Minggu, September 13, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Dr Hawis: di Kedalaman 100 Meter Banyak Organisme Laut yang Menarik Dikaji

redaksi
17 Juni 2020
Kategori : Berita
0
Dr Hawis: di Kedalaman 100 Meter Banyak Organisme Laut yang Menarik Dikaji

Bunga karang raksasa, Salvador Dali, di Kawasan Konservasi Laut Olele Bone Bolango, Gorontalo. FOTO: YUNIS AMU

Darilaut – Sekretaris Program Studi Ilmu Kelautan Sekolah Pascasarjana IPB University, Dr Hawis H Madduppa, mengatakan, organisme mikro hingga makro tersebar luas di kedalaman laut. Terlebih lagi di kedalaman 100 meter, ada banyak organisme laut yang lebih menarik untuk dikaji.

Hal ini disampaikan dalam webinar The Ocean Voice dengan tema “Riset Biodiversitas Laut di Pascasarjana”, Minggu (14/6). Kegiatan ini selenggarakan Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan (ITK), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University.

Menurut Hawis, seperti dilansir Ipb.ac.id, Selasa (16/6), manfaat riset biodiversitas akan mengantarkan dalam penerapan dibidang ilmu yang lain. Seperti bidang biomedis, pengkajian biodiversitas merujuk kepada spesies introduksi atau invasi yang dapat dijadikan sumber obat-obatan berdasarkan zat-zat yang ada.

Selanjutnya, cara menggunakan visual sensus hingga teknik menggunakan teknologi seperti drone atau ROV (Remotely Operated Vehicle) untuk melihat sebaran spesies. Enviromental DNA barcoding menggunakan DNA juga biasa digunakan untuk mengetahui spesies apa saja yang berada di perairan.

Hingga saat ini, kata Hawis, program studi pascasarjana ilmu kelautan telah bekerjasama dengan pihak dalam dan luar negeri. Misalnya dengan University of California atau tahun ini dengan program doublé degree bersama National Sun Yat-sen University Taiwan.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: BiodiversityDNA BarcodingIPB UniversityTerumbu Karang
Bagikan16Tweet5KirimKirim
Previous Post

Migaloo, Paus Bungkuk Putih Spektakuler

Next Post

4 Spesies Tuna di Maluku Utara Berasal dari Satu Keturunan

Postingan Terkait

Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda, Tim SAR Verifikasi Jeriken dan Pelampung

Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda, Tim SAR Verifikasi Jeriken dan Pelampung

13 September 2026
Topan Super Ragasa Akan Menyasar Laut Cina Selatan, Pesisir Guangdong, Teluk Tonkin dan Vietnam Utara

Pendidikan 171 Juta Siswa di Seluruh Dunia Terganggu Bahaya Iklim

13 September 2026

Depresi Tropis Terletak di Dekat Da Nang, Vietnam

Pembakaran Lahan Gambut Saat Kemarau Tindakan Ilegal

Kondisi Kualitas Udara di Sumatera dan Kalimantan Tidak Sehat dan Berbahaya

Titik Panas di Kalimantan Barat Menurun

Gunung Anak Krakatau Masih Status Siaga, 8 Orang Hilang di Selat Sunda Dalam Pencarian

Alur Permohonan Akun SIAKAD UNG Bagi Orang Tua atau Wali

Next Post
4 Spesies Tuna di Maluku Utara Berasal dari Satu Keturunan

4 Spesies Tuna di Maluku Utara Berasal dari Satu Keturunan

Komentar tentang post

TERBARU

Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda, Tim SAR Verifikasi Jeriken dan Pelampung

Pendidikan 171 Juta Siswa di Seluruh Dunia Terganggu Bahaya Iklim

Depresi Tropis Terletak di Dekat Da Nang, Vietnam

Pembakaran Lahan Gambut Saat Kemarau Tindakan Ilegal

Kondisi Kualitas Udara di Sumatera dan Kalimantan Tidak Sehat dan Berbahaya

Titik Panas di Kalimantan Barat Menurun

AmsiNews

REKOMENDASI

Petisi Menghentikan Pentas Lumba-lumba Keliling di Indonesia

Sektor Perikanan dan Kelautan Bisa Menjadi Penyelamat di Masa Pandemi Covid-19

Nelayan Gorontalo, Minahasa Selatan dan Bantul Hilang Melaut

Kemenag Pantau Hilal Awal Ramadan di 96 Lokasi Hari Ini, BMKG 37

Indonesia Perkuat Pengawasan Nelayan Lintas Batas di Pulau Terluar

Badai Mocha Terbentuk di Teluk Benggala

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.