluku Utara Berasal dari Satu Keturunan

Komentar tentang post

TERBARU

Gunung Ibu di Halmahera Barat Meletus

UNAIR Beri Dukungan Optimal untuk Membantu Program Studi Kebidanan UNG

Kejadian Langka Saat Fenomena El Niño: Trio Siklon Tropis Beriringan di Pasifik Timur Laut

Api Menghanguskan Hutan dan Lahan di Pulau Sumatra, Asap Menyebar Hingga Asia Tenggara

Sensor MODIS NASA Menangkap Kebakaran Lahan Gambut di Indonesia

Gempa Darat Guncang Pohuwato Gorontalo

AmsiNews

REKOMENDASI

Salju yang Tersisa di Puncak Jaya Papua

Bila Musim Ubur-Ubur Tiba

Bibit Siklon Tropis 98W Terletak di Utara Jayapura Papua

Ini Analisis Gempa Merusak di Daratan Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah

Presiden Minta Daerah Tak Paksakan Adaptasi Kebiasaan Baru

Lomba Perahu Layar Tradisional Tanpa BBM

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.