Dua Tim Periset Fakultas Sastra dan Budaya UNG Raih Penghargaan Program Riset Internasional

Perpustakaan Universitas Negeri Gorontalo. FOTO: FSB UNG

Darilaut – Dua tim periset program studi (prodi) Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Sastra dan Budaya (FSB) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) berhasil meraih penghargaan dalam program riset internasional.

Mahasiswa yang tergabung dalam tim tersebut, Lisnawati Mahajia dan Fitriyanti K. Mau, masing-masing memperoleh penghargaan atas kontribusi mereka dalam kegiatan riset.

Lisnawati Mahajia meraih Outstanding Commitment for Research, sementara Fitriyanti K. Mau memperoleh Research Communication Excellence.

Penghargaan ini dalam program riset internasional “Annual Research Program – Global Learning Community” yang diselenggarakan oleh Youth Centre for Research, Amerika Serikat.

Program Annual Research Program – Global Learning Community merupakan program riset internasional yang berlangsung selama setahun, 2025 hingga 2026 yang memberikan ruang bagi mahasiswa dan peneliti muda untuk mengembangkan pengalaman penelitian, berinteraksi dalam komunitas pembelajaran global, serta mengomunikasikan gagasan dan hasil penelitian dalam lingkungan akademik internasional.

Program ini diikuti oleh peneliti-peneliti muda dari berbagai kawasan, termasuk Asia, Afrika, Eropa, dan Amerika Serikat, sehingga menjadi ruang pertemuan akademik lintas negara dan lintas perspektif.

Keikutsertaan mahasiswa Fakultas Sastra dan Budaya UNG dalam program tersebut menjadi kesempatan bagi mereka untuk belajar dan berinteraksi dalam lingkungan riset yang lebih luas. Tidak hanya dituntut untuk memahami substansi penelitian, peserta juga memperoleh pengalaman dalam mengomunikasikan gagasan, membangun jejaring akademik, dan melihat persoalan penelitian dari perspektif yang beragam.

Kegiatan ini didampingi oleh Zulkifli Tanipu, Ph.D dan Novi Rusnarty Usu, M.A, sebagai dosen pembimbing.

Zulkifli Tanipu mengatakan bahwa penghargaan yang diperoleh mahasiswa bukan sekadar capaian kompetitif, tetapi merupakan bagian dari proses pembelajaran yang penting dalam membangun kapasitas mahasiswa sebagai peneliti muda.

“Yang paling penting dari program ini bukan hanya penghargaan yang diperoleh, tetapi pengalaman mahasiswa menjalani proses riset dalam lingkungan internasional,” ujarnya.

“Mereka belajar menyusun gagasan, berkomunikasi tentang penelitian, menerima masukan, dan melihat penelitian dari perspektif yang lebih luas. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas proses tersebut.”

Menurut Zulkifli, pengalaman mengikuti program yang mempertemukan peneliti muda dari berbagai negara juga memberikan pelajaran penting bahwa penelitian berkembang melalui pertukaran gagasan dan pengalaman.

Ketika mahasiswa berinteraksi dengan peneliti muda dari Asia, Afrika, Eropa, dan Amerika Serikat, mereka belajar bahwa penelitian bukan hanya tentang menghasilkan karya, tetapi juga tentang bagaimana sebuah gagasan dikomunikasikan dan ditempatkan dalam percakapan akademik yang lebih luas, kata Zulkifli.

Dekan Fakultas Sastra dan Budaya UNG Prof. Nonny Basalama, Ph.D, mengatakan, FSB terus mendorong internasionalisasi Tridarma Perguruan Tinggi dan kegiatan kemahasiswaan. Prestasi mahasiswa dalam program internasional seperti ini menunjukkan bahwa internasionalisasi tidak hanya dilakukan melalui kerja sama kelembagaan, tetapi juga harus dirasakan langsung oleh mahasiswa melalui pengalaman riset, pembelajaran, jejaring, dan kompetisi di tingkat global.

“Kami ingin mahasiswa FSB memiliki pengalaman akademik yang melampaui ruang kelas. Karena itu, kesempatan untuk mengikuti program riset, konferensi, kompetisi, maupun kegiatan kemahasiswaan internasional akan terus kami dorong,” ujarnya.

Exit mobile version