Jumat, Juni 26, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Efek Gas Rumah Kaca Sebabkan Peningkatan Pemutihan Karang

redaksi
12 Agustus 2022
Kategori : Berita, Sampah & Polusi
0
Terumbu Karang Indonesia Kategori Buruk 33,82 Persen

Terumbu karang mengalami kerusakan, antara lain, karena pemutihan dan masuk kategori buruk. FOTO: DARILAUT.ID

Sementara itu, aplikasi prediksi ini dalam model matematis untuk parameter suhu di area Konservasi Perairan Maleo Donggi Senoro-LNG, Luwuk-Banggai, Sulawesi Tengah selama 2014-2022 memperlihatkan bahwa terdapat dua peristiwa mayor pemutihan karang (2015-2016 dan 2018-2019).

Namun, tutupan terumbu karang tetap terlihat adanya peningkatan tutupan karang sebesar 48% (2014) ke 78% (2022). Melalui model prediksi ini, Hedi menyimpulkan terumbu karang dapat bertahan/berkembang, jika recovery rate low SST > dampak bleaching event pada wilayah perairan terkonservasi dengan baik dan stressor rendah.

Menurut Hedi yang perlu diketahui untuk prediksi modelling ecology terbatas pada faktor predictor lingkungan yang ada saat ini.

Modelling level polusi mendatang berdasarkan RCP 2.6, 4.5, 6.0, dan 8.5 dapat dilakukan untuk memberikan model yang lebih akurat dalam menggambarkan proyeksi sumberdaya terumbu karang yang lebih akurat ke stakeholder.

Beberapa tahun terakhir tekanan terhadap terumbu karang semakin meningkat. Selain dapat rusak secara alami (bencana alam), aktivitas manusia menjadi ancaman paling serius bagi terumbu karang.

Kondisi ini tentunya memberi tekanan pada keberlanjutan terumbu karang sebagai penopang kehidupan di laut.

Kepala Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi mengatakan Jamming Session ini akan menjadi budaya untuk berbagi ilmu terkait kepakaran periset yang ada dalam Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi dan komunitas lainnya. Sekaligus mendorong peluang untuk bekerja sama dan menjalin kolaborasi riset di masa yang akan datang demi mencari solusi terhadap permasalahan yang menimpa biodiversitas Indonesia.

Halaman 3 dari 3
Sebelumnya123
Tags: BRINcoral bleachingEmisi gas rumah kacaPolusiTerumbu Karang
Bagikan23Tweet3KirimKirim
Previous Post

Rekonsiliasi Klasifikasi Kapal Berbendera Indonesia

Next Post

Banjir Melanda Kabupaten Bogor, Cilacap, Pohuwato dan Katingan

Postingan Terkait

Malam Tropis di Eropa

Malam Tropis di Eropa

26 Juni 2026
Rekor Pecah, Gelombang Panas Menghantam Eropa

Rekor Pecah, Gelombang Panas Menghantam Eropa

26 Juni 2026

Rektor UNG Lantik Pengurus Ormawa 2026

Gempa Ganda Venezuela M 7,5 dan M 7,2 Akibat Proses Interaksi Patahan yang Kompleks

PBB Bergerak Cepat Membantu Korban Gempa Venezuela

Gempa Dahsyat Beruntun M7,2 dan 7,5 Guncang Venezuela, 164 Orang Tewas

Risiko Ranjau Laut di Selat Hormuz

Testimoni Seorang Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz

Next Post
Banjir Melanda Kabupaten Malinau

Banjir Melanda Kabupaten Bogor, Cilacap, Pohuwato dan Katingan

Komentar tentang post

TERBARU

Malam Tropis di Eropa

Rekor Pecah, Gelombang Panas Menghantam Eropa

Rektor UNG Lantik Pengurus Ormawa 2026

Gempa Ganda Venezuela M 7,5 dan M 7,2 Akibat Proses Interaksi Patahan yang Kompleks

PBB Bergerak Cepat Membantu Korban Gempa Venezuela

Gempa Dahsyat Beruntun M7,2 dan 7,5 Guncang Venezuela, 164 Orang Tewas

AmsiNews

REKOMENDASI

Indonesia-Prancis Perkuat Kerja Sama Maritim dan Kelautan

Hari Ini, Kapal Berlayar di Perairan Indonesia Mulai Aktifkan AIS

Virus Corona Varian JN.1 Terus Bertambah di Indonesia

Indonesia Membutuhkan 600 Ribu Talenta Digital Setiap Tahun

IDC AMSI 2025: Media Digital Masih Jadi Pilihan Investasi Menarik di Tengah Disrupsi AI

Pantai Timur Amerika Pasar Utama Udang Indonesia

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.